Mo ngasih opini tentang tarif tol, walaupun mungkin agak telat.
Tarif tol emang naik, n banyak orang yang mengeluhkan setiap saat tarif naik
tapi kemacetan tetap ada. Fasilitas yang ada seperti derek gratis, hanya
sebatas tulisan. Seperti yang saya lihat pada salah satu stasiun tv yang
menanyakan langsung pada supir derek, bahwa memang untuk sekali derek
dikenakan tarif sekian. Klo memang bayar kenapa ada tulisan gratis??? Klo
harga naik, kenapa terus naik???
Yang pernah saya tahu, pembayaran tol itu adalah untuk mengganti biaya
pembangunan tol yang meminjam dari luar. tapi apa mau dikata jikalau
seharusnya biaya itu untuk membayar hutang malah menjadi berputar di tempat
'bisnis' suatu PT. dengan kata PT saja sudah merupakan suatu perusahaan yang
mempunyai omset besar yang digunakan sebagai keuntungannya. Kalau memang
buat negara or bangsa jangan sebut PT.

Maaf sebelumnya, klo ada salah2 kata. Hanya ingin ikut2ann share.

Kirim email ke