Udah Giniii aza.. kita di suruh Rendah Hati....
Note: forwarded message attached.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--- Begin Message ---
Anwar Ibrahim : Kerendahan Hati Kunci Rekonsiliasi Hubungan RI - Malaysia.
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengharapkan adanya sikap
kerendahan hati bangsa Indonesia dan Malaysia untuk meredam memanasnya hubungan
kedua negara belakangan ini.
Pasalnya, kerenggangan hubungan kedua negara ini disebabkan berbagai faktor
yang kompleks. "Kerendahan hati itu penting untuk menjaga hubungan baik kedua
negara. Misalnya untuk kasus lagu Rasa Sayange, tidak ada salahnya pihak
Malaysia meski suka lagu itu tapi mau dengan rendah hati mengakui diambil dari
Indonesia," katanya dalam diskusi Peningkatan Hubungan Indonesia dan Malaysia
menuju Tatanan Kehidupan Global yang Berkeadilan dan Bermartabat di Habibie
Cemter, Jakarta, Senin (29/10).
Anwar menambahkan, masyarakat Indonesia juga dengan rendah hati memaafkan
masyarakat Malaysia dengan adanya berbagai kasus TKI dan sikap anti Indonesia
belakangan ini. Menurutnya, sikap anti Indonesia itu tidak menggambarkan
seluruh sikap rakyat Malaysia, hanyalah sikap dari kebijakan politik penguasa
Malaysia saat ini.
"Masalahnya kebebasan pers dan demokrasi di Malaysia tidak seperti di
Indonesia. Kasus-kasus penyalahan terhadap TKI atau warga Indonesia hanya
ditulis kecil, sedangkan kasus penyalahan oleh warga Indonesia
dibesar-besarkan. Jadi masyarakat Malaysia tidak tahu apa yang sebenarnya
terjadi," ungkapnya.
Terkait kasus TKI, Anwar melihat pokok permasalahannya adalah pada agen
perantara yang meminta bayaran besar tetapi tidak memberikan penjelasan secara
detail tentang kewajiban dan tugas mereka. Selain itu, lanjutnya, agen-agen TKI
juga tidak benar-benar menjamin pekerjaan yang jelas dan hak-hak TKI lainnya.
"Karena itu menurut saya, agen-agen TKI itu adalah sama dengan perbudakan
modern," tandasnya.
Lebih jauh, Anwar menyayangkan sikap pemerintah Malaysia yang tidak secara
tegas menindak pihak-pihak yang melakukan melakukan penganiyaan terhadap hak
asasi para TKI itu. Ia menjelaskan, kondisi pembiaran itu ditambah dengan
kasus-kasus lain yang lebih ekstrem seperti pelecehan dan perkosaan TKI, serta
pelanggaran hak diplomatik salah satu isteri anggota kedutaan indonesia membuat
hubungan kedua negara semakin memanas.
Anwar mengakui pemerintah Malaysia memang memiliki kecenderungan politik untuk
meremehkan masalah TKI. Namun, kondisi ini juga diperparah dengan tidak adanya
sikap tegas pemerintah Indonesia untuk mendorong dan memfasilitiasi
terpenuhinya hak-hak TKI di Malaysia. "Itu lah, sekali lagi dibutuhkan
kerendahan hati dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan perkara ini,"
pungkasnya.
Anwar hadir dalam acara itu berdasarkan undangan langsung mantan Presiden
Habibie, yang juga pendiri yayasan tersebut. Meski Habibie tidak hadir dalam
diskusi itu, keberadaannya diwakilkan Direktur Eksekutif Habibie Center Watik
Pratiknyo dan Wakil Dewan Pengurus Bidang Maritim Abu Hartono yang mendampingi
Anwar menyampaikan pemikirannya. (Media Indonesia).
--- End Message ---