Bicara JALUR BUSWAY.... Pertanyaan: "KENA PROYEK JALUR BUSWAY di bangun" Jawaban: Melihat kondisi DKI Jakarta yang begitu padatnya, jumlah kendaraan baik roda 2,3,4,dst sudah lebih banyak dibandingkan jalan yang tersedia di DKI Jakarta. Jumlah kendaraan yang masuk dari luar kota yang mencapai angka lebih dari 600ribuan juga makin mengkuatirkan. Disinilah Pem-Prov DKI Jakarta memikirkan, dengan keberanian Mr. Sutiyoso, akhirnya beliau membangung proyek ini (walau dengan caci maki sana sini). Setelah proyek ini, menurut evaluasi di tahun pertama ternyata mengurangi penggunaan kendaraan di daerah jalur Buswa Koridor I (Kota - BlokM) sebesar 14%. Ini lah yang akhirnya memotivasi untuk membangun koridor2 berikutnya. Koridor II & III yang telah dibangun memangkas perjalan yang biasanya dari Pulogadung ke Kalideres bisa lebih dari 2jam kini hanya 45 menit saja, begitupula dengan III,IV,V & VI. Namun masyarakat masih belum siap untuk menerima peralihan ini, kita semua yang memiliki kendaraan tetap memilih kendaraan sendiri dibandingkan menggunakan busway (karena untuk mendapatkan halte busway dari rumah tetep menggunakan bus reguler/mikrolet/angkutan lainnya). AKhirnya dengan ketidaksiapan dari Pem-Prov dan kesalahan Fatal membangun secara serentak (Flyover, Underpass, Busway, Aliran Air, Penggalian Kabel, dll), makanya jumlah jalan semakin menyempit ditengah-tengah padatnya jumlah kendaraan yang ada di DKI Jakarta. Makanya... makin banyak waktu yang terbuang untuk hal ini. Kondisi ini juga yang akhirnya dari pihak yang seharusnya memberi panutan (Aparatur Negara, Polisi, Tentara, dll) masuk jalur busway (ini bisa kita lihat di jalur busway kramat raya, daan mogot) agar cepat sampai. Nah akhirnya masyarakat mulai mengikutinya masuk jalur busway (pasar rumput, daanmogot, cililitan/kramat jati, senen, sepanjang jalur kalideres, buncit, dll), karena semakin banyaknya yang masuk dan ketidak tegasan dari aparatur menindak, maka makin banyak pengendara yang masuk keJalur busway (polisi juga gak berani nangkep, karena terlalu banyak pelanggar). Masih ingat kasuh Wapres Hamzah Has yang masuk jalur Busway karena mace... bukan main masyarakat mencaci maki dia, tapi sekarang, kalau mau cepat ya masuk jalur busway.
Yang perlu kita pahami kalau macet, kemacetan merupakan salah satu pemborosan, baik itu pemborosan bahan bakar yang kita gunakan (karena kita bakar bbm tersebut, kendaraan tidak berjalan), akibat pemborosan ini, maka uang pun akan banyak terkeluarkan. Nah, makin banyak BBM yang dikonsumsi, maka makin banyak pengeluaran subsidi untuk premium yang digunakan. Dan kalau makin banyak subsidi yang dikeluarkan pemerintah, maka makin banyak Pinjaman Luar Negeri yang akan digunakan, nah kalau makin banyak HUTANG Negara ini, maka makin lama Indonesia keluar dari Krisis berkepanjangan ini. Nah, loh... apa hubungannya Jalur Busway dengan Krisis... Sebenernya kadang2 saya setuju dengan pengalihan jalur yang lebih cepat, karena dengan mengambil jalur busway, maka pembakaran BBM dipakai seperlunya sesuai dengan jarak kendaraan menempuh perjalanan (seperti halnya, kalau macet, maka penggunaan BBM sia-sia) walaupun tidak disiplin. Nah, kalau saya patuh peraturan, maka dengan melihat kondisi kemacetan yang setiap hari makin parah, maka akan ada pemborosan pengunaan BBM. Pertanyaan: Trus Solusinya gimana?? Jawaban: 1. Sebenarnya gampang sekali, supaya pemerintah mau sukses dengan proyek jalur busway-nya, maka di setiap halte2 busway, atau minimal ada lahan/gedung yang jaraknya kurang dari 200meter dibuat tempat parkir. Jadi, ketika saya yang dari arah BOGOR, keluar di UKI, langsung masuk parkir diwilayah UKI, lalu menggunakan Busway menuju kantor saya. Lalu, perbaiki Armada BUS2 pengumpan, misalnya dari BOGOR, BEKASI, TANGERANG, DEPOK ke Halte2 terdekat BUSWAY (semua Aman, Nyaman & Tenteram). 