Miners proudly presents

Goes to Bogor (GoGor)

Cast:
Nani, Emerald,
Arief, Awil, Bara, Bimo, Bobby,  Erika, Eva, Fenny, Keke, Martin, Mia,
Narko, Pakumis, Putri, Tisna,

Featuring:
Yenti dan Vita

Review:
Adegan dimulai dari kedatangan seorang pria tampan bernama Bimo yang
kebingungan di stasiun Bogor pada pukul 09.00. Bimo kemudian menghubungi Mia
yang mengatakan bahwa rombongan miners baru saja melewati stasiun Citayam.
Usai menghubungi Mia, ia menghubungi Mas Arief yang ternyata telah menunggu
di depan gerbang Kebun Raya Bogor (KRB). Tak berapa lama, rombongan miners
dari Jakarta yang menggunakan kereta ekspress datang. Dari mereka, terdengar
cerita bahwa ada miners yang baru pertama kali naik KRL dan berhasrat untuk
berfoto dengan kondekturnya.

Dari stasiun rombongan miners dipertemukan dengan mbak Yenti dan Vita yang
merupakan teman dari mbak Eva. Setelah berkenalan dan berhaha hihi, mereka
melanjutkan perjalanan menuju KRB dengan.... JALAN KAKI!!! Alasannya:
Mewujudkan keinginan menuju New Zealand (10 ribu langkah / hari).  Sambil
berjalan, tak henti hentinya langkah tersendat karena celetukan "sst..
belakang.."  atau "balik kanaaan" yang menandakan bahwa kamera is ready.

Setelah melewati perjalanan yang cukup (sangat.red) jauh, plus dipalak sama
orang gila, rombongan tiba di KRB dengan sambutan dari mas Arief dan saling
bersalaman layaknya orang yang datang ke kondangan. Di tempat itu juga
rombongan menjumpai Pakumis yang datang dengan menunggang Atoz merahnya.
Mereka rehat sejenak untuk mengumpulkan tenaga, sementara Mas Martin dan
Mbak Nani mengumpulkan duit yang akan digunakan untuk membeli tiket. Kata
"ganyang" yang akhir-akhir ini digunakan oleh pendemo di kedubes Malaysia
juga digunakan oleh mereka untuk melahap konsumsi yang dibawa. Beberapa
waktu kemudian, tampak seorang miners yang baru datang. Eng..ing.. eng..
ternyata Mas Bobby, yang membuat logo Miners. Setelah menunggu mas Arief
ambil makanan, menunggu orang yang beli minum di Robinson, dan menunggu mas
Martin yang lagi ke WC, rombongan memulai perjalanan di dalam KRB.

Lagi.. Miners memperlihatkan tingkat kenarsisan dan keberisikan yang teramat
tinggi. Memasuki pintu masuk, mbak Keke sudah terduduk menggelepar tak kuat
menahan tawa. Perjalanan dalam KRB selalu diiringi oleh celetukan-celetukan
yang kemudian diakhiri dengan tawa menggelegar. Rombongan kemudian memasuki
museum Zoologi sebagai perhentian pertama. Di museum yang banyak menunjukkan
informasi tentang hewan ini, rombongan bertemu dengan Mas Awil yang datang
kesiangan.

Perjalanan dilanjutkan kembali. Ada kata-kata atau celetukan khusus yang
muncul di acara ini. "orang gila... orang gila.." digunakan ketika ingin
meledek seseorang. "priuw.. " digunakan untuk memberitahu ada orang yang
sedang on camera. "ciiiieh priketiuw.." digunakan ketika melihat dua orang
anak manusia yang disinyalir (atau sengaja dibuat begitu) sedang
mengeluarkan jurus-jurus asmara. Bicara mengenai asmara, Emerald rasanya
pantas didapuk menjadi Raja Minyak sehari, setelah dengan sukses mendekati
beberapa orang wanita. Tisna yang berada di depan, membawa rombongan
menyusuri jalan setapak demi setapak menembus barisan pepohonan yang agak
rapat. Setelah berjalan agak lama, rombongan menemukan jalan keluar dan..
JENG JENG. Rombongan kembali ke tempat semula. No wonder dia ga bisa bikin
peta :D.

Perjalanan yang semakin ramai karena menggunakan toa merek Awil ini terus
berjalan melewati Taman Kaktus, foto di sebuah dahan pohon besar yang
tumbang, foto di Jembatan gantung kecil, foto di sana, di sini, (sampai
penulis lupa dimana saja rombongan berfoto) dan kemudian berhenti di taman
teratai untuk istirahat, shalat, dan makan siang. PS: Ayam prestonya enak
loh.. Mudah-mudahan Mas Arief ga nombok yhaa.. :D

Setelah makan siang,  rombongan melanjutkan perjalanan melewati taman
Anggrek. Ketika melewati sebuah keran air minum, beberapa anggota rombongan
menunjukkan keudikannya. Di jalan kami berpas-pasan dengan seorang ibu yang
membawa anaknya. Dengan isengnya mas Tisna bertanya pada sang anak apakah
seorang miners mirip dengan Sinchan? Si Ibu yang menjawab dengan kata
"sedikit mirip". Sementara dengan pedihnya sang Ibu mengatakan sesuatu untuk
Tisna, "Yang itu mirip Jaian," meledaklah tawa di dalam rombongan miners.
Usai melewati jembatan gantung merah, rombongan menuju pintu keluar dengan
kelelahan yang luar biasa.

Mas Arief berpamitan pulang, diiringi doa agar ia tidak kapok dengan tingkah
laku rombongan. Sementara itu miners yang lain pergi mencari macaroni
panggang. Karena jumlah yang sangat besar, rombongan terpecah menjadi tiga:
Angkot 1, Angkot 2, dan mobil Pakumis. Mengarungi kota Bogor terasa sulit,
terbukti dengan ketiga rombongan yang berserakan dimana-mana. Satu nyasar di
sini, satu di sana, satu lagi entah dimana. Dengan daya dan upaya, akhirnya
tiga rombongan itu bisa bersatu di macaroni panggang untuk istirahat dan
shalat. Tanpa disangka dan diduga, rombongan miners mendapatkan suatu
kejutan, DITRAKTIR MBAK NANI. Untaian lagu selamat ulang tahun, dan tragedi
Tisna ngembat pemotong macaroni menjadi penutup untuk acara Goes to Bogor
hari itu.

Terima Kasih untuk semua miners yang telah datang. Terima Kasih untuk PO dan
kru-nya. Mas Martin, Mbak Nani, Mas Narko, Mbak Erika, Mas Arief. Mohon maaf
jika keberingasan kami membuat acara yang telah disusun menjadi berantakan.
Semoga acara jalan-jalan ke depan bisa lebih ramai lagi. *bisik-bisik:
segini aja udah rame, gimana kalo 400 orang??

Director:
Martin
Crew:
Nani, Erika, Arief, Narko

Foto menyusul.


-- 
Bimo Widhi Nugroho
[EMAIL PROTECTED]
bimowidhi.multiply.com
YM: shippirly

Kirim email ke