saya mau sedikit urun rembug ttg outsourcing ya..
dasar outsourcing tuh adalah psl 64 UU Ketenagakerjaan "the company can hand
over a part of work to other company through agreement o wholesale work or
providing of worker`s/ or labourer`s service that is done in written."
lanjut di psl 65 ayat 2-nya "the work that can be handed over to other
company as meant in paragraph (1) should fulfill requirements as follows:
a. it is done separately from the primary activity;
b. it is done with direct order or indirectly;
c. it is a kind of supporting activity of the company as a whole; and
d. does not hamper production process indirectly."
psl 66 ayat 1 "worker/ labourer from worker`s/ labourer`s service supplier
company cannot be used by the work giver to carry out basic activity or
activity that relate directly with production process, except for supporting
service or the activity does not relate directly to production process."

Jadi outsourcing dan headhunter rada beda mbak.
Kalo peursahaan outsourcing [sebut PT.A], dia ngumpulin orang yang mau
kerja, nanti dia cariin kerjaan buat orang2 itu. Misal nanti dia dapetin
kerjaan buat pekerjanya di PT.B, maka si pekerja itu kerjanya di PT.B, tapi
sebenernya hubungan kerjanya dengan PT.A, terbukti misalnya gaji segala
macem dari PT.A. Tentu saja PT. A dapet duit buat nggaji si pekerja ya dari
PT.B, terus dipotonglah ama dia, baru kemudian dikasihin ke pekerja. Ciri
paling mudah untuk niteni [bahasa indonesianya apa yah] adalah misal kita
liat dari slip gaji aja, pernah nemu.. orang kerja sehari-hari di ABN Amro
tp pas gajian tuh slipnya dari PT. apa gitu.
Hubungan kerja outsourcing adalah sangat nggak sehat, misal nih, si PT.B gak
suka ama nih pegawai, dengan mudah dia tinggal minta PT.A untuk ngganti nih
orang dengan orang lain di PT.A itu, gak perlu PT.B mikirin pesangon segala
macem.
Tp apa boleh buat, ini sesuai dengan konsep yang lagi berkembang didunia
luas, indonesia mah ngilu2 wae lah..
Pernah ada temuan, di pabrik susu besar di jatim, sama2 kerja di line yang
sama, bisa2nya yang satu outsourcing yang satu bukan, akibatnya apa.. gaji
beda, tunjangan kesehatan beda.
Oh iya, 1 lagi, biasanya perusahaan outsourcing suka nakal, dia minta
tunjangan kesehatan ke PT.B, tapi gak dikasihin ke pekerjanya..

Sementara kalo headhunter, misal jobsdb dll. Calon pekerja masukin data ke
preusahaan itu, nanti kalo ada PT yang mau cari tenaga kerja, dia tinggal
kontak si headhunter, nanti headhunter tinggal cari di databasenya siapa
kira2 yang cocok, nanti tinggal disambungin deh antara si PT dengan pencari
kerja. Headhunter biasanya gak memungut biaya dari pencari kerja, tapi PT
yang mau pake jasa headhunter itu harus bayar ke headhunternya.
Nah ini praktek yang bener, mosok orang mau cari kerja kok diminta duit
dulu..

Jadi harap dibedakan antara outsourcing dengan headhunter. Kalo headhunter
tuh gak ada hubungan kerja antara dia dengan pekerjanya, tapi dia yang
mempertemukan pencari kerja dengan yang butuh tenaga kerja
Kalo outsourcing, dia adalah perusahaan yagn gak punya kerjaan yang harus
dikerjakan, yang nanti dikerjakan oleh pekerja ya dilakukan di perusahaan
yang kerjasama ama dia itu [PT.B]. Halah.. lieur bahasanya...

Gitu dulu deh mbak Mia.
Moga-moga bisa bikin cerah dan gak bikin makin pusing.
Kalo masih pusing, mari diskusi lagi, bisa japri, bisa jarum.

adi.

_______________________________________________________________________

3c.     Posted by: "Bona mia" [EMAIL PROTECTED]
    Date: Wed Sep 26, 2007 9:29 pm ((PDT))

Saya ga nyari prshn outsourcing ato head hunter. Tp ada prshn yg
bergerak dbidang tsb & sy pengen tau cara kerjanya. Kan ga mo kena
omongan mereka dunk. Qra2 u/ perusahaan outsourcing/head hunter yg
baik itu yg bagaimana? Thx bgt atas infony.

On 9/27/07, unggono wahyu priharyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> mbak mia...
>   situ nyari outsourching atau Head hunter neh
>   klo gak salah untuk outsourching lebih banyak menyalurkan tenaga kerja
> level bawah tapi klo head hunter menempatkan orang-orang untuk level atas
>   untuk outsourching kita-kita yang ngedatangin ke mereka untuk minta
> dicariin kerjaan di suatu perusahaan
>   tapi klo untuk head hunter, merekalah yang mencari kita untuk
ditempatkan
> disuatu perusahaan (bulan lalu ada tuh film-nya di tv swasta, dimana
> si-headhunternya sampai mencari info pribadi sedetil mungkin tentang orang
> yang akan di "bajak" agar mau pindah ke perusahaan yang lagi ngebutuhin
ntu
> orang, sampe-sampe ngebujuk via istri dan anaknya)
>   saya pernah sekali dihubungi oleh suatu perusahaan headhunter gitu, dan
> mereka tanpa tedeng aling-aling menyuruh saya pindah ke perusahaan lain
yang
> masih baru dan berafiliasi dengan perusahaan di AS dengan iming-iming gaji
> dan fasilitas yang menggiurkan, tapi karena sadar bahwa bahasa inggris
saya
> nyungsep gak begitu lancar saya gak berani terima tantangannya walaupun
> mereka maksa untuk "istilah mereka membantu dulu itu perusahaan baru"
>   herannya ya.. kaya di film itu, mereka tau saya kerja dimana, perusahaan
> saya bergerak dalam bidang apa, saya lulusan mana, mereka tau semua data
> saya yang katanya dapat referensi dari suatu sumber tapi mereka gak mau
> nyebutin siapa itu sumbernya
>   itu aja info dari saya, smoga membantu
>
>   anto bojongkulur


Kirim email ke