Kamis, 27/09/2007 12:48 WIB
ST Telemedia 'Serang' Tarif Satu Rupiah XL
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Jakarta - Entah kesal karena dipojokkan dengan pertanyaan seputar kartel tarif, 
Singapore Technologies Telemedia (STT) selaku pemilik saham mayoritas Indosat 
tiba-tiba malah mengomentari tarif Rp 1 per detik milik Excelcomindo Pratama 
(XL).

SVP International Operation STT Jaffa Sany Ariffin merasa tidak diperlakukan 
adil jika anak-anak perusahaan Grup Temasek dituding melakukan monopoli 
telekomunikasi dengan tuduhan price fixing pada tarif seluler Indosat dan 
Telkomsel.

"Kami bisa membuktikan tarif yang diberikan Indosat jauh lebih murah ketimbang 
pemain seluler lainnya seperti XL. Bagaimana kami bisa dituduh melakukan 
monopoli atau kartel tarif, justru XL yang melakukan kecurangan dalam skema 
tarif satu rupiahnya," sergah Jaffa usai acara buka puasa bersama wartawan di 
Wisma Metropolitan, Jakarta, Rabu malam (26/9/2007).

STT menilai, XL tidak transparan kepada pelanggannya dalam penawaran tarif Rp 1 
per detik karena tidak menjelaskan secara rinci pada menit ke berapa tarif 
tersebut dapat dinikmati. "Tarif satu rupiah per detik XL baru berlaku setelah 
menit kedua. Artinya, pelanggan XL harus menghabiskan banyak pulsa terlebih 
dahulu selama dua menit pertama," ujarnya.

Padahal, kata dia, rata-rata panggilan keluar (minute of usage) pelanggan XL 
hanya satu menit setiap harinya atau 30 menit per bulan. Angka itu, lanjut 
Jaffa, jauh lebih rendah ketimbang penggunaan yang dilakukan pelanggan Indosat 
dan Telkomsel.

"Pelanggan Indosat rata-rata melakukan panggilan keluar selama 1,5 menit per 
hari atau 48 menit per bulan, sedangkan pelanggan Telkomsel melakukan panggilan 
keluar sekitar 2 menit per hari atau 58 menit per bulan," klaim Jaffa. "Jadi, 
dengan rata-rata panggilan keluar satu menit per hari, mana mungkin pelanggan 
XL mendapatkan benefit satu rupiah per detik seperti yang dijanjikan," ketusnya.

XL dianggap Jaffa telah berusaha mengelabui publik demi mempertahankan 
pelanggannya sekaligus menggenjot pelanggan baru, serta menekan jumlah kartu 
hangus (churn rate). "Dengan cara komersialisasi seperti ini, XL nampaknya 
mencoba untuk merebut pasar menengah ke bawah yang tidak begitu mengerti soal 
trik pemasaran macam ini," kata dia.

Ketika dimintai konfirmasi seputar tudingan yang dialamatkan pada struktur 
tarif promosi XL, Head of Corporate Communication XL Myra Junor mengaku telah 
menjelaskan kepada regulator mengenai skema tarif Rp 1 per detik yang baru 
berlaku setelah dua menit pertama itu.

"Mereka mengerti dan tidak ada keberatan," klaim Myra. "Materi iklan XL ada 
yang bersifat national campaign dengan penjelasan bahwa pemberlakuan 
berdasarkan waktu dan lokasi yang berbeda. Sementara materi iklan yg berada di 
daerah akan merinci masa berlaku tarifnya, sifatnya localized advertising," 
imbuhnya.


Edukasi Pelanggan

Masih terkait soal tarif, Direktur Regional Sales PT Indosat Tbk Syakieb A. 
Sungkar sebelumnya juga mengatakan, kebanyakan operator sering menjual produk 
tertentu dengan keterangan yang tidak lengkap. "Karena biasanya di balik 
promosi tarif murah ternyata di dalamnya banyak berisi jebakan."

Menghindari hal tersebut, Indosat berjanji akan terus mengedukasi masyarakat 
mengenai promosi tarif yang diberlakukan. "Kami berani bilang tarif Indosat 
lebih murah karena memang lebih murah, bahkan hingga 93% lebih murah dari 
kompetitor sejenis. Buktinya tarif seluler kami cuma Rp 50 per 30 detik, di 
mana sejak menit pertama sampai menit ke 14 memiliki tarif yang sama yaitu Rp 
100, dan baru sejak menit ke-15 tarifnya menjadi Rp 1.500," ujarnya. "Baik CDMA 
maupun GSM, tarif Indosat juga yang paling murah. Tarif CDMA kami hanya Rp 0,31 
per detik, Rp 9,5 per 30 detik, dan Rp 19 per menit," katanya lagi.

Syakieb menjelaskan, besaran tarif sangat dipengaruhi oleh investasi atau 
belanja modal, nilai penyusutan perangkat, dan jenis perangkat Base Transceiver 
Station (BTS) yang digunakan. Ia merasa Indosat tidak merasa terancam terhadap 
tarif promosi yang digencarkan kompetitornya dalam mendulang pelanggan. "Karena 
selain menawarkan tarif murah, kami juga mengandalkan kualitas jaringan. Oleh 
sebab itu kami tetap optimistis," tandasnya.
( rou / ash )

Kirim email ke