Siang..
Just info aja..
Temans Miners sdh pada jenguk eyang Harto ?? Kapan pada mau jenguk ??
Mega ikutan ya... ^_^
Utk Pak Faturahman, secara lagi kebanjiran rejeki.. jangan lupa temen2
dan traktir Mega ya... hehehhehe.... ^_^
Cukup sate ayam depan RSPP... otre Pak ??
Mega
{OTC}
===================
http://kompas.com/ver1/Nasional/0801/06/153448.htm
====================
JAKARTA, KCM - Tidak sembarang orang boleh masuk ke ruang perawatan
mantan Presiden Soeharto. Namun, bagi Faturahman, hal itu sudah
menjadi kebiasaannya beberapa hari ini.
Faturahman sudah bekerja selama tiga tahun sebagai petugas kebersihan
di PT Sapta Sarana Sejahtera, rekanan RSPP dalam layanan kebersihan.
Setiap hari ia bertugas membersihkan kamar-kamar Presiden Suite di
lantai V RSPP.
Karena tugas rutinnya itu, Faturahman ditunjuk sebagai salah satu
petugas kebersihan di kamar Presiden Suite No. 536, tempat Pak Harto
dirawat.
"Orangnya nggak boleh ganti-ganti, harus itu-itu terus. Ada tiga
shift, tiap shift dua orang (yang bertugas)," kata Faturahman.
Pagi ini (Minggu, 6/1), Faturahman bertanggung jawab membersihkan
kamar sejak pukul 06.00 hingga 12.00. Temannya yang lain
menggantikannya pada shift pukul 13.00-21.00 dan dilanjutkan pukul
22.00-06.00 hari berikutnya.
Seperti tugas-tugas mereka sebelumnya, mereka biasanya menata ulang
perabotan dalam ruangan, mengganti bunga, dan sebagainya. Bedanya,
kali ini mereka tidak boleh memasuki ruang seenaknya. Mereka hanya
boleh masuk atas permintaan pihak keluarga atau melalui ajudan Pak
Harto.
"Ya, kadang Mbak Tutut minta beresin ruangan buat rapat, mindahin
kembang. Nggak boleh sembarangan masuk. Nunggu dipanggil," kata
Faturahman.
Karena itulah, mereka harus siap siaga di sekitar kamar sehingga jika
sewaktu-waktu dipanggil, mereka siap sedia.
Petugas kebersihan di RSPP mengenakan seragam hijau tua dengan garis
merah di beberapa bagian jahitan. Begitupun Faturahman dan
rekan-rekannya yang melayani Pak Harto. Namun, saat harus memasuki
ruangan, Faturahman dan kawan-kawannya diharuskan memakai seragam
khusus yang sudah disterilkan. Pakai sekot, istilah Faturahman untuk
seragam mirip seragam laboratorium itu.
Meskipun petugasnya selalu itu-itu terus, mereka tetap diperiksa
sebelum memasuki ruangan. Mereka juga tidak diperbolehkan memberi
keterangan apapun soal kondisi pasien kepada orang lain termasuk
wartawan.
"Kita nggak boleh ngasih tahu kondisinya gimana," kata Faturahman.
Ketika ditanya soal tips khusus untuk mereka yang membereskan ruangan
tersebut, Faturahman membenarkan. Menurutnya, pihak keluarga Pak Harto
memang selalu memberikan perhatian kepada mereka baik berupa makan
maupun uang tips.
"Duitnya kenceng," katanya tanpa mau menyebutkan jumlah rupiah yang ia
terima. "Tiap hari dapat. Yang jaga di sini semuanya juga dikasih
makan," lanjutnya.
Soal rezeki dadakan itu, rekan-rekan lain sesama petugas kebersihan
RSPP juga mengetahuinya. Mereka pun tidak merasa cemburu terhadap
Faturahman dan teman-temannya yang mendapatkan tips sangat besar.
"Yah, sudah rezeki mereka (yang dapat)," kata Hamdani, koordinator
kebersihan di halaman depan lantai I RSPP.
Meskipun begitu, Faturahman berharap, kondisi semacam ini tidak
berlangsung lama. Ia berharap Pak Harto cepat sembuh.
"Kalau begini terus, repot. Yang tadinya cuma butuh tiga orang
(petugas), sekarang jadi enam," kata Faturahman. "Tugasnya jadi banyak
yang nggak dikerjain, makanya harus nambah orang lain," katanya. (LHW)