Mungkin gw setuju sama yang nomor tiga. klo memang dia tidak dekat dengan
banyak orang. tidak mungkin rakyat kecil sampai di pedalaman mendoakan dia
dan mengadakan doa bersama. Bukan maksud membela, walaupun klo memang salah
seharusnya dihukum. namun, karena sudah tidak memungkinkan untuk dihukum.
Mungkin bisa g ya klo diusut tanpa ada orangnya.

2008/1/14 Kaoru Narko <[EMAIL PROTECTED]>:
Pak Harto, bagaimanapun beliau salah satu putra terbaik bangsa ini.
Setidaknya menurut Gus Dur ada 3 hal yang beliau punya dan tidak banyak
dimiliki pemimpin kita saat ini :

   1. Pembangunan dengan rencana yang sistematis dan matang, masih ingat
   PELITA/REPELITA (Pembangunan Lima Tahun) ??. Sampai Pelita IV Indonesia
   sudah swasembada pangan dan estimasinya di Pelita VII kita dah TINGGAL
   LANDAS. Lah sekarang kita malah NYUNGSEP. Program Pelita itu waktu itu
   disosialisasikan secara meluas sehingga semua komponen masyarakat negara ini
   boleh dibilang 'satu hati' untuk melaksanakan program tersebut. Pemerintah
   sekarang ???
   2. Ketegasan. Rakyat Indonesia jumlahnya banyak, orang banyak tentunya
   memiliki banyak pemikiran pula. Bagi seorang pemimpin diperlukan KETEGASAN
   dalam mengambil setiap putusan. Dan INGAT bahwa sebuah putusan TIDAK MUNGKIN
   memuaskan semua pihak, so yang diperlukan adalah KETEGASAN pengambil
   keputusan.; Pemerintahan sekarang ???
   3. Perhatian kepada rakyat kecil. Tidak bisa dipungkiri Pak Harto
   dekat dengan rakyat kecil, mengerti apa yang rakyat mau. Untuk level rakyat
   Indonesia apa yang rakyat mau saat beliau memerintah ? Pangan, Sandang dan
   Papan. Dan pemerintahan beliau saat itu bisa memenuhinya.

Tak ada gading yang tak retak, apalagi ketika kekuasaan hingga mencapai
tingkat KENYAMANAN, mental pejabat sulit untuk berubah mengikuti
perkembangan di luar. Sampai pada titik semua orang mencari aman dengan
menjilat dan manipulasi segala kenyataan. Dan Pak Harto yang 'terlalu'
percaya kepada orang disekitarnya termakan, atau siapa tahu beliau sendiri
yang terseret dalam rencananya. Beliausendiri dan Tuhan yang Maha Tahu.

Secara beliau sebagai bangsawan yang sudah berjasa mengharumkan bangsa ini,
sebagai pribadi menurut saya kita harus bisa memaafkannya. Namun sebagai
negara hukum, proses hukum harus tetap berjalan bahkan disaat beliau tidak
mampu lagi mengikutinya. Karena bukan hanya beliau seorang yang berperan di
dalamnya.
Demikian.

=narko=

Kirim email ke