Wooiii.... Mas Foke, mencegah lebih baik dari pada mengobati ....!! Ada-ada aja kamu nih....
-------------------------------------------------------------------------------------------------- Rabu, 06 Feb 2008, Foke Garansi Bebas Banjir Tol Bandara Maksimal Lima Jam Normal Lagi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo membuat janji berani. Setelah menggelar rapat dengan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) di Balikota kemarin, orang nomor satu di Jakarta ini berjanji tol ke bandara tidak akan kebanjiran lagi saat hujan datang. Penegasan itu diungkapkan Fauzi Bowo usai rapat terbatas kabinet yang digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di balikota. "Pak Presiden minta penanganan bisa dilakukan secara quick respons (cepat). Bersama Departemen PU, Jasa Marga kami menjamin, jika banjir lagi jalur bandara bisa pulih maksimal lima jam," ungkap Fauzi Bowo. Tak hanya Fauzi Bowo yang menjamin. Saat menyampaikan hasil rapat, dia didampingi Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri Kesehatan Fadhilah Supari, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menkominfo M. Nuh serta Kepala BMG Sri Woro Budiati Harijono. Menurut Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, meski banjir kembali mengepung Ibukota, SBY minta jalur bandara jangan sampai putus. Sebab, Bandara Soekarno-Hatta termasuk bandara internasional yang menjadi pintu masuk Indonesia. Meski diakuinya, banjir yang terjadi kemarin terhitung akibat curah hujan yang sangat tinggi. BMG menghitung, intensitas hujan tersebut mencapai 317 mm sehari di kawasan Cengkareng. Padahal, rata-rata intensitas hujan biasa hanya sekitar 300 mm per bulan. "Kami menjamin paling lambat lima jam tidak akan terputus," katanya lagi. Untuk mewujudkan janji tersebut, PT Jasa Marga, Departemen PU serta Pemprov DKI telah menyediakan sejumlah pompa dengan kapasitas yang lebih besar. Terutama di jalur tol Sedyatmo km 24 hingga km 27,5 yang memiliki cekungan cukup signifikan. Sementara ini, ada tambahan 15 pompa. Tujuh unit dari PT Jasa Marga. Sementara 75 unit yang sudah ada dengan kapasitas tiga meter kubik per detik. Selain itu, PT Jasa Marga juga telah membuat langkah untuk membangun jalan layang sepanjang tujuh kilo meter di atas area yang rendah tersebut. Sementara, untuk langkah jangka menengah, penyelesaian banjir kanal timur (BKT) telah mendapat restu presiden untuk segera dituntaskan. Dipastikan, dari hasil perhitungan BKT tuntas 2009. Saat ini, kasus pembebasan lahan di Jakarta Timur masih sekitar 115 kasus, selebihnya Jakarta Utara sudah jauh berkurang. Dari jumlah total areal BKT, sebanyak 72 persen sudah dibebaskan. "Banjir kanal barat (BKB) direvitalisasi, begitu juga muara sungai serta revitalisasi situ di selatan Jakarta juga telah mendapat restu presiden," ungkapnya. Kajian untuk membuat sodetan baru yang memecah aliran Sungai Ciliwung menuju BKT juga tengah dilakukan. Agar, aliran air tidak seluruhnya terkonsentrasi ke arah BKB. Sebab, lanjut Foke, kondisi Jakarta telah dihadang dua persoalan serius yang mengiringi banjir akibat gelontoran air dari hulu. Yakni air laut pasang serta penurunan muka air tanah. Dalam rentang waktu 18 tahun, muka air laut telah naik lebih dari 40 cm. Sementara di sisi lain, penurunan air tanah hingga 1,2 meter dalam kurun waktu 20 tahun akibat penyedotan air tanah secara besar-besaran. Sehingga, untuk menghindari penurunan air tanah lebih lanjut pasokan air ke warga masyarakat akan lebih diperluas agar warga tidak lagi mengeruk air tanah untuk konsumsi sehari-hari. "Ini akan diambilkan dari waduk Jatiluhur. Sumur resapan harus terus dilakuan. Setiap bangunan punya kewajiban untuk membangun sumur resapan. Ini akan kami kontrol dan diawasi," tandasnya. Dalam jangka panjang, Foke juga menyinggung akan membangun terowongan air bawah tanah (deep tunnel) antara Jl. MT Haryono hingga Rusun Bidara Cina atau dari Kampung Pedati, Otista lurus hingga tembus Kali Cipinang. "Kajian sedang kami lakukan. Tahun depan sudah dalam kajian teknis. Diperkirakan dua tahun ke depan sudah bisa jalan," terangnya. Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menambahkan, penanganan banjir Jakarta tetap menjadi prioritas pemerintah pusat. Sebab, sebagai Ibukota, Jakarta memiliki peran yang cukup strategis. Terlebih lagi seluruh jalur perhubungan yang ada diharapkan bisa terbebas dari banjir dengan langkah sinergis antara pusat dengan Pemprov DKI. Sehingga, situasi darurat tidak terjadi lagi. Pembangunan jalan layang di atas tol Sedyatmo akan direalisasikan secepatnya. Rencananya, bulan Maret mendatang sudah bisa dimulai. Saat ini tengah dilakukan koordinasi antara Departemen PU dengan kehutanan. Sebab, ada satu kawasan yang masuk hutan lindung yang memerlukan penggantian tempat. "Kami juga mengusulkan agar rel ke bandara bisa segera direalisasikan," bebernya. (aak)
