Kami sedang membeli dan mengumpulkan minyak goreng bekas dalam jumlah tidak 
terbatas untuk dikonversikan menjadi Biodiesel. Biodiesel adalah bahan bakar 
yang terbarukan dan ramah lingkungan serta menghasilkan aroma harum dari asap 
kendaraan yang menggunakannya.



Bagi Hotel dan Restaurant yang bersedia menjual jelantahnya sambil ikut 
berpartisipasi ikut menyelamatkan planet bumi, silahkan menguhubungi Pak Hasim 
Hanafie di 08161126264



Ini ada artikel dari Pikiran Rakyat yang mungkin bermanfaat untuk sekedar bacaan

============ ========= ========= ========= =

Berita dari Koran : Pikiran Rakyat

Jelantah, Bahan Bakar Transpakuan 

BOGOR - Terobosan terbaru dilakukan Pemkot Bogor yaitu dengan memanfaatkan 
minyak goreng bekas atau sering disebut minyak jelantah, untuk dijadikan bahan 
bakar alternatif bus Transpakuan. Untuk mendukung program tersebut, Pemkot 
Bogor menunjuk dua pengelola koperasi pasar di Pasar Sukasari dan Pasar 
Padasuka untuk mengumpulkan minyak jelantah dari 120 pemilik restoran dan 
pedagang makanan di Kota Bogor. Asda Bidang Sosial Ekonomi Pemkot Bogor, Indra 
M. Rusli mengatakan, minyak jelantah adalah limbah yang membahayakan karena 
mengandung zat karsinogenik yang bisa menyebabkan penyakit jantung. "Pemakaian 
minyak goreng paling banyak untuk tiga kali menggoreng, setelah itu tidak sehat 
lagi. Karena, sudah mengandung zat karsinogeik. Namun, ternyata hasil 
penelitian zat karsinogenik ini bisa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan," 
kata Indra. Dengan pertimbangan seperti itu, Pemkot Bogor melihat minyak 
jelantah ini bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif bus Transpakuan yang 
dikelola oleh Perusahaan Daerah Jasa Transportasi. Minyak jelantah tersebut 
akan diolah menggunakan mesin, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar 
alternatif. Pemkot Bogor tertarik ingin memanfaatkan minyak jelantah sebagai 
bahan bakar alternatif setelah melihat pemanfaatannya di Kota Kyoto, Jepang. 
"Saat ini ada sekitar 120 bus bermesin diesel di Kyoto yang bahan bakarnya 20 
persen menggunakan minyak jelantah dan 80 persen menggunakan solar," kata 
Indra. Kepala Koperasi Pasar Bogor, Rizal Utami, yang mengelola kebersihan di 
tiga pasar tersebut mengatakan, jelantah yang sudah tidak terpakai oleh 
restoran dan pedagang makanan dikumpulkan menggunakan jerigen yang disediakan 
Pemkot Bogor. "Jerigen-jerigen itu dititipkan di restoran dan pedagang makanan 
oleh petugas dari Koppas. Setiap tiga hari, jerigen itu akan diambil dan 
diberikan jerigen baru," kata Rizal Utami. (A-104)***

Kirim email ke