Siang..

Disaat aku hampir putus asa..Temans ku bercerita seperti dibawah ini..
Dan membuatku tetap semangat... Cayo....

Semoga bermanfaat..

Mega
======================================================
*Jalani saja*


Abel adalah seorang seperti gadis pada umumnya, usianya sekitar 22-an, tidak
jelek untuk ukuran gadis kota, apalagi dia baru lulus dengan predikat yang
cukup bagus dari salah satu universitas ternama di negeri ini.

Bulan-bulan ini merupakan bulan-bulan sibuknya, meski dia pernah ditawari
bekerja di salah satu perusahaan milik pamannya, ia memilih mencari
pekerjaan baru lain yang dianggap lebih layak dan lebih cocok untuk dirinya.

Berpuluh-puluh surat lamaran pekerjaan ia kirimkan ke
perusahaan-perusahaan terkemuka, namun belum hingga saat ini belum nampak
hasilnya. Untuk mensukseskan harapannya, Abel sering menghabiskan waktu
untuk membaca-baca buku yang bisa membantunya dalam wawancara nanti.

"Cara mendapatkan pekerjaan dalam 14 hari", "Sukses dalam seminggu", "21
cara lolos wawancara", "Mengakali Psikotes", menjadi buku-buku sarapan abel
setiap hari.

Hari-hari awal wawancara mulai, Abel mulai mendapat panggilan wawancara dan
tes di beberapa perusahaan terkemuka, seluruh tes dan wawancara awal selalu
ia lewati hingga dia mau ke wawancara berikutnya.

Kebanyakan dari tes-tes yang dilalui Abel, selalu mengantarkan Abel hingga
test terakhir, namun sayangnya justru di saat-saat test terakhir itu Abel
tidak lulus. Hingga suatu saat Abel sangat bersemangat ia pasti diterima
oleh sebuah perusahaan internasional
yang bonafid dimana ia sangat yakin dapat lulus semua tes. Namun sayang,
meskipun ia begitu yakin dengan semua pengetahuan yang ia miliki apalagi
dibantu dengan kiat-kiat yang ia pelajari selama ini, tetap saja di ia tidak
diterima.

Akhirnya Abel duduk termenung, satu-satunya harapan dia untuk mendapatkan
pekerjaan di tempat bergengsi pupuslah sudah, di warung kaki lima di
belakang perkantoran mewah itu abel hanya duduk terdiam sambil membeli
sebotol limun yang tersedia disana.

Ibu tua yang berjualan di warung tersebut yang memperhatikan Abel sejak tadi
bertanya.
"Knapa mbak, sepertinya kehilangan sesuatu"?

"Oh, tidak bu, saya cuma merasa kesal, karena saya gagal lagi di tes
terakhir, padahal saya sudah tahu semua pertanyaan dan bisa menjawabnya
dengan sempurna" jawab Abel.

"Bukankah masih banyak pekerjaan lain untuk orang seusia dan secantik mbak
ini?" ujar si ibu.

"Sebetulnya banyak bu, hanya saja kurang cocok, sayang dengan ilmu
pengetahuan yang sudah saya miliki, lagipula saya yakin sekali saya lulus
dengan wawancara tadi " kata Abel.

Sambil mencuci gelas-gelas kotor, si ibu bercerita, "Perjalanan hidup tidak
bisa diselesaikan hanya dengan membaca buku teori, tapi kita mesti
menjalaninya, tidak ada pekerjaan yang tak bemanfaat jika kita mau
mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, dulu saya kira ketika saya menjadi
tukang cuci di rumah makan saya tidak akan mendapatkan apa-apa selain upah.
Tapi itu salah. Pekerjaan yang tidak saya sukai itu
ternyata memberi saya banyak pelajaran, hingga akhirnya saya memutuskan
membuka warung disini sejak 14 tahun lalu, sekarang tiga anak saya sudah
menjadi sarjana, yang pertama sekarang memiliki usaha di Australia, yang
kedua tidak mau bekerja, melanjutkan sekolah sambil membantu ibu di warung
ini, sedangkan yang ketiga kemarin
setelah lulus ikut membantu kakaknya di Australia"

Abel menimpali, "Usaha apa yang dimiliki anak pertama ibu di Australia, lalu
si adik bekerja jadi apa? Manajernya ?"

"Anak ibu yang pertama menjadi pemilik usaha siap saji disana, adiknya
sekarang cukup menjadi tukang cuci piring dahulu" jawab sang ibu

Sumber: uknown

Kirim email ke