woiiiii.. penjelasannya mantebb bgt,,,,
Ronal Baharuddin Hutagaol <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bagian 1
-------------------
Mau kasih pendapat sedikit....
Era 70-an dan 80-an adalah era BEBAS MACET..., namun menjelang 90-an hingga
2000-an peningkatan kemacetan makin meninggi dan mengkuatirkan. Pernah beberapa
tahun yang silam di tulis di harian KOMPAS bahwa, kalau saja semua Kendaraan
roda 4 diparkirkan, maka total panjang parkiran mobil tersebut melebihi panjang
Jalanan yang terdapat di jakarta ini.
Penjualan Mobil terus meningkat setiap tahunnya, tahun 2005 mencapai 533.917
unit (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0608/04/Otomotif/2857252.htm), tahun
2006 mencapai 318.904 unit
(http://www.kontan-online.com/print.php?q=v&tahun=XI&edisi=23&id=10) dan
periode Januari-Juli 2007 mencapai 235.719 unit
(http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&task=view&id=41355&Itemid=161),
penjualan ini merupakan skala nasional, dan kemungkinan besar mobil ini berada
di wiliyah JABODETABEK. Total Unit yang terjual kisaran 2005 - pertengahan 2007
saja sudah mencapai 1.088.540 unit...FANTASTIS... Belum lagi penjualan di
tahun2 sebelumnya (2004:483.168, 2003:354.333, 2002:319.000, dll), jadi bisa
bayangin dong seberapa banyaknya jumlah Mobil yang berjalan setiap harinya.
Jakarta, jumlah manusia di Jakarta pada Malam dan Siang hari sangat
signifikan, dimana pada malam hari mencapai 7jt dan 12jt pada siang hari. ada
sekitar 5jutaan manusia tidak tinggal di jakarta pada malam hari. Berbagai alat
transportasi mereka pergunakan dan yang paling besar ada KRL dan BUS2.., nah
bagaimana dengan Mobil2 pribadi... ini juga sangat melebihi ambang batas. Untuk
mengurangi kemacetan, pemerintah tidak bisa dengan cara men-STOP penjualan
Mobil, pemerintah memberlakukan proyek 3 in 1, tapi pelaksanaannya tidak
seperti yang diharapkan, malah pengguna kendaraan dapat menyewa JOKI2 yang
tersebar dimana-mana, demikian juga dengan proyek ERP. MRT merupakan salah satu
cara yang dipikirkan Pemerintah khususnya pemerintah Daerah Jakarta. Monorail
(tersendat oleh dana yang tidak ada), BUSWAY (rencana 15 Koridor, baru 7
koridor yang terbangun), dan Angkutan Air (masih tersendat karena debit air
tidak memadai).
Proyek Busway awalnya sangat ditentang saat awal pembangunannya, karena
masyarakat pengguna jalan akan terganggu kenyamanannya akibat kemacetan yang
ditimbulkan dari penyempitan jalan (pengurangan 1 jalur), dan semasa
pembangunan juga akan lebih memperparah arus lalu lintas. Namus setelah
diresmikan, pemerinta DKI Jakarta berhasil mengurangi pengguna mobil di
sepanjang Jalan BLOK M-SUDIRMAN-THAMRIN-KOTA (mencapai 14%), inilah yang
akhirnya memotivasi pemerintahan Daerah Sutiyoso untuk segera membangung
Koridor II, III, IV-XV (dan akhir tahun 2007 koridor 8-10 sudah rampung).
Bersambung..........
niar_moet2
---------------------------------
Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.