Kejadian ini gak akan terjadi di Singapura, juga orang Indonesia yang sedang di 
sono juga gak akan tertabrak.
Sering kita dengar WNI menjadi begitu disiplin kalo di luar negeri, tapi begitu 
kembali ke Indonesia kelakuannya kembali ke asal. Kita tidak bisa menyalahkan 
hanya satu pihak, karena ini sudah menjadi BUDAYA, budaya yang jelek. 
Pemain bola di Yugoslavia begitu menjunjung tinggi sportivitas, tapi begitu 
main di Liga Indonesia sering kali mendapat kartu kuning dan berkelahi dengan 
sesama pemain.
Artinya.... atmosfer di sini memang begitu. Semua 'gila' nah kalau kamu gak 
ikut 'gila' kamu gak akan kebagian apa-apa. so pilih yang mana ? Memang masih 
ada orang yang memiliki idealisme untuk tetap 'lurus', tapi SEBAGIAN BESAR 
orang akan mengikuti arus disekitarnya.
Bagaimana agar semuanya bagus, baik ? Tidak akan selesai dengan menyalahkan 
orang lain atau menghukum, tapi mulailah dari diri MASING-MASING orang. 
Termasuk para PEJABAT yang berwenang agar membuat peraturan yang BIJAK.
Begitu kira-kira......

=narko=
penjol, sekali-kali kamu bonceng motor aku. Insya Allah kamu ketemu pengendara 
yang bisa berlari kencang tapi tetep disiplin :)

mega wrote :

Siang...

Ternyata warga Singapur yang tertabrak tadi pagi sesuai informasi dari
Jeung Tiara..
Siapa yang ga' disiplin nich ??

Hmm..

Mega

Kirim email ke