Pagi..

Motivation of the day hari ini, sangat berarti bagi aku pribadi..
Bersyukurlah dirimu, Mega.. bahwa hari ini masih beri jiwa + akal yang sehat..
Terima Kasih, Ya.. Allah.. :)

Mega
================================================
Pengemis dan Nasi Bungkus

Ada sebuah kisah menarik tentang tiga orang pengemis yang sedang
tiduran di emperan sebuah toko. Karena hari begitu malam dan disertai
hujan yang sangat lebat. Membuat mata mereka begitu mengantuk.
Akhirnya mereka tertidur lelap. Esok hari ketika mereka bangun. Mereka
dikejutkan karena disamping mereka sudah ada tiga bungkus nasi yang
masih hangat. Entah siapa yang meletakkan nasi tersebut. Yang penting
bagi mereka itu adalah karunia dari tuhan. Pengemis pertama merasa
senang luar biasa. Dan tanpa basa basi. Dia langsung menyantap
hidangan pagi itu. Ketika perut sudah kenyang. Dia pun kembali lagi
tidur. Pengemis kedua merasa senang juga. Tapi dia terus bertanya
dalam hati siapakah yang bermurah hati mau memberi mereka rejeki di
pagi hari ini. Dia pun melihati nasi tersebut. Isinya pun sederhana
sekali. Hanya satu butir telur dan sedikit sayuran. Dan dia bertanya
dalam hati, kok bukan ayam. Memberikan rejeki kok tanggung-tanggung.
Sambil terus bertanya dia pun menghabiskan nasi tersebut.

Lain halnya dengan pengemis ketiga. Dia memang senang tapi ditahannya
terlebih dahulu. Sambil mengambil posisi berdoa, dia pun mengucap
syukur kepada Tuhan. Karena sudah diberi sebuah karunia di pagi hari
ini. Dan dia mendoakan semoga yang memberikan nasi ini diberikan
rejeki yang berlebih. Terakhir barulah dia makan nasi terebut dengan
lahap.

Bila anda disuruh memilih, dari ketiga pengemis tersebut mana yang
paling anda sukain? Pasti jawaban anda adalah pengemis ketiga. Cerita
diatas mengajarkan kita bagaimana kita perlu bersyukur pada saat
menerima pemberian orang. Saat si pengemis ketiga, menerima bahwa nasi
tersebut adalah rejeki bagi dia.

Maka hal yang pertama dia lakukan adalah BERSYUKUR Lalu dia pun
berdoa. Semoga yang memberikan rejeki bagi dia, dilipat gandakan
rejekinya. Dan terakhir baru dia bisa menikmati rejekinya. Menurut
orang bijak, yang membuat kita banyak tenggelam dalam derita adalah,
kurang terampilnya kita mensykuri nikmat.

Langkah bersyukur ini menjadi kunci pokok, bila kita mau mengaktifkan
attractor faktor kita. Marilah kita nikmati karunia Tuhan dengan penuh
kesyukuran. Selain akan menjadi amal, karunia tersebut akan mewarnai
hidup kita dengan penuh kenikmatan dan kesyukuran. Setiap susah senang
yang kita dapati, harus membuat kita lebih fokus lagi kepada Tuhan,
bukan malah menjauhinya.

Daniel Kurniawan
[Mind Educator]

Kirim email ke