TELEPON DARI SAHABATKU

Waktu menunjukkan pukul 21.15 ketika bunyi telepon berdering. Ketika itu 
aku sedang merebahkan badanku sambil membaca sebuah novel yang aku beli 
dua bulan yang lalu dan memang belum sempat aku baca. Ternyata seorang 
sahabat yang kukenal dengan baik yang menelepon. Sejak seminggu yang lalu 
memang sahabatku ini bermaksud menghubungiku karena ada hal yang ingin 
sahabatku ini bicarakan.

Percakapanpun dimulai dan kudengar sayup-sayup suara yang begitu berat 
dari seorang sahabat yang sedang mengalami kepenatan hati. Begitu pelan 
dan berat menunjukkan sahabatku ini sedang memikul beban yang cukup berat. 
Baiklah sahabat, lepaskan sebagian berat beban dipundakmu dan berbagilah 
denganku. Aku akan menjadi telinga bagi setiap untaian keluh kesahmu.

Sahabat, hidup ini memang perpindahan dari satu masalah menuju masalah 
berikutnya, karenanyalah hidup ini akan lebih berwarna dan berirama. 
Walaupun demikian kau tidak akan pernah sendiri menghadapinya. Kita ini 
manusia yang lemah, yang penuh keluh kesah, karenanya Tuhan menautkan 
benang-benang persaudaraan diantara kita guna memupuk kekuatan untuk dapat 
menghadapi problematika hidup bersama. 

Sahabat, Tuhan menurunkan permasalahan bersama dengan jalan keluarnya, 
yakinilah itu. Sebab kalau tidak tentulah dunia ini tidak akan begitu rapi 
tertata dan cakrawala tidak akan seindah ini. Namun terkadang cahaya itu 
tidak terlihat karena terhalang keangkuhan kita. Sahabat ketika beban 
sudah begitu berat dan kita sudah tidak mampu melangkah, berhentilah, 
berteduhlah pada sebuah pohon yang rindang dedaunannya. Disana kau akan 
merasakan semilir angin yang dapat membawa sedikit demi sedikit beban yang 
kau sandarkan. Berteduhlah dibawah hamparan sayap para malaikat yang akan 
mendengar dan membawa setiap untaian keluh kesahmu naik menembus 
arasy-Nya.

Sahabat kau tidak sendiri, kala kesadaran akan kecilnya diri ini, betapa 
ringkihnya badan ini memikul beban, dan betapa butuhnya kita akan sebuah 
jawaban atas permasalahan yang kau hadapi yang berdentam dengan kuat dalam 
dada, angkatlah kedua tanganmu. Tuhan tidak pernah memalingkan wajah-Nya 
darimu dan dia akan senantiasa menanti untaian mutiara keluh kesahmu. 
Sahabat aku mungkin akan hanya menjadi pendengarmu yang baik karena aku 
tidak selalu bahkan hampir tidak pernah memiliki jawaban dari setiap 
curahan hatimu. Tapi fahamilah bahwa masalah akan selesai jika kau adukan 
kepada Sang Pemberi Masalah. Sahabat, mengangkat kedua tanganmu 
kehadapan-Nya akan jauh lebih meringankan bebanmu dari sekedar berbicara 
dengan diriku.

Sahabat, berteduhkah sejenak, uraikan beban-beban berat dipundakmu, 
rasakanlah setiap untaian kata-kata yang akan mendatangkan semilir angin 
yang akan menerbangkan uraian beban itu. Untaian kata-kata yang akan lebih 
melapangkan dada dan mendamaikan jiwa.

 
muhammad vheztaqwil
(awil)
+6285280702298
+622199627998
T.299.JV

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke