FYI ;-) Contoh kasus lain, Ukuran Kertas yg umum dipakai di Indonesia ialah : Legal, Leter, Folio dan Quarto sementara Ukuran kertas yg resmi dipakai dan diakui secara International A4, B4, F4, A3, A0, A1,.. dst
Salam Emil > -----Original Message----- > From: > Sent: Monday, April 25, 2005 9:28 AM > To: > Subject: *1 ONS BUKAN 100 GRAM.* > > > *1 ONS BUKAN 100 GRAM.* > > PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG. > > Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK > akhir > tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan > limbah, > yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika > seorang > pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses > pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal. Pasalnya > adalah, > takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan > pound > dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 > > pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang = > ia > terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang > waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang > menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang dilakukan hanya > bisa > menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons(bukan > ditulis > ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk > tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional > tidak bisa ditemukan. > > SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN. > > Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal > ini > kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur > di > Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir. Metrologi > pun > telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram. > Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem > Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk > ukuran > berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan *Ons bukanlah > bagian > dari sistem metrik* ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan > ons > ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak > timbangan > (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound". > > Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 > pound = > 500 gram, ternyata *tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal* > atau > pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100 > gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional, > *tidak > pernah dikenal adanya satuan ONS khusus **Indonesia**.* Jadi, hal ini > adalah > suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau > dipertahankan ? > > BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ? > > Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku > > sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan > salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan > menyesatkan. > > Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran > > akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam > materi > pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita) > menerapkan > dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah > mengajarkan > bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita = > pun > menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam > didalam otak anak kita sejak usia dini. > > Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan > yang > diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia > mengajarkan > seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan > > koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan petunjuk > resmi. > > TANGGUNG JAWAB SIAPA ? > > Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita > > jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada > > para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar > tidak > menjadi beban psikologis bagi mereka ; > > *"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan > > secara internasional , yang menyatakan bahwa : * > > *1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?* > > Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini > diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ? > > Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain > Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram = > ? > > Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku > pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ? > > Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan *ons yang keliru* ini, > sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang > pemakaian > satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah harus > dibuat > sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem baru inipun > harus > diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum diajarkan kepada > anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang konversinya > adalah 1 ons *(Depdiknas)* = 100 gram dan 1 pound *(Depdiknas)* = = > 500 > gram. > ? Bagaimana "Ons dan Pound *(Depdiknas)*" ini dimasukkan dalam sistem > metrik > yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa