Siang..

Semangat untuk berubah... ini motivasi of d'day ku..
Harus berubah menjadi lebih baik dari pada masa lalu..
Semoga..


Happy days..


Mega
===================================================
Semangat Untuk Berubah

Apabila garis nasib melukai hatimu
Pintalah kepada Tuhan nasib yang lain
Permintaanmu akan nasib baru adalah patut
Karena Tuhan memutuskan nasib
tak terhingga banyaknya
(Muhammad Iqbal)


Pernahkah engkau mengutuk diri sendiri, terlalu banyak mengeluh sambil
menyalahkah Tuhan. Menyalahkan karena berprasangka tidak adil. Atau,
terlalu iri pada sesama. Berpandangan bahwa orang lain diberikan riski
dan keadaan yang serba ada. Serba enak. Sedangkan, ketika engkau
menengok diri sendiri, masih jauh dari kata cukup. Masih hidup serba
kekurangan. Pernahkah…pernahkan hal ini terasakan…?.

Atau, engkau merasa hidup selalu sial. Nasib selalu buruk. Dalam
kehidupan keseharian hanya dipenuhi duka lara. Nyaris, tak ada cerita
bahagia didalamnya. Hidup serasa suram, harapan akan datangnya
kebahagiaan seperti fatamorgana. Harapan yang belum pasti kapan
datangnya. Ditambah lagi, merasa tak ada potensi terbaik dalam diri.
Pesimis akan masa depan. Hati selalu terpuruk. Bahkan nampaknya hidup
terasa gelap.

Ah, semoga saja itu tak terjadi.

Hari ini, saya hanya sekedar ingin membincang tentang optimisme, bukan
pesimisme. Hasrat untuk membincangkannya berawal dari curhat seorang
teman. Dia, merasa seperti yang saya ceritakan diawal. Lebih banyak
diam ketika saya mendengar ceritanya. Hanya saja, saya merasa ada yang
perlu diluruskan. Ada yang sepertinya perlu pemikiran berbeda dalam
mensikapi fenomena nasib kita. Ya, pandanglah dunia dengan cara yang
berbeda. Karena, duniapun begitu. Dibalik sisi gelap, ada cahaya yang
terang benderang. Gelap terang dunia itu niscaya. Tinggal,
pandai-pandai kita dalam memilihnya.

Orang Jawa bilang, hidup ini sawang sinawang (saling melihat).

Orang yang merasa miskin, kadang terlalu melihat dan mendongak keatas.
Sambil berandai-andai, memimpikan betapa enaknya jadi orang kaya.
Sementara, kadang, orang yang dipandang kaya itu rupanya tak seindah
yang dibayangkan oleh si miskin. Hidup selalu sibuk. Urusan banyak.
Kadang persoalan datang silih berganti. Tak ada hentinya. Setiap
pulang ke rumah, tinggal capeknya saja. Singkatnya, nyaris tak ada
waktu senggang untuk menikmati hidup. Menikmati kekayaan yang
dimilikinya. Begitulah hidup dalam bingkai sawang sinawang.

Saya tak hendak mengatakan bahwa jangan jadi orang kaya. Justru, kita
perlu kaya. Hanya, tak sekedar kaya materi. Kaya jiwa juga perlu.
Karena inilah sebenarnya kekayaan yang mendatangkan kebahagiaan. Dalam
kondisi apapun. Untuk bisa meraihnya, kita memang perlu menggelorakan
semangat untuk berubah. Islam sendiri telah mengajarkan itu. Tuhan
tidak akan merubah nasib sebuah kaum, sebelum mereka mau merubah nasib
diri mereka sendiri. Inilah yang dinamakan proses.

Bagi siapapun yang kini sedang merasa terpuruk. Tak ada kata selain
kita mesti bangkit. Membangun kembali keping-keping semangat yang
masih ada. Memaksimalkan segenap potensi yang kita miliki. Mari
sama-sama kita mengejar mimpi yang belum terwujudkan. Mimpi yang masih
tertunda.

Kita mesti ingat, masa depan adalah apa yang kita rangkai hari ini.
Selangkah demi selangkah, mari kita semai dan wujudkan mimpi-mimpi
kita bersama. Semangat untuk berubah kita bangun kembali. Kali ini,
kita memang perlu sepakat dengan kata para pakar pengembangan diri,
sikap optimis. Ya, sebuah optimisme dalam diri kita. Sikap optimis itu
perlu asal proporsional, asal tidak berlebihan. Optimisme perlu ada
sebagai awal perubahan atas diri kita, bukan sebaliknya, selalu
pesimis. Yang kita perlukan adalah optimisme, bukan pesimistis. Sebab
sikap pesimis tidak akan pernah menghasilkan apa-apa. Percayalah !.


Best Regard
Erwin Arianto,SE


 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/IListeners/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/IListeners/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke