Jangan-jangan.... nanti Argentina juga protes ke Indonesia gara2 ada tempat 
pelacuran yang namanya Lokalisasi Malvinas di Bekasi ya?



  ----- Original Message ----- 
  From: Mega Rachmani 
  To: Milis IListeners 
  Sent: Tuesday, January 08, 2008 10:52 AM
  Subject: [IListeners] [Info] Koran Malaysia Sebut Bandung Kota Pelacuran


  Siang...

  Ternyata kata Bandung, sudah terkenal seantero jagat raya...
  Neng geulis ternyata tenar juga di negri sebrang ...

  hmmm...
  Tuk Mas Rio, memang bener ada tempat ini ya ??

  Mega
  ===========================================
  http://kompas.com/ver1/Internasional/0801/07/112722.htm
  =================

  KUALA LUMPUR, SENIN - Harian Metro, koran terbesar di Malaysia, telah
  menuduh Bandung sebagai kota pelacuran dengan menulis headline di
  halaman satu, Minggu (6/1), dengan judul "Mini Bandung" Pusat Maksiat
  Pekerja Kilang (Pabrik).

  Harian berbahasa Melayu itu menurunkan berita, mengenai operasi
  Jabatan Agama Islam Pulau Pinang (Jaipp) dan polisi, Sabtu (5/1) jam
  11 malam atau malam minggu, di sebuah apartemen (pangsapuri) di Paya
  Terubong di Pulau Pinang, yang diduga sebagai tempat kegiatan maksiat
  atau pelacuran yang dikenal sebagai "Mini Bandung".

  Dalam operasi itu, Jaipp menemukan seorang laki-laki WNI (31 tahun)
  dan pasangannya (27 tahun), keduanya WNI dalam keadaan telanjang bulat
  dalam sebuah kamar di lantai 17. Dalam berita itu tidak ditulis apakah
  kedua WNI itu merupakan orang Bandung atau Jawa Barat.

  Menurut berita itu, apartemen itu tidak banyak penghuninya sehingga
  menarik untuk disewa oleh para pengusaha untuk tempat tinggal para
  pekerjanya. "Apabila ramai pekerja wanita asing di sini maka ia
  membawa kepada kehadiran lelaki hidung belang sekaligus menjadikan
  kawasan itu seolah-olah tempat pesta di malam minggu," kata Jaafar
  Ismail, dari Jaipp.

  Dia juga mengatakan, sebagian besar wanita di apartemen itu dijadikan
  istri simpanan warga Malaysia yang menyewa apartemen itu karena
  sewanya murah antara 250 hingga 300 ringgit.

  Seorang polisi turut mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat,
  apartemen itu dikenal sebagai lokasi pelacuran yang melibatkan pekerja
  wanita asing.

  Sementara itu, juru bicara KBRI Kuala Lumpur Eka A Suripto,
  menyesalkan Harian Metro yang menurunkan berita itu menjadi headline
  halaman 1 dengan judul "Mini Bandung Pusat Maksiat Pekerja Kilang"
  karena dari operasi itu hanya ditemukan sepasang WNI yang sedang tidur
  telanjang, bukan warga Bandung atau Jawa Barat dan tidak ada sumber
  yang mengatakan tempat itu dikenal sebagai "Mini Bandung".

  "Kok bisa menurunkan headline dengan mengatakan lokasi pelacuran itu
  sebagai mini Bandung? Tidak ada bukti-bukti atau nara sumber yang
  terkait dengan Bandung," ujar Eka.

  "Hal itu bisa diartikan bahwa masyarakat Malaysia menilai kota Bandung
  sebagai kota pelacuran atau bisa juga warga Malaysia berhidung belang
  biasa mencari pelacur di Bandung sehingga menimbulkan persepsi Bandung
  sebagai kota pelacuran," kata Eka.

  "Inilah salah satu bukti bagaimana media massa Malaysia
  memburuk-burukkan Indonesia sejak lama," tambah dia. (ANT/ABI)


   

Kirim email ke