Membuka kitab-kitab kuno, menemukan tulisan di bawah ini :

Ki Ronggowarsito, sastrawan Jawa Kuno sebelum akhir hayatnya memberi 
'penerawangan' bahwa negara ini akan menemui kejayaan setelah dipegang oleh 7 
sosok pimpinan, yaitu :

1. Satriyo kinunjoro murbowaseso,
2. Satriyo muktiwibowo kesandung kesampar,
3. Satriyo jinumput sumelo atur gawe wirang,
4. Satriyo lelono, topo ngrame, wuto ngiteri jagad,
5. Satriyo piningit, hamung tuwuh,
6. Satriyo pinilih, mboyong gapuraning ratu, nggelar kloso tanpo nglenggahi,
7. Satriyo pinandito, sinisihan wahyu, ratu tanpo makutho.

Interpretasinya sangat luas, tergantung dari mana menelisiknya. Menarik ada 
orang-orang tua yang menerjemahkannya sebagai berikut :
  1.. Satriyo kinunjoro murbowaseso ; tokoh yang keluar masuk penjara, dan 
diangkat sebagai pemimpin seumur hidupnya. Deskripsi ini mengingatkan kita pada 
SUKARNO !
  2.. Satriyo muktiwibowo kesandung kesampar ; tokoh yang sangat berwibawa, 
disegani baik kawan maupun lawan. Namun 'langkah'nya terbelit berbagai masalah 
di sekitarnya (keluarga dan kawan2 dekatnya). Ingat SUHARTO !
  3.. Satriyo jinumput sumelo atur gawe wirang ; tokoh yang dipungut untuk naik 
memimpin, namun acapkali salah kata salah tindak hingga membuat 
malu/merendahkan wibawa bangsa. Ingat HABIBIE, anak angkat Suharto, diangkat 
menjadi presiden karena presiden mengundurkan diri, salah tindakan hingga 
Tim-Tim lepas dari Indonesia.
  4.. Satriyo Lelono, topo ngrame, wuto ngiteri jagad ; tokoh yang muncul dari 
'dunia keheningan', bukan dari ramainya dunia politik (awalnya), namun memiliki 
kemampuan ibarat tanpa melihat bisa tahu seisi dunia. Ingat GUS DUR ! berlatar 
belakang dunia pesantren, tahu segalanya walaupun memiliki keterbatasan fisik.
  5.. Satriyo Piningit, hamung tuwuh ; tokoh yang selama ini 'dipingit' 
dipinggirkan naik menjadi penguasa, namun hanya tumbuh dan belum sempat 
berkembang (berkuasa sebentar). Mungkin deskripsinya cocok dengan MEGAWATI ! 
yang selama ini tersia-sia namun umur kekuasaannya sangat pendek dan tidak 
terpilih kembali.
  6.. Satriyo pinilih, mboyong gapuraning ratu, nggelar kloso tanpo nglenggahi 
; tokoh pilihan rakyat untuk menduduki tampuk kekuasaan, menyusun landasan 
negara ke depannya namun hanya sampai mempersiapkan saja. orang lain yang akan 
meneruskan. Mungkin SBY ! yang dipilih rakyat secara demokratis menjadi 
presiden.
  7.. Satriyo pinandito, sinisihan wahyu, ratu tanpo makutho ; tokoh yang 
berwibawa, terhormat, bijaksana, dikelilingi pembantu-pembantunya yang sangat 
mendukung, pintar dan cerdas. Diibaratkan presiden sebagai raja tanpa mahkota, 
karena merakyatnya dia tidak perlu mahkota untuk dianggap sebagai raja. Karena 
kepemimpinan terpancar dari dalam bukan sebatas tampilan luar. Dia mungkin 
tidak terlalu pintar namun bijaksana dan mengayomi, roda pemerintahan 
dijalankan dengan dukungan segenap orang2 sekelilingnya yang terkoordinasi 
dengan baik. Semoga ini presiden mendatang negeri ini !
sebatas menterjemahkan secara bebas !

Kirim email ke