wow........
this is amazing life story....
salut buat Pak Suyatno, yang mempunyai hati tulus mencintai istri dengan 
mendasarkan cintanya pada kasih Allah.....
ayo yang merasa jadi suami ( termasuk aq )..... sayangilah istri anda sendiri 
seperti anda mencintai diri sendiri ya....
aduh happy banget nech bisa... finally bisa ol lagi di milist tercinta ini....

from karawang with love...

binsar....

----- Original Message ----
From: Mega Rachmani <[EMAIL PROTECTED]>
To: Milis IListeners <[email protected]>
Sent: Tuesday, 12 February, 2008 1:51:59 PM
Subject: [IListeners] [Cerita] Mampukah Qita menjadi Pasangan seperti Ini ??









  


    
            Siang..



Menurutku artikel ini bagus banget.. andai ku bertemu dengan pasangan

seperti Pak Suyatno.. sungguh bahagianya aku..

Ingin ku habiskan hayatku bersama pasangan setiaku..

Semoga..



Happy days..



Mega

============ ========= ========= ========= =====



Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan

sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan

merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah

sudah lebih 32

tahun



Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah

istrinya melahirkan anak ke empat tiba2, kakinya lumpuh dan tidak bisa

digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh

tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnya pun

sudah tidak bisa digerakkan lagi.



Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan

mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia

letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.



Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya

tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari

rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan

siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan

selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil

menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.



Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak

suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap

berangkat tidur.



Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan

sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah

hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg

masih kuliah.



Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka

sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal

dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka, Dia yg

merawat, yang dia inginkan hanya satu, semua anaknya berhasil.



Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin

sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu

tidak ada sedikit pun keluhan keluar dari bibir bapak. Bahkan bapak

tidak ijinkan kami menjaga ibu" .



Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya, "Sudah yg keempat

kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi ,kami rasa ibu pun akan

mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban

seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan

merawat ibu bergantian".



Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka." Anak2ku

Jikalau hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan

menikah, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu

sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian".. sejenak

kerongkongannya tersekat,

"Kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg

tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu

apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini. Kalian menginginkan

bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu

dengan keadaanya sekarang. Kalian menginginkan bapak yg masih diberi

Allah kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg

masih sakit."



Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno mereka pun melihat butiran2 kecil

jatuh dipelupuk mata ibu suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat

dicintainya itu....



Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV

swasta untuk menjadi nara sumber diacara islami Selepas Shubuh dan

mereka pun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno kenapa mampu

bertahan  selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.

Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio

kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru disitulah pak

suyatno bercerita.



"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak mencintai

karena Allah semuanya akan luntur. Saya memilih istri saya menjadi

pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar

merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan

mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.."



Sekarang dia sakit berkorban untuk saya karena Allah. Dan itu

merupakan ujian bagi saya, sehat pun belum tentu saya mencari

penggantinya apalagi dia sakit.. setiap malam, saya bersujud dan

menangis dan saya dapat bercerita kepada Allah. Dan saya yakin hanya

kepada Allah, saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia

saya..



    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->








      Get the name you always wanted with the new y7mail email address.
www.yahoo7.com.au/y7mail

Kirim email ke