----- Original Message ----- 
From: "rifina arlin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, March 17, 2005 9:36 AM
Subject: [ilkom_usu] Re: [ppi-upm] [Republika Online] Ambalat? <I>Awak tak 
Taulah</I>


> Bandingkan dengan cara masyarakat dan sebagian media di Indonesia dalam 
> menyikapi masalah Ambalat. Bahkan, beberapa orang membakar bendera 
> Malaysia. Beberapa media di Indonesia juga memilih kebijakan untuk 
> memprovokasi publik agar perang Indonesia dan Malaysia benar-benar 
> terjadi.
>
> Atas kejadian itulah Duta Besar RI di Malaysia, Rusdihardjo, meminta maaf 
> kepada Malaysia dengan kalimat yang 'keras'. ''Mereka (yang membakar 
> bendera Malaysia) itu hungry men (orang-orang lapar). Hungry men are angry 
> men (orang yang lapar sentiasa marah) dan angry men are crazy men (orang 
> yang marah tidak berpikir waras). Orang yang waras tidak akan membakar 
> bendera orang lain,'' ujarnya. Kemudian atas nama bangsa Indonesia, dia 
> pun meminta maaf.

http://www.liputan6.com/fullnews/98170.html

Liputan6.com, Jakarta: Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdihardjo 
meminta maaf kepada anggota Dewan. Dia mengatakan, pers Malaysia memelintir 
ucapannya sehingga ditulis kalau dirinya mengatakan unjuk rasa anti-Malaysia 
di Indonesia crazy. Demikian diungkapkan Rusdihardjo dalam rapat dengar 
pendapat dengan Komisi I dan II DPR, Rabu (23/3) siang [baca: DPR Memanggil 
Rusdihardjo].

Rusdihardjo menegaskan, dirinya sebagai sosok nasionalis. Untuk itu, tak 
pernah terpikirkan dalam benaknya membela Negeri Jiran untuk Ambalat. 
Sebaliknya, menurut mantan Kepala Polri ini, Ambalat harus dipertahankan 
sampai titik darah penghabisan.

Seputar permintaan maafnya kepada Malaysia yang menjadi headline setiap 
surat kabar di negeri serumpun itu, Rusdihardjo mengatakan, karena barisan 
nasional Pemuda Malaysia marah. Mereka tak terima bendera Malaysia dibakar 
demonstran di Tanah Air.

Namun sebagian anggota Dewan tak puas dengan penjelasan Rusdihardjo. Anggota 
Komisi I Slamet Effendi Yusuf mengatakan, tak seharusnya Rusdihardjo meminta 
maaf. Malaysia telah bertindak ekspansif. Dan, menurut dia, sudah seharusnya 
Dubes mencerminkan perasaan bangsanya.

Djoko Susilo berkomentar lebih keras. Anggota Komisi I dari Fraksi Partai 
Amanat Nasional ini meminta, Rusdihardjo menggugat pers Malaysia yang 
menggunakan kata indon untuk menyebut Indonesia. "Ini sama saja dengan 
sebutan negro untuk menyebut kulit hitam di Amerika Serikat," kata Djoko.

Seperti diberitakan permohonan maaf Rusdihardjo dikutip Kantor Berita 
Malaysia Bernama pada 14 Maret 2005. Bernama merilis, Rusdihardjo 
mengatakan, pembakaran bendera adalah tindakan yang tak sopan. Mereka [yang 
membakar bendera] ialah orang-orang hungry, bila hungry mereka jadi 
angry.(ICH/Aryo Adi dan Agung Nugroho) 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Ever feel sad or cry for no reason at all?
Depression. Narrated by Kate Hudson.
http://us.click.yahoo.com/Ntf6vA/esnJAA/d1hLAA/KbPolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ilkom_usu/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke