Kamis, 16 Juni 2005

Catatan Kehidupan - Cinta Allah




Ini cerita lama. Jadi ada anak kecil, penggembala kambing, di bukit- bukit,
diantara batu- batu, rumputnya tidak terlalu banyak sehingga kambingnya harus
berjalan, kadang berlari-lari ke sana kemari. Si penggembala mengikutinya di
tengah panas, kemudian sambil melihat kambingnya memakan helai- helai rumput.
Anak kecil ini melamun, berbisik, seolah- olah Tuha ada di depannya.



Wahai Tuhan, kata anak kecil ini, mbok saya boleh jadi tukang pijitmu. Kalau
kamu capek, aku mijitin kakimu. Tuhan ya..mau ya…kalau nanti Tuhan nanti
datang, saya akan masakin air, untuk bikin kopi, untuk bikin minuman. Apa saja
yang Tuhan suruh, pasti aku lakukan, asalkan Tuhan menerima aku menjadi
pembantu rumah tangga.



Pokoknya dia berkata pada Tuhan sampai Nabi Musa lewat dan dia dibentak sama
Nabi. "Eh, kamu! Sama Nabi Musa yang suara sangat besar seperti seorang
kaisar. Hei, anak kecil kamu ngomong apa itu? Emangnya Tuhan butuh pijit? Tuhan
butuh minuman? Emangnya Tuhan buth begitu-begitu?"



Tapi sebelum Musa selesaikan kalimatnya, Malaikat Jibril lewat. "Musa,
kamu diam. Biarkan hamba-hamba Allah menyatakan cintanya kepada Allah dengan
caranya masing- masing dengan batas kemampuannya masing-masing, dengan
bahasanya masing-masing. Dan dengan bentuk kemesraannya masing- masing".
Musa terdiam seribu bahasa.



Teman- teman saya, mohon dekatlah sama Allah, tanpa batas feodalisme, tanpa
batas sopan santun ala manusia. Bermesralah, bermanjalah kepada dia seolah-
olah dia dalah kekasihmu sendiri, yang kamu bisa mengelendotkan badanmu, di
tangan atau kakinya.


 


Catatan
Kehidupan


Emha Ainun Nadjib


 






      
____________________________________________________________________________________
Check out the hottest 2008 models today at Yahoo! Autos.
http://autos.yahoo.com/new_cars.html

Kirim email ke