Informasi di dunia maya memang lebih cepat dibandingkan dalam dunia realita.
unfortunatelly, terkadang kita kurang bisa menyaring mana informasi yang sudah 
terjadi di kenyataan kita dan mana yang masih nun jauh di sana. Efeknya 
terkadang membiat kita paranoid ata takut duluan padahal belum tentu terjadi, 
atau bahkan merugikan pihak yang sebenarnya tidak tahu apa-apa.

Contoh yang pernah terjadi, sebuah restoran waralaba yang jaringannya sangat 
luas menderita kerugian besar di Indonesia. pemegang ijin waralaba nya yang 
notabene orang Indonesia asli menderita kerugian. Penyebabnya karena adanya 
informasi dari internet bahwa gerai sejenisnya di Inggris sana menggunakan 
bahan yang tidak halal. Ketika berita tersebut sampai Indonesia, efeknya 
seperti di atas. Padahal setelah diteliti lebih cermat, produk yang tidak halal 
tersebut adalah produk khusus di sana dan tidak ada di Indonesia. Kalau mau 
lebih cermat lagi, bahan yang dipakai di sana tidak sama dengan bahan yang 
dipakai di Indonesia, bahkan tidak ada. Nah kalau sudah terlanjur karyawan 
gerai dirumahkan misalnya, sungguh kasihan hanya karena informasi yang tidak 
lengkap sudah terlanjur menyebar.

Kemudahan penyebaran informasi lewat media internet sering kali juga menjadi 
mesin propaganda yang sangat murah, cepat dan gampang. TErakhir ada informasi 
tentang larangan menonton sinetron tertentu di TV karena disinyalir bisa 
merubah iman seseorang (!!!). Larangan tanpa ujung pangkal ini sempat 
meresahkan hingga tidak sedikit TV yang dimatikan ketika jam tayang sinetron 
tersebut. Ketika sempat ditanyakan kepada seorang pemuka agama yang lebih 
menguasai tentang ini apakah benar efek sinetron tersebut bisa menggoyahkan 
iman seseorang ? Beliau menjawab sambil tertawa dan berkata bahwa sungguh tipis 
sekali iman orang itu yang hanya karena sebuah sinetron bisa goyah. Beliau juga 
menyatakan bahwa informasi itu hanya sebuah propaganda untuk menebar kecemasan 
dan kebencian antar golongan, sekaligus sebuah skenario untuk langkah 
selanjutnya. Dan mungkin saja itu sebuah strategi marketing, who knows ?

Ada seorang tuna netra, dia ingin tahu tentang gajah. Dia pergi ke kebun 
binatang dan ketika di kandang gajah dia meraba-raba. Terpeganglah ekor 
gajahnya, panjang seperti ular. Pulang dari kebun binatang dia mengumumkan ke 
semua orang bahwa gajah itu kecil panjang tidak beda dengan ular. Orang tuna 
netra lain yang pernah memegang perut gajah membantah, bukan ! gajah itu besar 
seperti bedug. Dan begitu seterusnya, ada orang lain yang memegang telinganya 
akan berpendapat bahwa gajah itu seperti kipas. Nah ketika sebuah informasi 
sudah terlontar, dia tidak bisa ditarik kembali. Celaka apabila informasi yang 
tidak lengkap dipakai oleh orang yang sama sekali tidak tahu menahu untuk 
sesuatu yang penting. Akhirnya semua salah.

Intinya, apabila ingin memberikan informasi dengan sejelas-jelasnya. Lihatlah 
berita itu dari 'keempat arah mata angin', sehingga terlihat 'apa itu' 
sebenarnya. Bahkan kalaupun kita ingin memberikan informasi sesuatu tidak perlu 
dengan sebenar-benarnya, misalnya kepentingan kampanye, promosi, marketing dsb 
sehingga hanya hal-hal baik yang kita kemukakan, kita masih harus tahu bener 
seutuhnya sebenarnya apa yang kita bicarakan. Jangan sampai kita yang 
memberikan informasi, ternyata si pendengar lebih lengkap informasinya 
dibanding kita.

Maaf, Demikian.

elin :
Dijual dimana?? Kalo menurut gw nih... mungkin gw agak2 egois. terlepas dari 
agama apapun juga... kalo menurut gw.....
JANGAN MUDAH PERCAYA PADA HASUTAN ORANG2 KALO BELOM LIAT YANG SEBENERNYA. DOSA 
TUH PERCAYA PADA FITNAH.
Soalnya gw punya ponakan banyak yang maen LEGO. dan sepanjang yang gw liat ga 
ada tuh LEGO yang kaya gitu.

gitu aja sih menurut gw. 

Kirim email ke