SEBAGAI simbol kekecewaan, rangkaian unjuk rasa anti-Malaysia terus
berlanjut mengecam sikap Malaysia yang telah mengklaim berbagai kepemilikan
kekayaan mutlak negara Indonesia.

DIPONEGORO, (GM).-
DIPONEGORO, (GM).- Negara jiran Malaysia mengancam akan mengklaim bahasa
nasional Indonesia sebagai bahasa Melayu (bahasa Malaysia). "Pemerintah
Malaysia akan mengklaim bahasa Indonesia sebagai bahasa Melayu. Karena
bahasa Melayu adalah bahasa Malaysia," ujar Wakil Duta Besar Malaysia untuk
Indonesia, Datuk Abdul Azis Harun kepada wartawan di sela-sela helaran
"Kemilau Nusantara 2007" di Gedung Sate Bandung, Minggu (25/11).

Ancaman tersebut, katanya, akan dilaksanakan apabila masyarakat dan
pemerintah Indonesia masih mempermasalahkan klaim Malaysia terhadap kesenian
reog Ponorogo dan lagu "Rasa Sayange".

Menurutnya, lagu "Rasa Sayange" dibuat pada 1907 dan reog Ponorogo jauh
lebih tua karena muncul saat bangsa Indonesia belum lahir. Yang ada pada
waktu itu, baik Indonesia maupun Malaysia satu rumpun dan disebut Nusantara.

"Masyarakat dan pemerintah Malaysia menganggap Indonesia dengan Malaysia
adalah bagian dari Nusantara. Munculnya permasalahan ini, karena bangsa
Indonesia mempersempit arti Nusantara tersebut," tambahnya.

Sedangkan negara-negara yang masuk ke dalam Nusantara itu, ujarnya, selain
Indonesia dan Malaysia, ada Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand
bagian selatan. Jadi apabila ada kesenian lagu tradisional Indonesia yang
berkembang di Malaysia, hal itu merupakan sesuatu yang wajar, karena
kesenian itu dibawa oleh suku-suku di Indonesia ke Malaysia sejak ratusan
tahun lalu.

"Suku-suku di Indonesia datang bersama seni dan budaya tradisional dan
dikembangkan di Malaysia. Kami tidak mungkin memisahkan mereka dengan seni
budayanya," ujarnya.

Abdul Azis pun menyebutkan, pemerintah Indonesia dan Malaysia telah
membicarakan masalah yang saat ini ramai diperbincangkan, seperti seni reog
Ponorogo dan lagu "Rasa Sayange". Dalam pembicaraan tersebut, katanya,
pemerintah Malaysia lebih mengedepankan persatuan Nusantara. "Namun secara
detailnya, saya tidak tahu hasil dari pembicaraan antara Menteri Kebudayaan
dan Pariwisata RI dan Menteri Kebudayaan Malaysia," paparnya.

Dia pun menyebutkan, kasus kesenian tradisional reog Ponorogo dan lagu "Rasa
Sayange" ini menjadi ramai lebih karena pers Indonesia. Sedangkan pers
Malaysia sendiri, tambahnya, tidak terlalu membesar-besarkan masalah
tersebut. "Pasalnya, kedua kesenian tersebut sudah ada di Malaysia sejak
ratusan tahun lalu, yang dibawa orang Indonesia dan kemudian menetap di
Malaysia," paparnya. (B.81)

sumber dari: 
http://www.klik-galamedia.com/20071126/kolomlengkap.php?kolomkode=20071126054353
<http://www.klik-galamedia.com/20071126/kolomlengka+p.php?kolomkode=20071126054353>

-- 
LELAKI SEJATI OPER GIGI TARIK KOPLING
"Berpikirlah Positif, Dunia Akan Tersenyum"
Suzuki Tiger B6770TGB
S2W 117
HTML 937
Vilani Tiger Club 0000

Kirim email ke