Mas Ozi,
Lha mereka-mereka :
a. yang buang sampah sembarangan (bahkan dari mobil mewah semacam BMW &
Bentley),
b. yang bikin warung di atas got & pedestrian,
c. yang bikin rumah di bawah jalan tol / di pinggiran kali,
d. bikin toko di taman kota,

emangnya mereka punya otak?

Lalu dgn alasan hak asasi & sudah lama di sini orang2x kaya point  b - d,
kalo disuruh pergi malah minta ganti rugi en dibelain LSM, celebrity pula.
Yang bodoh & tolol sapa disini?

Waktu gue masih di Tomang & banjir Feb 2007 datang, pada awalnya perasaan
gue sama ama Mas Ozi. Tapi setelah liat isi kali deket rumah (tempat tidur,
sofa, spring bed plus kotoran lainnya), liat sendiri cara hidup mereka yang
hidup di pinggiran kali & liat kelakuan para pengungsi kalo dibawain
bantuan, gue malah jengkel karena mereka salah satu penyebab banjir ini.
Huuh... Menyebalkan.

Jiwa sebagian besar bangsa ini memang mau sedikit kerja tapi untung segedhe
gunung ( alias MALES ). Membuat nyaman/nolongin orang lain GAK MAU (bukan
gak bisa) tapi selalu menuntut dibuat nyaman/ditolong walau harus
memaki-maki pemerintah. Apalagi kalo dibelain ama LSM & gerakan2x gak jelas
yang selalu mengusung atas nama rakyat kecil/miskin. Punya jiwa seperti itu
masih berani memaki bangsa lain. Lebih bodoh lagi bukan.

Itu dari aku, en sebagai informasi secara pribadi mulai tahun 2008 gue gak
akan pernah akuin julukan "kaum miskin kota", "anak jalanan" dan semacamnya.
Karena setelah sekian lama gue ngelihat kelakuan "orang-orang miskin kota" &
"anak jalanan" waktu gue naik angkot bahkan berjalan kali di Jakarta &
Tangerang,  ternyata itu topeng penutup kemalasan mereka. Sekali lagi ini
pendapat pribadi gue.

Thank U...

d' dome bachelor ever
-- 
I do I think, I think what I believe...

Kirim email ke