FYI, dari email tetangga
==================================
From: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] Subject:
[tabgha_families] Fw: Be Careful Kasus Penipuan melalui Struk ATM BCA Date:
Mon, 7 Jan 2008 13:41:43 +0700
All
Just sharing kasus penipuan melalui struk ATM BCA.
Kejadian terjadi di Toko Emas "Pada Senang " yang berlokasi di Mal Depok, depan
BCA KCU Margonda. Pelaku datang ke toko tersebut pada hari Minggu, tanggal 23
Desember 2007. Menurut informasi dari karyawan toko, pelaku sudah lumayan
sering melihat-lihat perhiasan emas di toko tersebut, tapi tidak pernah
melakukan pembelian, karena tidak menemukan ukuran gram emas yang diinginkan.
Pelaku datang 2 orang Setelah menemukan ukuran gram yang kebetulan pada saat
itu ada (yaitu gelang emas dengan ukuran 99.93 gram dan 35.75 gram), pelaku
melakukan transaksi dengan pemilik toko dengan menggunakan fasilitas Debit BCA.
Total nilai pembelian adalah Rp. 27.150.000,- Pelaku memiliki kartu ATM
Platinum, namun kartu tersebut gagal di-swipe mesin dengan alasan "swipe card
error" Pelaku lalu menawarkan untuk mentransfer ke rekening pemilik toko, yang
kemudian diiyakan oleh pemilik toko. Perlu informasikan bahwa di Mall Depok
sudah tidak ada mesin ATM BCA lagi, sehingga pelaku jika
ingin melakukan transfer harus ke BCA Margonda yang letaknya berseberangan
dengan Mall Depok Pelaku pergi sendiri tanpa ditemani oleh pihak pemilik toko,
sementara temannya menunggu di toko emas dan empromosikan jati diri pelaku
sebagai anak dari boss tempatnya bekerja. Kurang lebih 30 menit kemudian,
pelaku datang dengan membawa struk ATM yang lengkap memuat tanggal dan waktu
transaksi, no rek transfer dan nama, serta jumlah uang yang sesuai dengan
transaksi. Jika dilihat secara kasat mata struk ATM tersebut sangat mirip,
bahkan bisa dikatakan sama dengan struk ATM BCA (struk akan kami fax).
Berdasarkan bukti transfer tersebut, akhirnya pemilik toko menyerahkan gelang
emas yang dibeli pelaku. Malam harinya pemilik toko sempat mencoba mengecek
lewat ATM, dan memang saldo tidak bertambah. Hanya saja pemilik merasa
transaksi transfer sama dengan transaksi di mesin EDC dimana transaksi hari
Minggu baru masuk keesokan harinya ke rekening. Hari Senin, tanggal 24 Desember
pemilik rekening datang ke BCA untuk mencetak buku dan menanyakan kenapa
transaksi sejumlah di atas tidak ada. Setelah kami inquiry memang transaksi
tersebut tidak pernah ada dan kami menyimpulkan itu adalah transaksi fiktif.
Kami juga telah melakukan investigasi ke pihak ATM Monitoring dengan Bapak
Indra, dan dipastikan bahwa transaksi yang ada pada ATM dengan WSID 5127-BCA
Depok 3 ,adalah pukul 16.55 berupa penarikan sejumlah 200 ribu rupiah, dan
transaksi selanjutnya adalah pukul 17.05 berupa cek saldo. Sedangkan transaksi
penipu yang tertera di bukti transfer adalah pukul 16:58:29. Pada hari Kamis,
27 Desember 2007, pihak BCA Margonda yang diwakili oleh Bapak Andi Gozali (KOC)
dan Meliana (Ka.Layanan) telah mendatangi pihak korban ke tokonya dan
menjelaskan bahwa ini adalah kasus penipuan dan BCA tidak berjanji untuk
melakukan penggantian atas kerugian korban.Pihak korban berkenan untuk menerima
penjelasan dari pihak BCA dan memohon agar pihak BCA
menindaklanjuti kejadian ini sehingga kasus ini tidak terulang lagi pada
korban lainnya.
Note: Untuk diingatkan kembali ke nasabah (merchant), kejadian tersebut diatas
merupakan kelalaian nasabah karena tidak mengikuti dan menyaksikan pelanggan ke
ATM untuk memastikan transaksi transfer yang dilakukan.
Dmk & Thanks
VIE
PT. Bank Central Asia, Tbk
Biro Pendukung Operasi
Wisma BCA I Lt. 9
Jl. Jend. Sudirman Kav. 22-23
Jakarta - 12920
Telp : 021-5208750 ext : 19105
Fax : 021-5212222
(See attached file: Contoh Struk Fiktif.pdf)
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.