Lalu, apakah sebenarnya cinta sejati itu???
Cinta, tidak lain tidak bukan adalah memberi, memberi dan memberi, tanpa
berharap kembali, tanpa pamrih apapun juga.
Bohong besar berkata "cinta" jika tiada pernah memberi.
Bohong besar berkata "cinta" jika memberi tapi berharap balasan.
Itulah cinta sejati. Itulah cinta yang sesungguhnya.
Lalu siapakah sesungguhnya pemilik cinta sejati itu???
Maka tanyakanlah, siapa yang setiap saat, setiap detik, selalu "memberi,
memberi, dan memberi ... tanpa berharap kembali"?
Apakah dia manusia, sang pemilik Cinta Sejati???
Bukan saudaraku, bukan manusia sang pemilik cinta sejati, sebab manusia tidak
pernah bisa memberikan apapun kepada siapapun. Sebab manusia tidak pernah
memiliki apapun, jangankan hartanya, bahkan jiwa dan raganya pun bukan
miliknya. Semua itu adalah kepunyaan dan hasil cipta Sang Pencipta yang
dipinjamkan olehNya kepada segenap manusia.
Bagaimana mungkin manusia bisa memberi jika manusia tidak memiliki apapun
juga. Bagaimana mungkin manusia bisa memiliki cinta sejati jika manusia tidak
bisa memberi apapun. Bahkan, jika manusia mengorbankan harta, jiwa dan raganya
di jalan Tuhan, tetap manusia tidak bisa dibilang telah memberi, karena
semuanya itu semata-mata hanya milikNya. Mengembalikan barang pinjaman kepada
Sang Pemilik tentu bukanlah memberi, tetapi sekedar mengembalikan. Namun,
karena sifat Maha Pengasih dan PenyayangNya yang tiada terhingga, maka meskipun
manusia hanya "sekedar mengembalikan" pinjamanNya, DIA tetap saja
menganugerahkan manusia pahala dan kasih sayangNya kepada setiap manusia yang
"mengembalikan" barang pinjamanNya itu di jalan Tuhan. Padahal, manusia sebagai
peminjam barang seharusnya justeru "membayar sewa" kepada Sang Pemilik. Itu
logika manusia, sementara Sang Pencipta punya logikaNya sendiri.
Lalu siapakah sesungguhnya pemilik cinta sejati itu???
Dialah yang senantiasa memberikan cahaya matahari kepada segenap makhluk,
tanpa membedakan apakah mereka patuh atau ingkar kepadaNya, tanpa perduli bahwa
mereka tak pernah mampu membalas semua siraman sinar mentari itu.
Dialah yang senantiasa memberikan udara, air, dan segalanya kepada segenap
makhluk, tanpa membedakan apakah mereka patuh atau ingkar kepadaNya, tanpa
perduli bahwa mereka tak pernah mampu membalas semua nikmat udara dan air itu.
Dialah yang memberikan jiwa, raga, hati, sanubari, akal, ilmu, kekuasaan dan
segala-galanya kepada segenap manusia, tanpa membedakan apakah mereka patuh
atau ingkar kepadaNya, tanpa perduli bahwa mereka tak pernah mampu membalas
semua nikmat kesempurnaan itu.
Dialah yang menjaga dan memelihara detak jantung, denyut nadi, helaan nafas
segenap manusia, meskipun mereka sedang lelap dibuai mimpi, tanpa membedakan
apakah mereka patuh atau ingkar kepadaNya, tanpa perduli bahwa mereka tak
pernah mampu membalas semua nikmat penjagaan dan pemeliharaan itu.
Dialah yang meletakkan bumi pada jarak tertentu dari Matahari, setelah
Merkurius dan Venus, sehingga tidak terlalu dekat dengan Matahari yang
membuatnya terlalu panas untuk dihuni manusia, dan tidak pula terlalu jauh dari
Matahari sehingga terlalu dingin untuk dihuni manusia, seperti posisi Mars,
Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Dia mengatur posisi sempurna itu
hanya untuk makhluk2Nya, tanpa membedakan apakah mereka patuh atau ingkar
kepadaNya, tanpa perduli bahwa mereka tak pernah mampu membalas semua nikmat
kesempurnaan itu.
... dan masih banyak lagi "pemberian2Nya" yang tak sanggup bumi dan langit
menuliskannya satu per satu ...
Lalu, katakan padaku sekali lagi, SIAPA SEBENARNYA PEMILIK CINTA SEJATI ????
YAYE - Simple guy from Bandung
Mega Rachmani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bila hati tidak terhalang maka hasilnya adalah Cinta
Cara terbaik menikmati buah adalah dengan mengupas kulitnya, memakan
isinya dan meninggalkan bijinya.
Cara terbaik menikmati persahabatan adalah dengan menyingkirkan
kejelekan yang ada pada sahabatmu, mensyukuri kebaikannya dan menerima
segala kekurangannya..
Bergaullah dengan menjadikan dirimu sebagai orang yang paling banyak
manfaatnya bagi sahabat2-mu.
Bergaullah sehingga keberadaanmu menarik simpati mereka dan
kepergianmu dari dunia akan menyebabkan kedukaan dan gugurnya air mata
mereka
"Bila mata tidak terhalang maka hasilnya adalah penglihatan; bila
telinga tidak terhalang maka hasilnya adalah pendengaran; bila hidung
tidak terhalang maka hasilnya adalah penciuman; jika mulut tidak
terhalang maka hasilnya adalah pengecapan; bila pikiran tidak
terhalang maka hasilnya adalah Kebijaksanaan."
Kebijaksanaan hadir pada saat Anda melepaskan semua penghalang yang
Anda ciptakan sendiri melalui konsep dan proses pembiasaan yang Anda
alami. Kebijaksanaan bukanlah sesuatu yang didapatkan; kebijaksanaan
bukanlah
pengalaman; kebijaksanaan bukanlah penerapan ilusi yang Anda dapatkan
kemarin untuk memecahkan persoalan hari ini.
Kebijaksanaan berarti kepekaan terhadap situasi tertentu, pada orang
tertentu, tidak terpengaruh oleh pengalaman masa lalu yang masih
melekat dalam ingatan atau oleh sisa-sisa ingatan mengenai pengalaman
di masa lalu.
"Bila hati tidak terhalang maka hasilnya adalah Cinta."
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.