Ini pengalamanku 'liburan' kemarin. Sebenarnya tidak bisa dikatakan liburan karena aku cuma libur di tanggal merah, gak ada cuti panjang (bersama) seperti sebagian teman-teman lain. Tidak bisa juga dikatakan liburan karena aku tidak kemana-mana, hanya menjadi 'konsultan'nya Pak Lik ku (adik laki-laki Ibu) yang sedang semangat-semangatnya nyari sekolah buat anak sulungnya kelak setelah lulus SMU. Sebenarnya masih panjang, karena si anak juga baru kemarin masuk SMU bahkan belum terima raport pertamanya. Ceritanya beliau lagi semangat setelah anak pertamanya (adik sepupuku) berhasil masuk SMU favorit Jakarta dengan nilai UAN yang rata-rata di atas 9. Maka sibuklah si Bapak walaupun jalan masih panjang mencari-cari perguruan tinggi di mana si Anak kelak akan meneruskan kuliah. Untuk memantapkan pilihannya, diundanglah aku untuk ikut 'diskusi', browsing internet, cari info pendaftaran sana sini wuuaaahh .... seakan pendaftaran masuk perguruan tinggi tinggal besok hari. Yaa ikuti saja, sekalian ngisi liburan daripada bengong. Dari sekian banyak perguruan tinggi kami bikin ranking berdasarkan kualitas, potensi lulusan, referensi orang-orang hingga yang terakhir biaya kuliah. Akhirnya tersortir empat perguruan tinggi teratas menurut kami; dua di Jakarta, satu di Bandung serta satu di Bogor. Pada satu hari yang ditentukan kami mengajak si Anak beserta dua adiknya menyempatkan 'melancong' ke Bogor ke salah satu kampus yang kamu tentukan tadi, yang sekaligus almamater Bapak-Ibunya dan juga Kakak sepupunya ini. Jadi ada tiga misi tercakup ; survey kampus, jalan-jalan dan reuni dengan gedung tua dengan pohon-pohon kapuk randu yang menyimpan banyak kenangan (sayang lupa bawa kamera....). Esoknya si Anak diajak juga ke kampung halaman Ibunya (Bandung) untuk melihat kampus satunya, sayang sekali aku harus masuk kerja. Dan di hari lain si Anak diajak keliling-keliling naik busway ke Grogol lanjut ke Salemba (tetep aku gak ngikut mesti masuk kerja, lagipula dah bosen liat Grogol ama Salemba). Sampe rumah si Anak bingung mau pilih mana, sementara orang tuanya bingung karena ternyata kuliah di masing-masing kampus itu MUAHAAALLL bangeeet untuk ukuran ekonomi kami. Kampus yang 'termurah' saja sudah menuliskan terang-terangan di brosurnya, biaya masuk MINIMAL 40 juta. Untuk kelas/jurusan favorit tertulis MINIMAL uang masuk 60 juta............. Belum termasuk biaya ini itu, biaya hidup, dll.............. Sambil berjalan pulang diatas sepeda motorku, terbayang jika (Insya Allah) nanti anakku harus masuk bangku kuliah.... kayaknya mesti dipersiapkan dari sekarang. Tapi apa gak terlalu berlebihan ??? seperti ada pepatah "jangan kau hitung berapa banyak ayam sebelum dia menetas".
Termenung sebelum tidur, lebih baik memasrahkan diri padaNya. Yang penting tetap semangat dan banyak berdoa. Mungkin ini resolusi tahun baru ku, ......... (ada dalam hatiku). Selamat Tahun Baru 2008 Masehi.
