Note: forwarded message attached.
       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
--- Begin Message ---
----- Forwarded by Ery Lestari/RND/PUSAT/SOHO/SOHO_GROUP on 02/19/2008 
11:59 AM -----




DEAR
ALL MY FRIENDS
 
TOLONG  BACA DAN JANGAN  
COBA 2X IKUT WALAU PUN HANYA
Rp 2000 MAKANYA BACA OK
 
Dapat dari milis tetangga.........

 
Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah
seorang
 AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain
 lepas
 kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari
 kehidupan mereka.
 
Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung
 atau
 ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat
 memprihatinkan.
 
Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang
ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka
ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms
putera-puteri
mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun
kemenangan
AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan
mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka
 sanggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin
 dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin
 aja.
 
Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI
 2005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini
 punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah
 kos
 sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit
 mahal RP 500..000. Namun itu dipilih karena
 pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu
 sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan
 kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari.
 Makan
 dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada
 dugem
 and kehidupan glamor, lha makan aja susah.
 
Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan,
 Nana, Yuke, Eki, dll.
 
Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen
 Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar.
 Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian pembagian
 job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI
 seperti Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara
 yang lain kaga dapat/jarang dapat job. Maklum
 artisnya
 sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka
 susah.
 Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem
 duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan
 gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena
 takut
 ga bisa bayar.
 
Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para
 orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran
 dan
 kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi.
 Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh
 Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali.
 Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun
 kecil
 sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya
 Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka.
 
Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak,
 Pildacil
 juga begitu. Kasian orang tua dan anak yang rela
 antre
 berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini.
 Seorang
 anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos
 dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia
 sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan
 membuat
 orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang
 tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.
 
mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu
 ke
 media anda? Gw punya nomer kontak mereka. Gaya hidup
 mereka yang kontras dengan image publik kayanya
 menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar
 anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga tertipu
 lebih banyak lagi.
 
 
JUDI SMS MENGGILAAAA ......
 
Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara
 kontes-kontesan.
 Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni
 Terakhir,
 KDI, Putri Cantrik, dsb.
 Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit
 penyanyi terbaik.
 Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya
 adalah SMS premium.
 
Bisnis ini sangat menggiurkan,
 lagi pula aman dari jeratan hukum -- setidaknya
 sampai saat ini.
 Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya
 --anggaplah-- Rp 2000.
 Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk
 penyelenggara SMS Center
 (Satelindo, Telkomsel, dsb).
 Sisanya yang 40% untuk "bandar" (penyelenggara) SMS.
 Siapa saja bisa jadi bandar,
 asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke
 Internet
 nonstop 24 jam per hari dan membuat program
 aplikasinya.
 Jika dari satu SMS ini "bandar" mendapat 40%
 (artinya sekitar Rp 800),
 maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari
 total penduduk
 Indonesia
 (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa
 yang punya
 handphone?
 Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa
 meraup uang sebanyak
 Rp 80.000.000.000
 (baca: Delapan puluh milyar rupiah).
 Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ?
 rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya
 perlu menyisihkan
 1,25% dari
 keuntungan yang diraupnya sebagai "biaya promosi"!
 Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS
 hanya sekali.
 Masyarakat diminta mengirimkan SMS
 sebanyak-banyaknya
 agar jagoannya tidak tersisih,
 dan "siapa tahu" mendapat hadiah.
 Kata "siapa tahu" adalah untung-untungan,
 yang mempertaruhkan pulsa handphone.
 Pulsa ini dibeli pakai uang.
 Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.
 
Begitu menggiurkannya bisnis ini,
 sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya
 pikir menyesatkan.
 Pemirsa televisi diminta menebak, "buka" atau
 "sahur",
 lalu jawabannya dikirim via SMS.
 Ada embel-embel gratis.
 Ada kata, "dapatkan handphone..." Saya bilang ini
 menyesatkan,
 karena pemirsa televisi bisa menyangka :
 "Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis
 (toll free),
 saya bisa mendapat handphone gratis".
 
Kondisi ini sudah sangat menyedihkan.
 Bahkan sangat gawat.
 Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB.
 Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi
 agen,
 jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak
 panah,
 sekarang orang bisa berjudi,
 hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat
 handphone!
 .
 Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini. 
Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan
 sia-sia belakan
 
 
 
 

Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
now. 
--------------------------
Bumi Laut Group, Indonesia
 
 

Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. 

__________ NOD32 2873 (20080213) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com

--- End Message ---

Kirim email ke