Siang..

Financial planner ternyata bisa menjadi motivasi ku hari ini..

Happy Days..

Mega
============================================================
*
Mengatasi Masalah Dengan Masalah*

Siapa yang pernah berhutang mohon tunjuk jari?
Saya yakin hampir semua yang membaca tulisan ini akan tunjuk jari. Termasuk
saya sendiri.

Siapa yang pernah punya masalah dengan hutang harap tunjuk jari? Nah,
sekarang banyak yang tidak tunjuk jari tapi malah senyum-senyum. Mungkin ada
yang teringat pengalaman pribadinya, atau mungkin sulit untuk mengakuinya.
Meski kadang kita malu mengakuinya, saya yakin banyak diantara kita yang
pernah memiliki masalah dengan hutang.

Entah dari sekedar terlambat membayar kartu kredit hingga tiap hari ditelpon
petugas kartu kredit, hingga didatangi debt collector yang kasar dan serem.

Untuk apa kita berhutang? Umumnya hutang digambarkan sebagai "solusi atas
masalah keuangan kita". Lihat saja iklan2 produk perbankan, semua
menggambarkan hutang sebagai solusi. Hutang memang akan menjadi solusi
ketika kita bisa mengelola nya dengan benar. Namun dapat menjadi masalah
ketika tidak dikelola dengan baik. Dan yang lebih penting lagi, ketika
hutang sudah menjadi masalah, bagaimana mengatasinya?

Bagi Anda yang pernah ada dalam posisi berhutang dan merasakan beratnya
membayar hutang, pasti ingat alternatif apa yang kita pikirkan ketika hutang
menjadi masalah. Ya, berhutang lagi. Hampir selalu begitu.

Pengalaman saya bekerja di perbankan adalah demikian. Sebagian besar debitur
yang bermasalah, akan mencoba mengatasi masalah dengan menambah hutang. Ini
sama saja mengatasi masalah dengan masalah. Hasilnya ya masalah yang lebih
besar.

Saya juga pernah dalam posisi berhutang, dan Alhamdulillah dapat
mengatasinya. Bagaimana saya bisa menyelesaikan masalah saya dulu? Ternyata
bukan dengan berhutang lagi. Masalah ternyata tidak dapat diselesaikan
dengan masalah, namun harus diselesaikan secara tuntas dari dalam ke luar
(inside-out). Ibarat pengobatan, harus dari dalam, baru manjur.

Berikut sharing pengalaman saya:

*Jangan menghindar*. Mengalami masalah dalam berhutang itu wajar dan dapat
diselesaikan. Jadi Anda jangan sampai menghindar dari pemberi hutang.
Semakin Anda menghindar, masalah akan semakin besar. Hadapi dan ajak bicara
baik-baik. Tawarkan solusi dan ajak diskusi. Mereka juga berkepentingan
supaya Anda mampu membayar hutang. Anda juga tidak perlu merasa dalam posisi
di bawah. Hubungan bisnis itu posisinya setara. Para konglomerat yang punya
hutang trilyunan saja (dan nunggak bertahun-tahun!) kalau bernegosiasi
dengan pejabat pemerintah tampil super pe-de. Jadi kalau hutang Anda masih
 puluhan atau ratusan juta ya santai aja.

*Jangan membuat pikiran kita terpaku dengan memikirkan masalah hutang*.
Semakin dipikirkan, maka masalah akan semakin berat. Lagipula, suatu masalah
tidak akan selesai dengan dipikirkan. Sebagai ganti nya, mulailah berpikir
tentang peluang-peluang dan kesempatan-kesempatan untuk memperoleh uang
tambahan TANPA BERHUTANG. Kalau kita berpikiran bahwa solusi akan datang
dengan cara mencari hutang lagi, maka itu yang akan terjadi. Jadi stop
memikirkan bahwa kita akan menambah hutang untuk menutup hutang.

*Pikirkan peluang*. Mungkin Anda akan protes, walah susah nih, bagaimana
caranya? Peluang apa? Hari ini mungkin Anda belum kepikiran, tapi InsyaAllah
Tuhan akan memberikan pertolongan ketika Anda mulai berpikir tentang
peluang. Perhatikan sekitar Anda, adakah peluang untuk menghasilkan uang
tambahan secara halal dengan cepat? Saya yakin pasti ada. Ketika kita mulai
berpikir tentang peluang, pintu rizki akan terbuka. Saya pernah
membuktikannya.

