Gw lebih percaya pada LAMARAN daripada RAMALAN ..... Sebab, LAMARAN .... pasti ada kepastian... diterima apa kagak....!! Kalo RAMALAN .... belum tentu ada kepastian-nya....!!
Jimin ----- Original Message ----- From: Hari Saputra To: [email protected] Sent: Thursday, January 17, 2008 8:11 AM Subject: [IListeners] ilisteners pada percaya sama ramalan enga ??? (sesi MILIS shering) dear all miners pernah denger ramalan ???? pernah di ramal ?????????? percaya pada ramalan ????? pertanya aku apakah kalian percaya dengan ramalan????? kalau percaya kenapa kalau enga kenapa cerita ya........(shering) Nubuat Nubuat, atau ramalan/nujuman, dalam pengertian luas, adalah prediksi mengenai peristiwa-peristiwa yang akan datang. Istilah ini dalam bahasa Inggris adalah prophecy. Di Indonesia, secara awam istilah "nubuat" banyak dipakai di lingkup pewahyuan dalam Ketuhanan (agama/kepercayaan), sedangkan istilah ramalan/nujuman lebih banyak digunakan dalam lingkup prediksi nasib masa depan. Etimologi dari kata ini adalah dari bahasa Yunani, dari pro- "sebelum" ditambah akar kata dari phanai "mengatakan", menjadi "mengatakan sebelumnya" atau "meramalkan" (pernyataan). Nubuat adalah kata umum untuk menegaskan akan pewahyuan Kehendak Ilahi. Terkadang kata Yunani mantikê (Ketuhanan/Divination) juga diterjemahkan sebagai nubuatan. Sebagai contoh, R. W. Sharples menerjemahkan mantikê sebagai nubuatan di Alexander of Aphrodisias on Fate (London: Duckworth, 2003). Sepanjang sejarah, manusia telah mencari-cari pengetahuan akan peristiwa masa depan melalui individu-individu ataupun kelompok-kelompok yang dianggap memiliki bakat meramal. Sebagai contoh seperti kaum Oracle di Delphi pada masa Yunani kuno. Kebudayaan-kebudayaan lain di mana nubuat/ramalan memegang peranan penting di antaranya, Indian Amerika Utara, Mayan, Celtik, Druid, China, Chaldean, Asiria, Mesir Kuno, Hindu, Yahudi, Tibet, Yunani, dan banyak dari tradisi Kekristenan.
