gue juga ga libur tuh....
tpi gue minggat ampe jogja haaa....3 cuman sayang ga'ketemu temen miners
disana...
Kaoru Narko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Senin 24 Desember, kantor sepi. Ya memang hampir semua teman dan
bosku yang besok mo ngerayain Natal ambil cuti. Kalo pemerintah ngadain cuti
bersama, kantorku termasuk pembangkang. Gak ada cuti bersama, kalo mo cuti yaaa
ambil cuti masing-masing soal dapet cuti ato kagak yaa gimana bos aja.
Lebaran pun gitu, di sini kebiasaan kami setelah penjualan yang terpuruk di
tahun lalu, so untuk tahun 2007 dan seterusnya kami 'mesti berpikir tidak
seperti biasanya'. Teringat ketika meeting penyusunan sales budget akhir 2006,
kebetulan di Oktober 2007 kan lebaran dan Desember 2007 ada Lebaran Haji plus
Natal plus Tahun Baru. Seperti biasa divisi Sales minta budget penjualan di dua
bulan itu di'kecilkan' (lebih kecil dari bulan-bulan lain karena alasan pasar
material bahan bangunan sepi, tersedot ke sembako, pulang kampung, liburan
jalan-jalan dan sebagainya).
Dasar kepalaku dah pusing dan sedikit emosi ke orang-orang Sales yang minta
budget jangan tinggi-tinggi tapi insentif minta nambah, aku nyletuk aja,
"Kenapa pas lebaran mesti budget kecil, kenapa pas Natal mesti budget kecil,
Bukankah jumlah harinya tetap sama gak ada yang berkurang"
"Kan liburan ada cuti panjang, kan Natal orang juga pada liburan. Mana ada
yang belanja keramik, mbangun rumah ??
"Siapa bilang, yakin ??? ada datanya ?? Kalo semua produsen bahan bangunan
berpikiran kayak gitu, ini berarti peluang untuk masuk pasar dong !!!
"Coba lihat aja data penjualan tahun-tahun sebelumnya, pas lebaran pas Natal
pasti separo penjualan bulan lainnya !
"Penjualan kita kecil di bulan-bulan itu karena memang kita dari awal dah
berpikiran kalo penjualan akan kecil di saat itu, Coba kalo kita tetap geber
pasar, dan pas produsen lain libur kita masuk pasar. Bukankah itu peluang,
mendingan kita coba dulu deh !!!
Dan begitulah, dari cletukan emosional meeting malem itu ternyata ditanggapi
oleh Bos yang sedari tadi diam mendengarkan kami.
"Ya sudah, target penjualan bulan yang ada lebaran dan bulan yang ada Natal
tidak berubah, tetap sama dengan bulan-bulan lainnya !
Waaa.... sebagai konsekuensinya walaupun ada cuti panjang ketetapan
pemerintah, kantor kami tetap masuk, tetap jualan. Ketika musim lebaran, mereka
yang Muslim cuti semingguan sementara yang non Muslim tetap masuk seperti biasa
hanya libur di tanggal merahnya. Sebaliknya sekarang begitu Natal tiba di saat
yang Nasrani cuti, karyawan yang Muslim tetap masuk hanya libur di tanggal
merahnya.
Ternyata memang betul, walaupun bulan puasa plus lebaran penjualan tetap bisa
tinggi. Dan sekarang walaupun ada Lebaran Haji plus Natal ternyata penjualan
juga bisa tinggi. Nah, artinya apa yang kita pikirkan sebenarnya bisa menjadi
kenyataan kalo kita mau berpikir tidak seperti orang lain :)
Mengesalkan memang melihat teman-teman di kantor lain libur, kami masuk
kerja. Namun kami terima ini sebagai bentuk toleransi yang profesional. Saling
mendukung demi mengejar target,.. wuihhhh..
Dan seperti hari ini, kantor sepi. Tapi setidaknya bisa menikmati jalanan
Jakarta yang lengang.
Selamat menikmati liburan bagi yang cuti dan selamat kerja juga bagi yang
tetap kerja.
Senen, Senin 24 Desember 2007 pkl. 15.15 WIB
=narko=
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com