Dasar tukang copy.....!!!
Ngopi lagi nih.....:p
 
Semoga buat tenang jiwa gitu dech....
 
@PK
==============================================
 
Suatu ketika hiduplah seorang tua bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang
pemuda sedang dirudung banyak masalah. langkahnya gontai dan air mukanya
ruwet. tamu itu memang tampak seperti orang yg tak bahagia. Tanpa membuang
waktu orang itu langsung menceritakan semua masalahnya.

Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu ia mengambil segenggam
serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.
Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.
"Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya ", ujar pak tua. "Pahit, pahit
sekali ", jawab tamu sambil meludah ke samping. Pak tua itu sedikit
tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga di
dalam hutan tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan
akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Pak tua itu kembali menaburkan
serbuk pahit ke telaga itu, dan dgn sepotong kayu ia mengaduknya. "Coba
ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat tamu itu mereguk air itu, Pak
tua kembali bertanya lagi kepadanya, "Bagaimana rasanya ?"."Segar ", sahut
tamu. "Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua.
"tidak, " sahut tamu itu.

Dengan bijak pak tua itu menepuk punggung si anak muda, ia lalu mengajaknya
duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. " anak muda, dengarlah :
pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit, tak lebih tak
kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. tetapi
kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.
Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan
segalanya. itu semua akan tergantung dari hati kita sendiri. Jadi saat kamu
merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada 1 yg kamu dapat
lakukan, lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk
menampung setiap kepahitan itu."

Pak tua itu lalu kembali menasehatkan : "Hatimu adalah wadah itu. perasaanmu
adalah tempat itu. kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi
jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yg mampu
menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran dan
kebahagiaan." Keduanya lalu beranjak pulang, dan sama-sama belajar pada hari
itu. Dan pak tua, si orang bijak itu kembali menyimpan serbuk pahit, untuk
anak muda lain yang sering datang kepadanya membawa keresahan jiwa.


Do you Yahoo!?
Meet the all-new My Yahoo! � Try it today!
Yahoo! Groups Sponsor
I'm a
Man Woman
seeking a
Man Woman
City or Zip:


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke