Jadi Kangen sama Ibu..

Regards,
Lia/ak02
TI07


PADA SAAT TUHAN MENCIPTAKAN PARA IBU

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran diciptakan
para ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut :
"Tuhan,banyak nian waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?"
Dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus
dikerjakan?

1. Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi bukan dari plastik.
2. Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepatcapai.
3. Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya.
4. Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan.
5. Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan kaki yang keseleo.
6. Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
7. enam pasang tangan!!
Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya: "Enam pasang tangan....?
tsk tsk tsk" --- "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan
tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik...."
balas Tuhan
8. Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu.
"Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk.
"Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya:
"Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?", padahal sepasang mata itu
sudah mengetahui jawabannya. "Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di
belakang kepalanya,sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh.
Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat.
Dan pasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui
kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata:
"Saya mengerti dan saya sayang padamu". Meskipun tidak diucapkan sepatah
kata pun. "Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah". "Saya tidak
dapat, Saya sudah hampir selesai."
9. Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
10. Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging.
11. Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak
ingin mandi......
Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan."Terlalu
lunak", katanya memberi komentar. "Tapi kuat!" Kata Tuhan bersemangat.
"Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan
derita." "Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi. "Ia bukan saja
dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberigagasan, idea dan
berkompromi",kata Sang Pencipta.
Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu di pipi, "Eh, ada kebocoran di sini".
"Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu adalah air mata.... air mata
kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air
mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata...., air mata...."
Malaikat berkata pelan : "Tuhan memang ahlinya......

Kirim email ke