Siang...

Walaupun yang lain liburan... tapi tetap semangat kerja yaaa.... ^_^

Semoga bermanfaat..

Mega
===============================================*

**Bangkit Dari Keterpurukan*

*"Jika Anda mau menerima kegagalan dan belajar darinya, jika Anda mau
menganggap kegagalan merupakan sebuah karunia yg tersembunyi dan bangkit
kembali, maka Anda memiliki potensi menggunakan salah satu sumber kekuatan
paling hebat untuk meraih kesuksesan."
~ Joseph Sugarman*

Kehidupan kita tak akan pernah berjalan semulus yang kita pikirkan. Berbagai
macam tantangan, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang-orang yang
dicintai, disabotase, bangkrut dan lain sebagainya, bisa saja menyeret kita
dalam keterpurukan. Bila kita melihat ke sekeliling, begitu banyak
orang-orang yang tenggelam dalam keterpurukan dan terjerat cukup lama dalam
kegelapan, misalnya menjadi pecandu narkoba, budak hutang dan kemiskinan,
korupsi atau melakukan tindak kejahatan lainnya lalu dipenjarakan, dan
bentuk kemalangan lainnya.

Bila kita cukup cerdas dalam menghadapi tantangan kehidupan, bermacam bentuk
benturan keras seperti itu seharusnya tidak membuat kita semakin terpuruk.
Tantangan kehidupan adalah kesempatan untuk introspeksi diri. Benturan keras
dalam kehidupan akan menjadikan kita lebih mulia, jika kita segera sadar
atas kekeliruan yang telah dilakukan, kelemahan yang harus diperbaiki,
kembali menyusun dan melaksanakan rencana dengan lebih baik.

"Remember the two benefits of failure. First, if you do fail, you learn what
doesn't work; and second, the failure gives you the opportunity to try new
approach. – Ingatlah 2 keuntungan yang kita peroleh dari kegagalan. Yang
pertama adalah mempelajari apa yang tidak berjalan dengan baik; dan kedua
adalah menjadi kesempatan bagi kita untuk mencoba pendekatan baru," kata
Roger Van Oech.

Menurut Roger, tantangan kehidupan adalah bagian dari perjalanan hidup
supaya kita menjadi lebih cerdas menghadapi tantangan kehidupan. Tokoh-tokoh
terkenal dan sukses, misalnya Walt Disney, Soichiro Honda, Thomas Edison,
Wright Bros, Fred Smith, Mohamad Ali, Henry Ford, Bill Gates, Steve Jobs,
Oprah Winfrey, Christoper Columbus, Anthony Robins, dan lain sebagainya,
sudah pernah mengalami keras dan sakitnya kehidupan. Tetapi semua pengalaman
pahit tersebut justru membimbing mereka ke gerbang kesuksesan.

Kesuksesan mereka bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor pendidikan
ataupun modal, apalagi faktor kebetulan. Mereka berhasil lantaran kekuatan
dan kecerdasan mereka menghadapi tantangan kehidupan.

Menurut Paul G. Stoltz, Phd, dalam bukunya berjudul Adversity Quotient (AQ),
ada tiga tipe manusia dalam analogi mendaki gunung:

*1. Quitters* – orang-orang yang mudah menyerah, sehingga kehidupan mereka
semakin terpuruk dalam kemalangan.
*2. Campers* – orang-orang yang mudah puas dengan apa yang sudah dicapai,
sehingga kehidupan mereka biasa-biasa saja.
*3. Climbers *– orang-orang yang selalu optimis, berpikir positif dan terus
bersemangat kerja sampai benar-benar mendapatkan yang mereka
inginkan.

Contoh dari tipe orang ke tiga adalah orang-orang yang sukses di dunia ini.
Selalu memanfaatkan kesempatan untuk maju dan pulih dari keterpurukan adalah
ciri khas mereka yang utama. Tak mengherankan jika mereka melalui setiap
rintangan dengan tabah, berjuang keras, dan mental yang kuat.

Tantangan kehidupan memang tidak pernah ada habisnya. Tetapi selama kita
terus berusaha memperbaiki diri dan strategi ditambah dengan kesadaran
spiritual yang lebih dalam, maka kita akan dapat mencapai tujuan tertinggi.
"Our greatest glory is not in never falling, but in rising everytime we
fail. – Kejayaan tertinggi bukan karena kita tidak pernah jatuh, melainkan
karena kita selalu bangkit lagi ketika gagal," cetus Confucius.

Oleh sebab itu, perbaiki diri terus-menerus, jangan menunggu sampai
kemalangan itu benar-benar datang. Mantapkan keyakinan ketika membuat
perencanaan dan menetapkan target yang memungkinkan tercapai. Kemudian
langsung melakukan langkah-langkah untuk memastikan hasil maksimal, dengan
penuh komitmen dan kerja keras, kecintaan dan semangat. Dengan demikian kita
akan memiliki kepekaan sekaligus keseimbangan disaat harus menghadapi
tantangan kehidupan yang cukup keras.

Mulai detik ini tanyakanlah pada diri sendiri seberapa besar pengaruh
positif yang telah Anda dapatkan atas berbagai situasi yang Anda alami?
Pastikan tantangan hidup selama ini membawa Anda pada kedewasaan,
kebijaksanaan dan kualitas spiritual yang lebih baik. Dengan demikian Anda
akan dapat menilai apakah Anda sudah mampu bangkit dan menjadi manusia yang
lebih mulia atau belum.

*Sumber: Bangkit Dari Keterpurukan oleh Andrew Ho, motivator, pengusaha, dan
penulis buku-buku bestseller.*

Kirim email ke