Kemarin, aku, mbak Mia, dan mbak Nani, bertemu di bedah buku Laskar Pelangi yang diadakan di Gramedia Matraman. Setiap orang punya tujuan sendiri-sendiri. Mbak Mia ngebet banget ketemu Bang Ikal (panggilan sayang si Andrea Hirata), mbak Nani selalu mengasah kemampuannya menghasilkan gambar-gambar indah nan rupawan (ciieh), sementara aku cukup puas menikmati kulit putih paras ayu Wulan Guritno ahahahahaha..
Ruangan yang tidak begitu besar disesaki oleh penggemar Laskar Pelangi. Banyak yang sudah membaca hingga ke buku Edensor. Euforia buku ini aku rasa hampir setara dengan Harry Potter. Kelebihannya, buku berdasarkan kisah nyata ini menggapai ke seluruh usia. "Lebih inspiring" menurutku. Andrea Hirata adalah sosok yang sangat rendah hati. Ia bukanlah seorang penulis, karena ia kebetulan tercebur ke dunia sastra ini. Ketika ditanya apa resep menulisnya, ia tidak dapat menjawab. "Dulu Ibu saya tak pernah membayangkan anaknya jadi penulis terkenal", buru-buru ia menepuk mulutnya dengan tangan. "Takabur," Sayangnya acaranya tidak didukung oleh fasilitas yang nyaman. Ruangan bedah buku sangat sempit sehingga penonton harus berdesakan. Bagi anak miners, ada satu sosok yang mengundang senyum geli. Ternyata salah satu miners punya kembaran... Untuk bukti2nya akan dipost nanti oleh mbak Nani.. -- Bimo Widhi Nugroho Moderator IListeners [EMAIL PROTECTED] momosays.blogspot.com YM: shippirly
