Mas Jimin,

 

Untungnya calon suami ku sekarang mempunyai sifat yg persis banget sama
mas jimin...

 

~ Alfi ~

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Jimin
Sent: Wednesday, February 20, 2008 2:51 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [IListeners] Ayah... benarkah sering dikesampingkan..? > to
mba elin

 

Dulu, sikap calon istri gw pada ayah kandungnya lebih parah daripada mba
Elin & mba Alfi. 

Dia sangat benci & bersumpah ngga' akan pernah ketemu lagi dgn ayahnya. 

Tapi, menjelang pernikahan gw ama dia, gw terus coba mencairkan hatinya
agar dia mau memaafkan dan menghormati ayah kandungnya. Waktu itu, gw
bertekad, lebih baik batal kawin daripada punya istri yg ngga'
menghormati ayahnya.

Alhamdulillah, akhirnya calon istri gw mau gw ajak ketemuan sama ayah
kandungnya di Semarang, hanya untuk minta doa restu perkawinan kami.

 

Jadi, gw hanya menghimbau kepada kaum lelaki, kalo calon anda punya
masalah dgn orang tuanya, cobalah dibimbing dan diarahkan, paling ngga',
kita bisa dapat restu untuk mengawini anaknya. 

Lebih baik lagi kalo kita berhasil mempersatukan mereka apabila keluarga
mereka sudah tercerai-berai. 

Percaya deh, kalo kita berhasil melakukan hal itu, legaaa rasanya. Dan
kita menjalani rumah tangga juga jauh lebih tenang. 

Ngga' mau kan punya istri yg durhaka pada orang tuanya? .... (ntar jadi
batu lagi...)

 

Jimin

 

 

        ----- Original Message ----- 

        From: tresia <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

        To: [email protected]
<mailto:[email protected]>  

        Sent: Wednesday, February 20, 2008 3:01 PM

        Subject: RE: [IListeners] Ayah... benarkah sering
dikesampingkan..? > to mba elin

         

        Pengalamannyalah yang menyebabkan seorang anak mencintai atau
membenci ayahnya.

        Saya rasa mbak Elly maupun mbak Alfi tidak menyia-nyiakan
ayahnya, bahkan tetap menghormati cuma dengan cara yang berbeda. Mungkin
banyak hal-hal pahit yang terjadi yang sudah mereka alami ketika bersama
sang ayah.

        Mungkin mereka mengalami :

        1.      Mengalami kekerasan fisik dan mental dari ayah mereka,
atau 
        2.      Mungkin ada yang mengalami pelecehan seksual, atau 
        3.      Melihat ibu atau saudara2nya dipukuli atau dicaci maki
oleh ayah, atau 
        4.      Mengetahui perselingkuhan ayahnya, atau 
        5.      banyak hal-hal jelek lainnya. 

        Luka pada tubuh kita gampang diobati tetapi luka hati memerlukan
waktu untuk mengobatinya. Mari kita memandang orang lain bukan hanya
dari kacamata kita tapi belajar memahami cara pandang orang lain, supaya
kita tidak menghakimi orang lain. Dengan ini kita dapat bergandeng
tangan saling membantu dan saling menguatkan satu sama lain.

        Mbak Elly, bebaskan dirimu dari kemarahan dan berikan maaf yg
utuh buat ayahmu. Karena pembalasan bukan milik kita tetapi milik Tuhan
semata.

        Note : saya punya pengalaman yang indah bersama ayah maupun ibu.
Ayahku teman untuk bercerita apa saja dan saya juga jadi teman curhatnya
beliau. Tapi sekarang beliau sudah dikeabadian, saya sangat
merindukannya.

        Salam, Tresia Ambarita

        PT Tripatria Andalan Medika

        Jl. Kaji No. 22C

        Jakarta 

        -----Original Message-----
        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Elin Elin
        Sent: 20 Februari 2008 14:14
        To: [email protected]
        Subject: Re: [IListeners] Ayah... benarkah sering
dikesampingkan..? > to mba elin

        Gw bukan menyia2kan bokap. Tp dia yang telah menyia2kan
keluarganya sendiri. Maaf?? Ribuan bahkan tiap hari pun gw dah memaafkan
dia. Tp... buat gw, nyayangin dia lagi, melupakan kesalahaan dia butuh
waktu yang gw sendiri ga tau kapan bisa gw lakuin. Nyia2kan dia?? ga
juga gw tetep penuhin kebutuhan dia kalau gw mampu.

