Lilin Pada Mi Instan
Beritanya menyatakan bahwa mi instan mengandung lapisan lilin.
Sempat juga masuk ke koran PR 2 Nov 2006. (yang katanya : Dan, pada hari kamis 
(9/11) tulisan yang memperbaiki tulisan sebelumnya sudah terbit dalam halaman 
kampus.)



--------------------------------------------------------------------------------

To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]

Yth. Bpk.Agus Rakasiwi & redaksi 'PR'

Menanggapi artikel yang ditulis oleh Bpk.Agus Rakasiwi, 'Hindari Makan Mi 
Instan Setiap Hari' di 'PR' hari Kamis, 2 November 2006 halaman 21 ('Kampus'). 
Ada beberapa kesalahan yang fatal dimuat di artikel tersebut yang dibaca oleh 
sangat banyak orang.

Saya tahu kalau artikel tersebut bertujuan baik, namun banyak isi artikel 
tersebut yang dikutip dari sumber-sumber yang tidak jelas, termasuk e-mail yang 
di-forward dari milis ke milis yang isinya sebagian besar adalah bohong & 
penulisnya tidak jelas (tergolong 'spam'), misalnya soal isu mi instan yang 
dilapisi lilin, padahal setahu saya, itu sama sekali tidak benar.
Kalau betul begitu, maka di air rebusan mi instan ketika dimasak akan 
'mengapung' lilin cair. Juga, di daftar komposisi mi tidak dicantumkan apapun 
yang berkaitan dengan lilin.

Hal ini dapat menimbulkan masalah hukum berupa tuntutan dari para produsen mi 
instan terhadap 'PR' & penulis artikel (Bpk. Agus). Atau, jika tuduhan itu 
berdasar (ada hasil analisis dari lab), maka dapat diajukan tuntutan pada para 
produsen mi instan karena membuat label yang tidak benar. 

Hal lain yaitu tulisan Bpk.Agus yang di paragraf 3 yang menyebutkan 'namun, 
informasi kedokteran menyebutkan terdapat kandungan zat-zat adiktif'. Saya 
sebagai dokter ingin bertanya, informasi kedokteran dari mana? Dari jurnal apa 
atau textbook mana? Harap disebutkan, karena saya belum pernah membaca hal 
semacam itu. Juga, ada kesalahan fatal ketika penulis tidak bisa membedakan 
bedanya 'aditif' dengan 'adiktif', 2 hal yang sangat berbeda.

Kalau garam, gula, cabai merah, dst (yang disebutkan Bpk.Agus) itu termasuk 
'zat adiktif', maka 'sembako' bisa disamakan dengan 'narkoba' yang memang 
berbahaya bagi kesehatan, otomatis pula kita akan sulit makan dengan rasa yang 
enak karena semua itu adalah bumbu dapur & sebagian besar adalah 'bahan alami' 
yang justru disarankan digunakan oleh Bpk.Agus.
Juga harus disebutkan mendapat data/hasil penelitian dari mana kalau tubuh 
membutuhkan waktu lebih dari 2 hari untuk membersihkan lilin & perilaku makan 
'yang demikian' meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker (paragraf 
4).

Yang justru lebih penting tapi tidak dibahas oleh Bpk.Agus adalah kandungan 
pewarna kuning (tartrazin) yang justru lebih berbahaya bagi kesehatan 
dibandingkan hal-hal di atas. Pewarna tersebut setahu saya bisa membuat 
kekambuhan pada penderita penyakit asthma & efek-efek negatif lainnya pada 
kesehatan.

Yang harus dilakukan justru adalah advokasi supaya produsen mi menghentikan 
penggunaan pewarna tartrazin pada produk-produk mi instan sehingga mi instan 
berwarna putih saja atau menggantinya dengan pewarna lain yang lebih aman, 
seperti beta karoten untuk warna kuning. Juga, membuatproduk khusus mi instan 
untuk anak-anak yang tidak menggunakan MSG & pewarna buatan.

Baiknya, segera dibuat klarifikasi atau tulisan lain yang meralat tulisan 
Bpk.Agus tersebut & diharapkan lebih berhati-hati di masa depan untuk memuat 
tulisan-tulisan semacam ini.

Terima kasih.
salam
Billy N.

Dokter & mahasiswa pascasarjana hukum kesehatan Unika Soegijapranata Semarang, 
tinggal di Bandung


--------------------------------------------------------------------------------

Link terkait :
* http://www.breakthechain.org/exclusives/noodles.html
* http://www.snopes2.com/toxins/noodles.htm

Entri ini dituliskan pada November 10, 2006 pada 5:34 pm dan disimpan dalam 
hoax. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 
pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu 
sendiri. 



  ----- Original Message ----- 
  From: indrajid yudono 
  To: ilisteners 
  Sent: Thursday, November 29, 2007 4:57 PM
  Subject: [IListeners] Sudahkah dibuktikan secara ilmiah ?


  Dear all,
  Di milis tetangga pernah ada yg posting, di i radio juga pernah gw denger, 
bahwa mie instant mengandung lilin. Makanya ketika matang, mie instant tidak 
lengket satu sama lain. Sementara tubuh membutuhkan waktu selama 3 hari untuk 
mengurai lilin. Kalau setiap hari kita mengkonsumsi mie instant, berarti akan 
ada penumpukan lilin di tubuh kita. Yg menjadi pertanyaan, bener ga sih mie 
instant mengandung lilin ? 
  Terus yg lainnya, bener ngga kalau sinar yg keluar dari mesin foto copy, 
ketika mesin sedang bekerja, bisa menimbulkan kanker mata ?
  Thx ya...

  O ya, Awil, tumben postinganmu mengharukan.... :)

  indra



   

Kirim email ke