yang mau pakai ?. > > HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI. > > Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang > merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih > banyak > kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu > contoh > kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue dari > buku > luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya. > > Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan > masalah > nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan. > > Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai > hal > ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia. > Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki > kesalahan. > > Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal > Takar-Timbang-Ukur, > Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat > Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita > ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi. > > Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak > kita > harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya, > prosesnya, > materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal > kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat > berat. > Janganlah malah diperberat dengan *pelajaran sampah* yang justru bakal > menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan > dan > standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya > yang > rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang > salah. > Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti > > harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional. > > Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar > sebagai > upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh > dengan > tantangan berat. > > ACUAN MANA YANG BENAR ? > > Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan > juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. *(maaf, ini > bukan > promosi)* menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan > lagi. > > Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat > dijumpai > dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya diberikan > > oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi. > > *Salah satu* konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara > internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz). > > 1 ounce/ons/onza = 28,35 gram *(bukan 100 g.)* > > 1 pound = 453 gram *(bukan 500 g.)* > > 1 pound = 16 ounce *(bukan 5 ons)* > > Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep > obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. > Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ? > Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!! > Jadi, kalau > malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan. (*ini > hanya > gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan > kejadian > sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)* > > KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?. > > Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan > pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang tua > dan > juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan "ons > dan > pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran sistem > timbang > dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai pengetahuan > disertai kejelasan asal-usul serta *rumus konversi yang benar*. Hal ini > untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam kebiasaan kita, > yang > bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita, generasi penerus bangsa > ini. > > *# # # # # * > > *Tulisan ini akan dikirimkan kepada media masa, baik cetak maupun > elektronik yang mau menyiarkannya demi kepentingan bangsa. > Dipersilahkan mengubah formatnya sesuai dengan ketentuan penyiaran > masing- > masing.* > > *Juga kepada sekolah-sekolah, pabrik-pabrik serta LSM dan masyarakat > umum, > untuk diketahui secara luas.* > > * Bila anda merasa sependapat dengan saya, setuju untuk menghentikan > kesalahan ini demi masa depan anak bangsa Indonesia, silahkan > diperbanyak / > difoto copy dan disebar-luaskan sendiri.* > > * * > > *Bila anda ragu-ragu terhadap kebenaran tulisan ini, silahkan > menanyakannya > langsung kepada Direktorat Metrologi atau Balai Metrologi setempat > dikota > anda berada. * > > * * > > *Terima kasih saya ucapkan kepada anda yang peduli dan mau > berpar-tisipasi > menyelamatkan masa depan anak-anak **Indonesia**. Semoga Tuhan > memberkati > upaya ini, yang kita lakukan dengan tulus ikhlas tanpa pamrih > sedikitpun.* > > * * > > *# # # # #* > > * * > > * * > > *Ditengah orang-orang waras, dia yang lain sendiri dianggap gila.* > > *Ditengah orang-orang gila, dia yang waras justru dianggap gila.* > > * * > > *Memang banyak orang yang benar, tetapi jangan diartikan bahwa yang > diikuti > banyak orang itulah yang pasti dan selalu benar.