Dear rekan2 miners

Dengan semakin banyak orang depresi akibat tekanan hidup yang makin menghimpit :
- Guru menusuk muridnya di sukabumi
- Relawan PMI dianiaya brutal
- Jama'ah haji menusuk jema'ah lain di masjidil haram
- dsb
Info berikut semoga bisa jadi pembelajaran, introspeksi dan meningkatkan 
kewaspadaan kita semua. Mohon maaf kalau reposting.

Salam,
Arief


[EMAIL PROTECTED]; on behalf of; robert simatupang [EMAIL PROTECTED]

Dear teman2,
 
Sehubungan dengan email saya beberapa hari yang lalu, banyak yg bertanya 
tentang informasi dan kronologis yang pasti.
 
Untuk itu berikut ini saya posting kronologis yang telah disusun salah satu 
teman kami.
 
Sekali lagi mohon kepada teman2 untuk menyebarkan informasi ini dan juga mohon 
bantuannya. sekecil apapun kami yakin akan sangat bermanfaat bagi Dilla.
 
Terima kasih dan maaf apabila ada yg tidak berkenan dgn posting ini.
 
Robert Simatupang



Ini kronologisnya. .......

hari ini, kami dari teman2 Markas Pusat PMI menjenguk Dilla.

Kondisi ybs secara mental, tabah luar biasa. masih bisa menceritakan
kepada polisi; walaupun terbatah - batah(lewat hp), kronologis kejadiannya.

garis besarnya begini:

Hari jumat, tgl 7 Desember 2007 lalu, Dilla dkk - sebagian dari karyawan
RSPAD berangkat ke Cirebon. Kebetulan, selain sebagai kru Ambulans PMI, 
Dilla juga bekerja sebagai asisten perawat di RS tersebut. 
Total rombongan mereka sejumlah 13 orang.

Pada awal pendakian, bergabunglah 1 orang yang mengaku bernama 
Fahrul Razi alias Ozon. Dia mengaku penduduk sekitar situ dan mengatakan 
tahu betul jalur pendakian. Akhirnya mereka naik ber14. 

Selama perjalanan, nge-camp, hingga tiba di puncak tak ada masalah.
Hari minggu, mereka turun. Saat tiba di sebuah persimpangan sekitar jam 17:00 
(gak tau namanya
persimpangan apa), rombongan lain memilih jalur yang kiri. tapi si ozon itu
tiba2 memaksa utk pilih jalur kanan. entah mengapa, si ozon itu maksa sambil 
marah2. kebetulan dilla dan 4 orang lainnya jalan di belakang. sementara yang 
lainnya
sudah turun lebih dulu lewat jalur yang kiri. karena tinggal berlima, akhirnya 
dilla, ozon, 
dan 3 orang temannya ikut lewat jalur kanan.

Tiba2, si ozon mengamuk. berempat mereka ditendang2. menurut mereka, tendangan 
ozon
sangat kuat. walaupun badannya kecil, tp yang bertiga itu tak bisa melawan. 
Akhirnya 3 orang itu kabur kocar-kacir. tinggallah dilla sendirian.

Bisa dibayangkan, yang bertiga laki2 aja takut. 
Tenaga dilla pun kalah kuat. dia diseret oleh ozon. telinganya digigit. dilla 
ditendang, dipukul,
diinjak, dicekik dsb. dan semua itu dialami dilla dengan 100% sadar. setiap 
meronta, pukulan
tambah bertubi2. akhirnya dilla pura2 mati. karena si ozon itu selalu 
berteriak, agar dilla mati 
suri. banyak ocehan ozon yang dilla tak mengerti karena ozon mengucapkannya dlm 
bhs sunda.
Kadang meraung dan teriak2 memanggil 'jaka', dia hanya paham saat mendengar 
bahwa ozon sibuk mencari korek untuk membakar tubuh dilla, karena tak ada 
korek, dia lantas ingin membuang dilla ke jurang. saat menyeret dilla, dilla 
teriak
kesakitan, si ozon pun sadar kalo dilla hanya pura-pura mati. 

Tiba2 tubuh dilla ditelungkupkan, dan tangannya ditahan dibelakang, sambil - 
astagfirullah -
kedua matanya dicongkel dengan tangan telanjang dan bola matanya dibuang ke 
jurang.
Dilla pun pingsan seketika. setelah puas melihat dilla tak bergerak, si ozon 
meninggalkan dilla begitu saja.

Sekitar pukul 23, dilla ditemukan dalam keadaan mengenaskan oleh penduduk/tim 
sar yang mencarinya,
sontak semua anggota rombongan saat itu diperiksa polisi. termasuk ozon yang 
langsung ditahan,
wlp di KUHP tidak ada pasal kesurupan, tp ozon jelas jadi pelaku tunggal. 
Teman2 yang bertiga - yang ninggalin dilla - juga diperiksa, tp terus 
dikeluarin dan saat ini masih tetap
bekerja di RS. sempat diperiksa jg oleh provoost. mrk bilang kabur, krn takut 
liat org ngamuk kesurupan.

Sekarang dilla sudah dirawat di ruang isolasi 2, kamar bedah RSPAD. minggu ini, 
polisi (polres kuningan)
mau membuat BAP kesaksian korban. entah bagaimana perjalanan kasus dilla 
selanjutnya, kita cuma bisa berdoa agar ada keadilan yang sesungguhnya. 

Walaupun ozon melakukan krn kesurupan, tp dilla tetap sudah kehilangan 2 bola 
matanya, kami, sdh 'kehilangan' 1 org kru ambulan terbaik. semoga saja dilla 
masih tetap akan berkarya, 
apa pun kondisinya.. 

-- pelajaran : jangan mudah percaya sama orang yang baru dikenal, wlp di gunung 
--

Fitri Sidika
Markas Pusat PMI


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

Kirim email ke