2. Pertinggi PAJAK Kendaraan Bermotor khususnya bagi orang yang akan membeli kendaraan lebih dari 2 (tapi biasanya, banyak orang2 mengakali dengan membuat pemilik kendaraan berbeda-beda nama agar pajak jadi murah) 3. Khusus kendaraan yang dipergunakan sebagai Angkutan Massal beri subsidi sebesar-besarnyanya agar angkutan massal menjadi murah, dan bebankan subsidi tersebut ke kendaraan pribadi 4. Atur pemakai jalan, misalnya, semua kendaraan sejenis TRUK diperbolehkan masuk ke DKI Jakarta di atas jam 23.00 - 06.00, Jalur Khusus Roda 2 (namun perbaiki dulu jalur khusus ini sebelum memutuskan). 5. Atur kembali JALUR HIJAU dan JALUR PEJALAN Kaki (Karena selama ini dipergunakan untuk Kaki Lima) 6. Atur kembali pembangunan2 baik itu waktu pelaksanaan dan jam pembangunan (jangan sekaligus dongggg) Pertanyaan: "Trus apa hubungannya dengan semua hal itu dengan masuk jalur busway." Jawaban: 1. Kalau semua dilaksanakan dengan teratur, siapa yang mau masuk jalur busway, lah jalur biasa aja lancar kan?? 2. Nah, kalau dah gini kan mendingan naik Busway, udeh cepat, aman, nyaman. Karena makin banyaknya orang naik busway, maka makin berkurang yang menggunakan kendaraan pribadi dan akibatnya, ya lancar itu tadi... jadi "siapa juga yang mau masuk jalur busway kalau jalur biasa lancar" (yang penting armada busway di perbanyak) Inilah yang harus dipikirkan untuk menyelesaikan, bukan dengan cara melarang itu dengan denda itu, melarang ini dengan denda ini. Cari akar permasalahnnya..... Waduh.... kok jadi panjang ya pembahasannya...... Tapi ya sudahlah, inikan cuma pemikiran gw sebagai warga biasa.... :p ----- Original Message ----- From: Muhammad Vheztaqwil To: [email protected] Sent: Thursday, October 04, 2007 2:57 PM Subject: Re: [IListeners] Fwd: [travelagent_bikerscommunity] [TRAVIC - TRAVEL AGENT BIKERS COMMUNITY] Masuk Jalur Bus Way...Didenda...50 J... yang bener tuh !!!! apa kalo pejabat diperbolehkan menggunakan jalur khusus tersebut,secara tadi malam aja pejabat2 pada lewat jalur tersebut? yang pasti dinegara ini pejabat or yang sering diplesetkan orang tenar dinegara hampir gak punya konsistensi.. seenak perutnya bikin peratura but dia juga yang melanggar!!! apa mereka kalo ditilang bakal bayar tilang or sidang? I beth yang jujur kayak gitu diantara mereka cuma 1:99, paling juga kalo ditilang mereka nyengir2 kepolisi tersebut sambil tangan megang hp and menghubungi koleganya dijajaran atas... mana keseimbangan ekosistem negara!!!!!! muhammad vheztaqwil (awil) +6285280702298 +622199627998 T.299.JV ----- Original Message ---- From: R_i_P <[EMAIL PROTECTED]> To: agus hariyanto <[email protected]> Sent: Thursday, October 4, 2007 2:29:54 PM Subject: Re: [IListeners] Fwd: [travelagent_bikerscommunity] [TRAVIC - TRAVEL AGENT BIKERS COMMUNITY] Masuk Jalur Bus Way...Didenda...50 J... Hello agus, Thursday, October 4, 2007, 2:08:01 PM, you wrote: > Note: forwarded message attached. > Agus ======<my answer 4 u>===== yach mudah2an bisa beneran tertib.. asal kl yg lewat "pejabat" ato "oknum angkatan" pulisinya ngga tutup mata adja. tau sendirilah kelakuan aparat dinegri ini... -- Best regards, RushLie mailto:justreply ---------ooOOOooo- --------- - Let's Fight !!! http://s6.gladiatus .com/game/ c.php?uid= 65519 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