* > > > LEMBAR PELENGKAP > > TAKAR - UKUR - TIMBANG MENGIKUTI > > SISTEM METRIK YANG BERLAKU SEJAK THN *1799*. > > *Kuantitas* > > *Satuan* *Simbol* *Keterangan* > > Panjang meter m bukan mtr. > > Luas meter persegi m2 > > Isi / volume meter kubik m3 > > Berat gram g bukan gr. > > Takaran liter l 1 l = 1000 cm3 (cc) > > Suhu / temperatur derajat Celcius oC > > BEBERAPA SEBUTAN / AWALAN UNTUK FAKTOR PENGALI DALAM SISTEM METRIK > > AWALAN FAKTOR PENGALI SIMBOL / SINGKATAN CONTOH PEMAKAIAN > > giga 1.000.000.000 G GHz. > > mega 1.000.000 M MW > > kilo 1.000 k km > > hecto 100 h ha > > deka 10 da dam > > deci 0,1 d dm > > centi 0,01 c cm > > milli 0,001 m ml > > micro 0,000.001 *m* mF > > dan seterusnya. > > Dalam sistem metrik memang dikenal *1 are = 100 m2* khusus untuk = > ukuran > tanah yang diakui sah secara internasional. > > *Untuk satuan ONS yang mengartikan kelipatan 100 g., apalagi POUND yang > mengartikan kelipatan 500 g., tidak pernah ada didalam sistem metrik > maupun > non-metrik / imperial yang pernah diberlakukan sah secara internasional. > * > > *# # # # #* > > *RANGKUMAN SARAN-SARAN, KRITIK DAN KOMENTAR* > > *1. *Banyak orang berpendapat bahwa ONS kita ini tidak ada kaitannya > sama > sekali dengan OUNCE. > > * * > > a. Kalau kita baca kamus-kamus Inggris-Indonesia dan sebaliknya, jelas > bahwa > terjemahan "ounce adalah ons" dan "pound adalah pon" begitu pula > sebaliknya > dari Indonesia-Inggris. Bahkan ada beberapa kamus yang menterjemahkan > "ounce > menjadi ons, berat 100 gram." Tetapi ada juga yang menterjemahkan "ons, > 28,3 > gram". > > *Nara** sumber : Jumlah : 2 orang * > > *Profesi : Guru dan Dosen Bahasa Inggris. * > > b. Beberapa guru berpendapat bahwa kata "ons" jelas bukan asli bahasa > Indonesia, karena bahasa Indonesia hanya mengenal 2 konsonan rangkap, > yaitu > "ng" dan "ny". Tidak ada konsonan rangkap "ns". Contoh : "Helm" kalau di > > Indonesiakan menjadi "helem". Kalau "ons" tidak bisa dijadikan "ones" > tentu karena menyangkut suatu acuan yang harus dilafalkan secara benar, > sama seperti "gram" yang tidak boleh ditulis menjadi "geram". > > *Nara** sumber : Jumlah : 2 orang * > > *Profesi : Guru Bahasa **Indonesia**.* > > c. Beberapa orang lanjut usia yang cukup terpelajar membenarkan bahwa > "ons > dan pound" itu bawaan Belanda, bukan asli Indonesia, karena sudah > dipakai > sebelum Indonesia merdeka dan diajarkan juga disekolah HIS maupun HCS > *(masih > jaman penjajahan)*. > > Beberapa diantara mereka ingat bahwa acuan konversi yang diterapkan di > Indonesia tidak sama dengan yang diterapkan di Belanda. > > *Nara** sumber : Jumlah : 7 orang. Usia : 77 s/d. 87 tahun. * > > *Pendidikan terendah : HCS / HIS. * > > *Pendidikan tertinggi : Sarjana* > > *Profesi terakhir : Guru, Kontraktor, Dokter, Pendeta, PN.* > > *2.* Acuan internasional yang menyatakan 1 ons = 100 gram , 1 pound = > = > 500 > gram jelas-jelas tidak pernah ada. > > Bahkan Acuan nasional (kalaupun ada dulu-dulunya) tidak bisa / tidak > boleh > dipergunakan lagi semenjak diundangkannya UU no.2 tahun 1981 tentang > Metrologi Legal, yang mencabut dan membatalkan Ijkordonnantie > 1.049 Staatsblad nomor 175. > > *Nara** sumber : Jumlah : 1 orang.* > > * Profesi : tidak dikenal.* > > *3.* Penerbit tidak seharusnya dimintai pertanggung-jawaban karena semua > > materi kurikulum yang harus dibukukan telah mendapat persetujuan > terlebih > dulu dari Dep. Pendidikan. > > *Nara** sumber : Jumlah : 1 orang.* > > * Profesi : Pengusaha.* > > * * > > * * > > *4.* Tidak perlu memperlebar masalah / mendramatisir dengan timbangan > versi > depdiknas dan sebagainya. Yang penting bagaimana kesalahan ini bisa > segera > diakhiri. > > *Nara** Sumber : Jumlah : 1 orang.* > > * Profesi : tidak dikenal.* > > *5.* Terkejut dan syok berat tapi Setuju bahwa kita harus menghentikan > kebiasaan salah selama ini dan membiasakan diri menggunakan Sistem > Internasional yang berlaku. Perlu pengumuman resmi dari pemerintah dan > penyuluhan masyarakat melalui instansi yang berwenang. > > *Nara** sumber : Jumlah : lebih dari 100 orang.* > > * Profesi : Guru, Dosen, Karyawan, Mahasiswa, Dokter.* > > *6.* Para guru tidak bisa dipersalahkan karena mereka hanya melaksanakan > > apa yang telah menjadi kebijakan nasional pendidikan yang dikeluarkan > oleh > Dep. Pendidikan. > > *Nara** sumber : Jumlah 14 orang.* > > * Profesi : Guru, Ibu Rmh.Tangga, Karyawan. * > > * * > > *7.* Di dalam Dep. Pendidikan ada bagian yang khusus melakukan > Penelitian, > Pengkajian dan Pengembangan. Kalau ini benar-benar suatu kesalahan, .. > .*(hanya > geleng-geleng kepala)* > > *Nara** sumber : Jumlah : 1 orang* > > * Profesi : Dosen.* > > *8.* Bukankah semua pegawai Dir. Metrologi memiliki anak yang juga > sekolah > di Indonesia ? Mengapa diam saja ? > > *Nara** sumber : Jumlah : 1 orang.* > > * Profesi : Kep. Sekolah* > > ... > > [Message clipped] > > Regards, > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Dying to be thin? Anorexia. Narrated by Julianne Moore . http://us.click.yahoo.com/Dtf6vA/gsnJAA/d1hLAA/KbPolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ilkom_usu/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
