Untuk apa sih mereka demo ??
berapa biaya yang mesti mereka keluarkan untuk suatu 'kegiatan' yang lebih 
banyak mengganggu aktivitas orang lain. Bayangkan kalo mereka yang lewat 
kuningan mo ke rumah sakit, mo interview, janjian ketemu klien atau mahasiswa 
mo ujian ???
kenapa nggak bikin 'pukulan' yang lebih telak ke Malaysia dengan kegiatan yang 
lebih 'mulia'. Misalnya bikin aja Festival Reog seDunia, undang Reog yang ada 
di seluruh Indonesia, Malaysia, Suriname dll yang memang ada. Nah pada event 
tersebut, tunjukkan bahwa kalo memang Reog tuh asli Indonesia. caranya, 
PIKIRKAN !!!

Nah sekarang, setelah demo. Apakah Malaysia akan mengakui kalo Reog itu asli 
Indonesia ? Belum tentu. Trus mau apa ? demo lagi ??
Atau kalau Malaysia mau mengakui bahwa Reog itu punya Indonesia, trus mau apa ? 
apa untungnya bagi mereka yang demo ?? apa mereka otomatis jadi lebih sejahtera 
?? apa Malaysia mesti bayar royalti ke kita ??
Pengakuan itu memang perlu, tapi kalau pengakuan yang keluar karena 'todongan' 
apa esensinya ?? 

Setelah ini mo apa lagi ??
Kelihatannya kita makin kehilangan arah, ibaratnya kita main bola cuma mengejar 
kemana bola bergulir tapi kita tidak tahu mesti menendang ke arah mana, gawang 
lawan di mana, seringkali malah membuat goal ke gawang sendiri. Trus kalo kita 
kalah, wasit yang kita pukulin.....

Kirim email ke