*Terus bersyukur*. Ini yang paling berat. Mana mungkin dalam keadaan
babak-belur "terjepit hutang" masih bersyukur. Justru disini tantangannya.
Tuhan Maha Bijaksana. Pengalaman berhutang ini tentu ada maksudnya. Saya
yakin maksud tadi adalah baik untuk Anda. Barangkali akan mengantarkan Anda
pada posisi yang jauh lebih baik. Maka tidak ada alasan untuk tidak
bersyukur. Tiap detik, tiap waktu, ucapkan rasa syukur di hati dan di bibir.
Caranya dengan mengingat-ingat anugerah dari Tuhan yang sudah Anda terima.
Anak Anda yang lucu-lucu, pasangan Anda yang baik, Pekerjaan Anda yang
diperebutkan ribuan orang, bisnis Anda yang Alhamdulillah masih berjalan,
dan banyak lagi. Ini penting untuk menjaga agar hati Anda selalu dalam
keadaan "feel good". Peluang tidak akan datang kepada orang dengan pikiran
yang suntuk dan hati yang terus menggerutu. Ganti isi pikiran dan hati Anda
dengan rasa syukur yang mendalam.

*Tetap berbahagia*. Masalah serius yang saya amati dari orang yang
menghadapi masalah hutang adalah mereka menjadi tidak bahagia. Mereka merasa
jadi orang susah. "Aura" susah ini terpancar keluar dan akhirnya mereka
canggung dalam berbisnis, akibatnya bisnis ya makin susah. Anda harus selalu
berbahagia. Hutang Anda terjadinya di dunia "luar" Anda. Diri Anda yang ada
di dalam Anda tidak terpengaruh apapun yg terjadi di luar sana. Kalau Anda
mau bahagia, maka jadilah Anda bahagia SEKARANG, apapun keadaan Anda. Dengan
selalu bahagia, "aura" bahagia Anda akan selalu terpancar, bahasa tubuh Anda
akan enak, ngomong lancar, berbisnis pun lancar. Susah dipahami ya? Hehehe …
kalau gitu praktekkan saja.

*Ambil tindakan*. Ketika ada peluang untuk mendapatkan rizki tambahan tanpa
berhutang, segera ambil tindakan. Sekecil apapun itu. Kadang Tuhan bekerja
dengan misterius. Hal-hal yg kelihatannya kecil dan sepele, kadang menjadi
besar dan membawa berkah di masa depan. Jangan ada hari tanpa tindakan.
Mulai setiap hari Anda dengan semangat, karena Anda tahu akan melakukan apa
hari ini.

*Pasrahkan*. Dengan tetap berusaha, selalu pasrahkan pada Tuhan penyelesaian
terbaiknya. Let it God. Tuhan Maha Tahu dan Bijaksana, pasti akan memberikan
solusi yang terbaik. Kadang Tuhan membayarkan hutang Anda dengan cara yang
unik, maka Anda harus selalu open-minded. Saya pernah melunasi hutang saya
dengan cara barter. Hutang saya, ternyata dapat saya tukar dengan skill dan
knowledge (software) yang zero cost buat saya. Peluangnya datang begitu
tiba-tiba, ketika orang yang memberi hutang menanyakan dimana mencari vendor
suatu software yang dia perlukan. Langsung saya sambar kesempatan ini dengan
menyatakan bahwa saya bisa memberikan. Besoknya langsung saya majukan
proposal. Dan ketika matanya terbelalak membaca angka di proposal saya, saya
berbaik hati memberikan secara gratis, asal hutang saya dianggap nol. Kami
langsung berjabat tangan.

Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Termasuk hutang. Bahkan
masalah yang Anda hadapi mungkin adalah salah satu bagian dari pembelajaran
Anda menjadi pebisnis besar. Kalau mengatasi hutang puluhan juta saja tidak
bisa bagaimana nanti jadi konglomerat yang punya hutang ratusan milyar? Jadi
bagi yang sedang punya masalah dengan hutang, tetap semangat, selalu
bersyukur, dan selalu hadirkan kebahagiaan di hati. InsyaAllah semua akan
beres.


Fauzi Rachmanto

Kirim email ke