        Hormat?? gw hormat sama dia cuma karena dia orang tua gua. Just
that! Gw cuma berharap teman2 jangan menghakimi gw nyia2in bokap gw kalo
ga tau ceritanya! 

        Mba Alfi.. jangan2 cerita kita sama nih.. =)

        -eLin-

        ----- Original Message ----
        From: Didik Espe <[EMAIL PROTECTED]>
        To: [email protected]
        Sent: Wednesday, February 20, 2008 1:56:45 PM
        Subject: Re: [IListeners] Ayah... benarkah sering
dikesampingkan..? > to mba elin

        Weleh weleh...

        Ko pada banyak yg punya pengalaman kurang menyenangkan sama
profil seorang ayah ya.

        Kalo aku malah kebalikannya, aku amat sangat merindukan profil
seorang ayah, secara aku sudah yatim semenjak belum masuk SD, ayahku
meninggal karena kecelakaan.

        Jujur, aku sangat iri, ketika ada acara di sekolah, entah itu
pembagian raport, perpisahan dsb, yg dihadiri lengkap oleh kedua orang
tua mereka. Aku hanya bisa memendam kerinduanku dalam-dalam.

        Itulah, sekarang aku berusaha semaksimalnya utk menjadi profil
seorang ayah yg baik dan bijak di hadapan anakku.

        Sebisa mungkin aku ikut nyuapin, mandiin, nyebokin bahkan
menidurkannya. Aku ga mau anakku kehilangan profil ayah seperti
pengalaman ayahnya dulu.

        Tapi kenapa temen temen malah seakan2 menyia-nyiakan ayah?

        Kalau beliau masih ada, seharusnyalah kita hormati dan kita
sayangi.

        Jangan sampai menyesal di kemudian hari..

        Ingat Rosululloh juga seorang ayah, dan saya amat sangat kagum
kepada Beliau.

        Kupersembahkan lagu ini, khusus buat ayahku tercinta alm Moh.
Tasir Dirdjowijoto

        Dimana akan kucari?
        Aku menangis seorang diri
        Hatiku selalu ingin bertemu
        Untukmu aku bernyanyi

        Untuk Ayah tercinta aku ingin bernyanyi
        Walau air mata di pipiku
        Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
        Walau hanya dalam mimpi

        Lihatlah hari berganti
        Namun tiada seindah dulu
        Datanglah aku ingin bertemu
        Denganmu aku bernyanyi

        Untuk Ayah tercinta aku ingin bernyanyi
        Walau air mata di pipiku
        Ayah dengarkanlah aku ingin berjumpa
        Walau hanya dalam mimpi

        Ayah dengarkanlah aku ingin berjumpa
        Walau hanya dalam mimpi
        Hanya dalam mimpi ... 

        
        Salam hangat dari anakmu

        Didik Sapto Pramono Dirdjowijoto

        ----- Original Message ----
        From: Alfi Diani Fitri <[EMAIL PROTECTED] co.id <http://co.id/> >
        To: [EMAIL PROTECTED] ups.com <http://ups.com/> 
        Sent: Wednesday, February 20, 2008 1:17:28 PM
        Subject: RE: [IListeners] Ayah... benarkah sering
dikesampingkan. .? > to mba elin

        Mba Elin, kok sama kyk aku juga...Bokap gw hanya org yang musti
gw hormatin. Dan bokap gw bukan siapa2..Gw lebih takut ditinggal nyokap
drpd di tinggal bokap....ceritanya panjang dech....

        ~ Alfi ~

        
________________________________


        From: [EMAIL PROTECTED] ups.com <http://ups.com/>  [mailto:
[EMAIL PROTECTED] ups.com <http://ups.com/>  ] On Behalf Of Elin Elin
        Sent: Wednesday, February 20, 2008 1:02 PM
        To: [EMAIL PROTECTED] ups.com <http://ups.com/> 
        Subject: Re: [IListeners] Ayah... benarkah sering
dikesampingkan. .?

        ayah???

        Jujur gw sendiri ga respect sama bokap gw. Gw amat sangat deket
ke nyokap. Buat gw bokap tuh cuma sosok yang wajib gw hormatin just
that. Kenapa? Wah.. ceritanya panjang dan menoreh luka buat gw yang amat
sangat dalam. 

        So.. buat gw bokap bukan siapa2.

        -eLin-

        
        
________________________________


        Looking for last minute shopping deals? Find them fast with
Yahoo! Search.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51734/*http:/tools.search.yahoo.com/newsearc
h/category.php?category=shopping>  

        
        
________________________________


        Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo!
Mobile. Try it now.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http:/mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62
sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ%20> 

 

Kirim email ke