Siang..

Temans.. mohon maaf, aku tidak bisa memberikan hadiah yang indah untuk mu..
Namun, hanya artikel ini ungkap hatiku kepadamu, Temans ..

Untuk Mbak Ida.. Happy Birthday To You.. maaf terlambat..

Happy days.. ^_^

Mega
===========================================
Teman adalah Hadiah

Teman adalah hadiah dari yang Maha Kuasa untuk kita.

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya
jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian
yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau
kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.

Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.
Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau
ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu
berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan
tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya
sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak
merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya
seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati,
kesombongan, amarah, dll.

Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar
dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKAN-lah karena mereka
pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta
karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita,
kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam
yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya
berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang
takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap
airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka
tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang
bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang
bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu
membosankan dll. Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik"
"Tidak ada yang cocok denganku"
"Teman-temanku sudah lulus semua"
"Aku ini buruk siapa yang bakal tahan denganku"
"Kisah hidupku membosankan"

Mereka tidak akan bilang:
"Aku tidak bisa menari"
"Aku membutuhkan kamu denganku"
"Aku kesepian"
"Aku butuh diterima"
"Aku ingin didengarkan"

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek,
entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya
ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya
yang sudah disiapkanNya buat kita.

Kirim email ke