Sore..

Motivation of d'Day hari ini .. menurutku penuh makna dan arti...
Dengan kekayaan, mata, hati dan pikiran bisa membutakan akal manusia..

Happy Days.. ^_^

Mega
=============================================
Tiga Murid

Sang Guru bijak, pagi itu menerima kembali tiga murid terbaiknya, yang
telah pergi merantau selama tiga tahun. Mereka turun gunung dari
kampung ke kampung dan dan dari kota ke kota, untuk mendapatkan
jawaban atas pertanyaan dari Sang Guru.

Sang Guru berkata : " Apakah makna kekayaan bagi manusia ?"

Jawaban dari pertanyaan tersebut akan menentukan, siapakah yang akan
menjadi pengganti sang Guru kelak. Maka kini tibalah saatnya bagi
mereka untuk menjawab pertanyaan Sang Guru.

Murid Pertama berkata : "Ya Guru, setelah tiga tahun merantau, murid
sampai pada kesimpulan, bahwa kekayaan adalah akar kejahatan. Dalam
perjalanan, murid banyak menjumpai anak manusia yang rela melakukan
berbagai kejahatan, melakukan tipu muslihat, kecurangan, perampokan
bahkan pembunuhan untuk memperoleh kekayaan. Bahkan setelah meraih
kekayaan, mereka kemudian menggunakan kekayaan tadi untuk melakukan
perbuatan-perbuatan keji. Mereka gunakan kekayaan untuk berjudi,
berzina, mabuk-mabukan dan madat. Tidak ada kebaikan sedikitpun dari
kekayaan. Demikianlah pengamatan murid, oh Guru."

Sang Guru : "Oh menarik sekali pengamatanmu murid. Lalu menurutmu apa
yang sebaiknya kita lakukan?"

Murid Pertama : "Manusia harus menjauhkan diri dari kekayaan yang
merupakan sumber kejahatan ini Guru. Supaya selalu dekat dan ingat
kepada Yang Maha Esa, kita harus hidup jauh dari kekayaan. Kita
dekatkan diri kita kepada Yang Maha Esa dengan meninggalkan ikatan
keduniawian seperti halnya kekayaan ini Guru. Kita harus memurnikan
hati kita dengan meninggalkan hal-hal yang dapat membuat hati kita
terpaut kepada selain Tuhan Yang Maha Esa. Demikian menurut pendapat
murid, oh Guru."

Sang Guru tersenyum : "Engkau sungguh memiliki kemuliaan wahai murid
pertama. Aku bangga kepadamu."

Murid Kedua : "Mohon maaf Guru, murid punya pendapat yang berbeda.
Selama perjalanan, murid banyak berjumpa dengan raja dan saudagar kaya
yang sangat dermawan. Mereka membangun tempat ibadah, mereka membangun
tempat tinggal untuk orang miskin, mereka menyantuni anak yatim,
mereka memberi makanan dan pertolongan untuk orang yang kesusahan.
Mereka mencari kekayaan yang sangat banyak, namun juga menggunakannya
untuk kebaikan banyak orang. Murid sampai pada satu kesimpulan, bahwa
kekayaan adalah sumber kebaikan, yang akan membawa umat manusia kepada
kebaikan. Demikian pendapat murid, oh Guru."

Sang Guru : "Oh, sungguh luar biasa pengamatanmu muridku. Lalu
menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan?"

Murid Kedua : "Manusia harus mencari kekayaan sebanyak-banyaknya Guru.
Dengan memiliki kekayaan yang cukup, maka manusia dapat menjalani
kehidupan dengan sebaik-baiknya. Dengan kekayaan yang cukup maka
manusia dapat memperolah pendidikan yang baik, dapat beribadah dengan
tenang, dapat bersedekah, dapat menolong keluarga dan sesama manusia
yang membutuhkan. Manusia tidak boleh hidup dalam kemiskinan Guru.
Kita harus melakukan seganap upaya agar manusia terbebas dari
kemiskinan dan memperoleh kekayaan. Demikian pendapat murid."

Sang Guru tersenyum : "Engkau adalah samudera kebijaksanaan wahai
murid kedua. Aku bangga kepadamu."

Sang Guru berpaling ke Murid Ketiga : "Murid ketiga, bagaimana menurutmu?"

Murid Ketiga : "Guru, selama perjalanan, murid telah berjumpa dengan
orang kaya yang baik, namun ada juga orang kaya yang jahat. Murid
bertemu dengan orang miskin yang baik, dan ada orang miskin yang
jahat. Murid menjumpai ada orang kaya yang taat beribadah dan selalu
ingat pada Tuhan nya, namun ada juga orang kaya yang lupa pada Tuhan.
Seperti halnya ada orang miskin yang selalu ingat pada Tuhan, dan ada
juga orang miskin yang lupa pada Tuhan. Banyak orang kaya yang …"

Sang Guru tersenyum: Jadi apa maksudmu muridku yang baik?

Murid Ketiga : "Maksud murid, ternyata kekayaan adalah sekedar alat.
Semuanya akan kembali kepada diri kita sebagai manusia. Manusia yang
memiliki tujuan hidup yang baik, akan menggunakan kekayaan sebagai
alat untuk mewujudkan kebaikan. Demikian maksud murid, oh Guru."

Sang Guru : "Lalu menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan?"

Murid Ketiga : "Manusia haruslah mengetahui hendak kemana ia akan
menuju. Dengan demikian, apa pun yang dimilikinya di dunia ini
hanyalah alat, bukan tujuan. Termasuk kekayaan."

Sang Guru : "Lalu hendak kemanakah manusia menuju?"

Murid Ketiga : "Manusia adalah semata ciptaan Yang Maha Esa. Kesanalah
semua manusia menuju. Jika manusia menyadari tujuannya, kekayaan dapat
menjadi kendaraan untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa. Namun
jika sebaliknya, maka kekayaan dapat juga menjauhkan manusia dari Yang
Maha Esa."

Sang Guru tersenyum : "Muridku, sungguh engkau adalah sumber
kebijaksanaan dan samudera pengetahuan."

Sang Guru menundukkan kepala menghormat murid ketiga : "Engkaulah Guru
baru di perguruan ini."

Dan kedua murid yang lain, serentak menunduk hormat pada Murid Ketiga.


 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/IListeners/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/IListeners/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke