Turut berduka cita atas mati-nya citra sepakbola Indonesia......

=======================================================================================================
Kamis, 17 Jan 2008,
Dipukul Penonton, Hakim Garis Terkapar Pingsan 



KEDIRI - Sepak bola Indonesia kembali tercoreng. Kali ini terasa menyesakkan 
karena yang menjadi korban keganasan amuk penonton adalah dua hakim garis. 
Pengadil pertandingan itu dipukul saat bertugas, yang menyebabkan mereka 
terkapar di lapangan. Tragis. 

Peristiwa yang membuat kita mengelus dada itu terjadi pada hari pertama 
perhelatan babak Delapan Besar Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII Grup A di 
Stadion Brawaijaya, Kediri, tadi malam (16/1). Pertandingan Persiwa Wamena 
kontra Arema Malang yang ternoda itu akhirnya dihentikan pada menit ke-71 
dengan keunggulan sementara 2-1 untuk Persiwa. 

Sejatinya, pertandingan tersebut berlangsung menarik. Arema dan Persiwa 
sama-sama menampilkan teknik tinggi. Enak ditonton. Sayang, ulah oknum suporter 
yang tak bertanggung jawab menyebabkan semua menjadi amburadul. 

Tak hanya itu. Kelompok suporter Aremania yang dikenal sangat sportif juga kena 
getah. Gara-gara oknum suporter liar, Aremania yang sangat menjunjung fair play 
dihukum tiga tahun tak boleh menonton pertandingan di seluruh stadion di 
Indonesia. 

Persiwa unggul terlebih dahulu pada menit ke-28 melalui sundulan Pieter 
Romaropen. Suasana tribun penonton yang dijejali ribuan pendukung Arema mulai 
panas. Keributan akhirnya meledak ketika wasit Jajat Sudrajat (Bandung) 
menganulir gol penyerang Arema, Patricio Morales, menit ke-36. Wasit menganggap 
Patricio off-side. Emosi penonton menjadi terakumulasi karena sebelumnya wasit 
juga menganulir gol Patrico pada menit ke-10 dengan alasan hands ball.

Penonton yang terpancing emosinya lantas melemparkan benda-benda ke dalam 
lapangan. Dalam situasi panas itu, seorang oknum suporter masuk lapangan dan 
memukul hakim garis, Yuli Suratno. Yuli yang dipukul dari belakang tak bisa 
membela diri. Cukup keras pukulan itu hingga dia pingsan dan terkapar. 

Wasit langsung memutuskan menghentikan pertandingan 15 menit. Setelah mendapat 
jaminan keamanan dari aparat keamanan dan panpel (panitia pelaksana), wasit 
Jajat Sudrajat bersedia melanjutkan pertandingan. ***** Yuli Suratno dengan 
Suhady Yunus (Aceh). Hingga babak I selesai, kondisi pertandingan berjalan 
lancar.

Awal babak kedua pertandingan lancar. Situasi tak terkendali ketika wasit 
kembali menganulir gol penyerang Arema, Emile Mbamba, menit ke- 51. Kondisi 
stadion menjadi panas. 

Situasi menjadi tak terkendali ketika memasuki menit ke-71. Saat itu wasit 
meniup peluit off side untuk Mbamba yang berpeluang mencetak gol. Penonton 
langsung menyerbu lapangan dan memukul hakim garis Sumarman yang mengangkat 
bendera off side. 

Sumarman yang terkena bogem masih bisa menyelamatkan diri. Penonton liar juga 
menyerang pemain Persiwa dan wartawan. Pertandingan terhenti total. Wasit Jajat 
tak mau melanjutkan pertandingan. 

Satrija Budi Wibawa, manajer Arema, menganggap pertandingan belum selesai. "Ini 
terjadi karena aparat pertandingan pergi sehingga rusuh. Kalau tidak pergi, 
saya pikir tidak akan terjadi," jelasnya. Dia juga menyesalkan kepemimpinan 
wasit. "Perlu diingat, keputusan wasit menganulir tiga gol kami itu sangat 
tidak masuk akal. Oke, untuk yang pertama dan kedua. Tapi, yang ketiga itu sah. 
Banyak teman saya yang telepon karena menonton di televisi bilang bahwa gol itu 
sah. Ini kenapa," tambahnya.

Namun, Ketua BWSI (Badan Wasit Sepak Bola Indonesia) IGK Manila menganggap 
wasit sudah baik. "Saya pikir kepemimpinan wasit sudah cukup baik. Tapi, emosi 
penonton yang tidak terkontrol akhirnya membuat situasi kacau." ujarnya. 

Suporter juga merusak Stadiom Brawijaya. Gawang ikut dibakar. Sejumlah bagian 
stadion rusak. Belum diketahui secara pasti besarnya kerugian.

Tadi malam Komisi Disiplin (Komdis) langsung menggelar pengadilan atas 
kerusuhan itu. Komdis memutuskan menghukum kelompok suporter setia Arema 
Malang. Mereka dilarang memasuki stadion di seluruh Indonesia dalam kurun tiga 
tahun. "Kami baru saja melakukan sidang darurat dan sidang jarak jauh. Kami 
memutuskan Aremania mulai hari ini (kemarin, Red) tidak boleh hadir ke stadion 
di seluruh Indonesia hingga tingga tahun mendatang," tegas Hinca Pandjaitan, 
ketua Komdis, kepada Jawa Pos tadi malam. (pen/fim/tof)


Attachment: 1200511457b
Description: Binary data

Kirim email ke