Yang menjadi pertanyaan apakah ada keberanian dari aparat penegak hukum 
termasuk polisi dan kejaksaan serta para anggota
legislatif dan eksekutif untuk meniru sistem Perdana Menteri Zhu Rongji 
ini yang juga merelakan dirinya di "penggal" jika memang terbukti
korupsi ? Apakah ada keberanian dan niat baik ? Disitu saja letak 
permasalahan negara kita ini "Keberanian dan niat baik" untuk memperbaiki
nasib bangsa yang semakin terpuruk ini. Seandainya sistem Perdana Menteri 
Zhu Rongji bisa diterapkan di Indonesia bayangkan saja berapa
milyar dollar yang dapat diselamatkan untuk dapat membayar hutang kepada 
IMF serta para negara pemberi hutang sehingga hutang yang katanya
"bayi yang baru lahir saja sudah berhutang" mudah2an dapat dibayar dan 
bisa kembali membangun perekonomian negara kita ini. Gunakan cara 
Perdana Mentri Zhu Rongji untuk menghukum para koruptor kakap maka kelas 
yang menengah dan teri pasti takut. Gunakan sebagai shock therapy
agar kegiatan korupsi dapat di hilangkan. Memang sulit karena menurut 
almarhum wakil presiden I RI "Bung Hatta" Korupsi sudah menjadi budaya
di negara kita dan untuk merubah suatu budaya diperlukan satu generasi 
namun jika langkah Perdana Menteri Zhu Rongji bisa berhasil di negara 
China
yang notabene memiliki jumlah rakyat yang lebih banyak dan juga budaya 
korupsi yang lebih parah dari negara Indonesia serta kenapa di Indonesia
hal ini tidak bisa dilaksanakan ???. Kalau dengan tameng HAM (Hak Asasi 
Manusia) dengan cara tembak mati para koruptor apakah tindakan
para koruptor menguras kekayaan negara Indonesia dan menyengsarakan rakyat 
banyak tidak masuk dengan kejahatan HAM ??????


----- Forwarded by Bil Fauzi/MST/PTTU on 04/12/2005 11:06 AM -----


Indra Pahala <[EMAIL PROTECTED]>
04/12/2005 09:43 AM
Please respond to ilkom_usu

 
        To:     [email protected]
        cc: 
        Subject:        [ilkom_usu] Subject: Koruptor di China



Koruptor di China
------------------------ 
      Xiao Hongbo telah dihukum mati pekan lalu.
Delapan orang pacarnya
-yang  dibiayai dalam kehidupan mewah-- mungkin hanya
menangisi lelaki
berusia 37 tahun. Tidak ada yang bisa membantunya.

      Deputi manajer cabang Bank Konstruksi China,
salah satu bank 
milik
negara, di Dacheng, Provinsi Sichuan, itu dihukum mati
karena korupsi. 
Xiao
telah merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar
Rp 3,9 miliar 
sejak
1998 hingga 2001. Uang itu digunakan untuk membiayai
kehidupan delapan
pacarnya.
      Xiao Hongbo satu di antara lebih dari empat ribu
orang di Cina 
yang
telah dihukum mati sejak 2001 karena terbukti
melakukan kejahatan, 
termasuk korupsi. Angka empat ribu itu, menurut
Amnesti Internasional (AI), jauh lebih kecil dari
fakta sesungguhnya. AI mengutuk cara-cara Cina itu, 
yang mereka sebut sebagai suatu yang mengerikan.
      Tapi, bagi Perdana Menteri Zhu Rongji inilah
jalan menyelamatkan 
Cina dari kehancuran. Ketika dilantik menjadi perdana
menteri pada 1998, Zhu dengan lantang mengatakan,
''Berikan kepada saya seratus peti mati,
sembilan puluh sembilan untuk koruptor, satu untuk
saya jika saya 
melakukan hal  yang sama.''
      Zhu tidak main-main. Cheng Kejie, pejabat tinggi
Partai Komunis 
Cina, dihukum mati karena menerima suap lima juta
dolar AS. Tidak ada
tawar-menawar. Permohonan banding wakil ketua Kongres
Rakyat Nasional
      Itu ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li
Ping, yang membantu
suaminya meminta uang suap, dihukum penjara.
      Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Chang-ging,
pun tak luput 
Dari peti mati. Hu terbukti menerima suap berupa mobil
dan permata senilai 
Rp 5 miliar. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati
telah terisi, tidak
    Hanya oleh para pejabat korup, tapi juga
pengusaha, bahkan 
wartawan.
      Selama empat bulan pada 2003 lalu, 33.761 polisi
dipecat. Mereka
dipecat tidak hanya karena menerima suap, tapi juga
berjudi, 
mabuk-mabukan,membawa senjata di luar tugas, dan
kualitas di bawah standar. Agaknya 
Zhu Rongji paham betul pepatah Cina: bunuhlah seekor
ayam untuk menakuti 
Seribu ekor kera.
      Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi
takut, kini
pertumbuhan  ekonomi Cina mencapai 9 persen per tahun
dengan nilai
pendapatan domestic  bruto sebesar 1.000 dolar AS.
Cadangan devisa 
mereka
sudah mencapai 300 miliar dolar AS. Sukses Cina itu,
menurut guru besar
Universitas Peking,

      Prof Kong Yuanzhi, karena Zhu serius memberantas
korupsi. Perang
terhadap  korupsi diikuti dengan peningkatan kualitas
sumber daya 
manusia.
Zhu mengeluarkan dana besar untuk pendidikan
manajemen, mengirim ribuan
siswa belajar ke luar negeri, dan juga mengundang
pakar bisnis 
berbicara di Cina.
      Kini, lihatlah apa yang terjadi di Indonsia.
Pengangguran terus
bertambah, anak-anak gadis dari desa terpaksa menjadi
pelacur di kota,
lulusan SMU menjadi pengamen, anak-anak SD yang malu
tidak dapat 
membayar
uang sekolah, bunuh diri. Ratusan ribu orang tumpah ke
kota-kota karena 
didesa  tidak ada harapan. Ratusan ribu orang menjadi
tenaga kerja di 
luar negeri, ditipu calo dan disiksa majikannya.
      Mereka adalah korban. Koruptor menghisap hidup
mereka, 
bertahun-tahun tanpa ada yang menolong. Koruptor
mengambil hak mereka atas tanah, hak mereka atas air,
hak mereka untuk sekolah, hak mereka untuk berdagang,
hak mereka untuk bekerja, hak mereka untuk mendapatkan
layanan, hak mereka untuk kesehatan. Apalagi hak yang
tersisa untuk orang-orang miskin itu?
      Pemerintah bukan penolong orang-orang miskin,
terkadang mereka 
Juga mengambil uang dari orang-orang miskin. Bangsa
ini memerlukan orang 
seperti Zhu Rongji, bukan pesolek. Sebab, inilah
keadaan utama Indonesia:
Jatuhkanlah tiga buah batu dari pesawat  udara di
wilayah Indonesia, 
Maka yakinlah satu di antara batu itu akan  mengenai
kepala koruptor!


-- 
Salam,
Indra Pahala



 
Yahoo! Groups Links



 






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Does he tell you he loves you when he's hitting you?
Abuse. Narrated by Halle Berry.
http://us.click.yahoo.com/Ynf6uA/isnJAA/d1hLAA/KbPolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ilkom_usu/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke