Pagi..

Kabar dari keluarga Cendana kembali bergulir.. skrg masalah warisan
yang sangat besar dan sangat cukup banget bayar hutang negri ini..

Hmmm...

Happy Days.. ^_^

Mega
===================================================
http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.09.20341110&channel=1&mn=1&idx=1
==================================================

JAKARTA, SABTU - Keenam putra-putri (alm) mantan presiden Soeharto tak
hanya menerima warisan perkara gugatan perdata Yayasan Supersemar
saja. Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) Cs, kini juga mewarisi uang Rp 1
triliun dari hasil kemenangan Soeharto atas gugatan terhadap majalah
Time Asia.

"Kita sedang mintakan ke Pengadilan untuk melakukan eksekusi terhadap
tergugat supaya membayar Rp 1 triliun sesuai putusan pengadilan. Namun
eksekusi agak sulit karena tergugat sebagian berada di luar negeri,"
tegas mantan kuasa hukum Soeharto yakni Juan Felix Tampubolon di
Jakarta, Sabtu (9/2).

Siapa yang mewarisi Rp 1 triliun tersebut? "Ya putra-putri (Alm) Pak
Harto," ujar pengacara berpostur tinggi besar itu.

Seperti dalam gugatan perdata Yayasan Supersemar, menurut Felix, untuk
menjadi ahli waris dalam kasus ini tidak ada kesulitan. Putra-putra
Soeharto cukup mendapat keterangan dari Kelurahan atau kantor notaris
bahwa mereka adalah ahli waris dari Pak Harto.

"Kalau melalui penetapan dari Pengadilan Agama, itu jika terjadi
persengketaan dari ahli waris. Jadi cukup keterangan dari Kelurahan
setempat saja," urainya.

Mengenai permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan kuasa hukum
Time Asia, menurut Felix, hal tersebut tidak menghalangi pelaksanaan
eksekusi.

Pada 30 Agustus 2007, majelis Kasasi Mahkamah Agung (MA) yang diketuai
German Hoediarto mengabulkan gugatan dari Soeharto atas majalah Time
Asia. Isinya, Time Asia harus membayar Rp 1 triliun dari Rp 189
triliun yang diajukan kubu Soeharto.

Gugatan ini diajukan Soeharto atas pemberitaan Time edisi Asia volume
153 nomor 20 tanggal 24 Mei 1999. Dalam sampul depan, Time memuat
tulisan "Suharto Inc. How Indonesia's longtime boss built a family
fortune" yang dianggap Soeharto tidak
sesuai fakta. (Persda Network/yls)

Kirim email ke