semoga lebih berhati - hati menggunakan debit card....

Regards,
D3V1

>Ngikutin <http://www.msnbc.msn.com/id/11714119/>beritanya nggak? Kira-kira
>dua minggu lalu, terjadi ratusan kasus penarikan dana misterius dari
>berbagai ATM di seluruh dunia. Dan bank-bank di Kanada, Inggris dan Rusia
>santer mengindikasikan, bahwa produk debit cards mereka... kecolongan!
>Barangkali kalau kasusnya kartu kredit, ya kita semua sudah maklum. Tapi
>kartu debit?
>
>Orang bilang, belanja via kartu debit (istilah kebanyakan kita: "kartu
>ATM") lebih aman karena -- nggak seperti kartu kredit -- ia memiliki satu
>level security tambahan: password a.k.a. nomor PIN.
>
>Kartu kredit lebih gampang di-counterfeit, tapi eksekusinya perlu
>arrangement rada ruwet yang melibatkan banyak pihak. Sebaliknya, kartu
>debit, dengan adanya PIN itu, agak susah di-fraud. Tapi begitu dapat PIN,
>yah it's where the money is.
>
>Cuman, melihat kasus ini, para bandit itu rupanya mulai bisa mengira-ngira
>untuk getting around dengan kendala PIN ini. Kalau kasusnya satu dua sih
>mungkin nggak masalah, anggap aksidental aja, misalnya ada orang di
>belakang antrian yang suka ngintip. Tapi ini ratusan, ribuan? Dari mana
>mereka memperoleh data nomor account sebanyak itu, dan yang paling bikin
>saya wondering: dari mana mereka bisa tahu semua nomor PIN-nya?
>
>Oke, coba kita runut-runut, seperti apa sih cara kerjanya. Sambil mencoba
>mengira-ngira kemungkinan terjadinya di sini, di Indonesia. Again, ini
>soal kartu debit , bukan credit card.
>
>Sayangnya... perangkat kriminalnya sama. ;-)
>
><http://photos1.blogger.com/blogger/3625/376/1600/msr206.jpg>
>98057a.jpg
>
>Alat di gambar itu namanya skimmer, atau istilah formalnya card
>reader/writer. Bisa membaca data-data di magnetic-stripe kartu, lalu
>menuliskannya di plastik kartu yang baru. Yes, buat para maling, alat itu
>fungsinya satu: menggandakan kartu. Bisa nyimpen data dalam jumlah besar,
>yang kemudian di-download di PC via serial. Harga sekitar $600-an, dan
>besarnya cuma segenggaman tangan aja. (Huh, kalau inget alat ini, saya
>suka ketar-ketir kalau bayar makan di restoran menggunakan kartu kredit.
>Mana pelayannya klimis dan sopan banget, membungkuk ke arah kartu, dengan
>senyum yang dingin...)
>
>Jadi... mereka bisa duplikasi kartu. Dan malam-malam, sehabis kerja
>seharian di cashier, mereka bisa dump semua data-datanya ke laptop, tulis
>ke magnetic-stripe di kartu yang baru, lari ke anjungan terdekat,
>memasukkan kartu palsunya di mesin ATM, lalu... wait, mereka perlu nomor
PIN.
>
>Nah sekarang, data-data apa aja ya yang ada di magnetic-stripe itu?
>
><http://photos1.blogger.com/blogger/3625/376/1600/card-tracks.jpg>
>980582.jpg
>
>Buat yang belum tahu, magnetic-stripe itu seperti tape kaset aja layaknya,
>material ferromagnetic yang dapat dipakai untuk menyimpan data (suara,
>gambar, atau bit-bit biner). Untuk kartu, ada 3 track data. (Kenapa tiga?
>Standar ANSI/ISO. Selebihnya, nggak tahu). Track 1 dan Track 2 aja yang
>biasanya dipakai. Track 3 tadinya diperuntukkan untuk extended service,
>cuma service-nya nggak muncul-muncul sehingga track ini ditinggalkan.
>
>Berlaku hanya di kartu kredit dan ATM (bisa berbeda di "kartu absen"
>kantor misalnya). Kalau kita extract data-data itu, misalkan menggunakan
>skimmer tadi, kita bisa lihat informasi seperti ini di kartu Visa:
>
><http://photos1.blogger.com/blogger/3625/376/1600/sample-tracks.jpg>
>980589.jpg
>
>Kelihatan nggak? Sekedar contoh aja: % di awal dan ? di akhir di Track 1
>itu menunjukkan start code dan end-code. Huruf 'B' menunjukkan
>format-code, yaitu "Bank Card". 1111222233334444 adalah nomor kartu.
>LASTNAME/FIRSTNAME... self-explained. 9912 adalah expiration-date, 12/99.
>Sementara 101... dan seterusnya adalah data-data khusus. So, untuk kartu
>kredit ini, dengan skimmer seharga handphone Nokia seri 9 itu, si maling
>udah bisa belanja di Internet. ;-)
>
>Tapi tidak demikian halnya dengan kartu ATM:
>
><http://photos1.blogger.com/blogger/3625/376/1600/sample-tracks2.jpg>
>980590.jpg
>
>Mirip dengan kartu kredit ya? Bedanya, instead of 101, kita punya 1201
>untuk data khusus milik bank. Dan 4 digit 'xxxx', berbeda-beda untuk
>setiap kartu. Lokasi encrypted PIN kah? Mungkin.
>
>Tapi rasanya bisa dipastikan, PIN nggak akan disimpan plainly gitu aja di
>kartu (kecuali banknya kuoooplooo buaanget). Kita pernah baca bahwa di
>jaman dulu (dan kayaknya sampai sekarang), mesin-mesin IBM yang jadi
>langganan perbankan kita menggunakan
><http://www.quadibloc.com/crypto/co0402.htm>DES (atau
><http://en.wikipedia.org/wiki/3DES>3DES) untuk menentukan PIN. Yah, either
>way, untuk meng-crack DES nggak akan bisa straight-forward dan perlu waktu
>lumayan lama.
>
>Lalu question remains, dari mana lagi mereka bisa dapat PIN?
>Seminggu yang lalu, Visa
><http://news.zdnet.com/2100-1009_22-6051261.html?tag=zdfd.newsfeed>ngasih
>warning bahwa third-party software yang dipakai di POS (point of sales)
>milik merchant bisa jadi menyimpan informasi kartu. Nah, kalau dia bisa
>store informasi kartu, mustinya bisa logging juga PIN yang dimasukkan
>pelanggan. Ya nggak sih? Kayaknya ini yang paling mungkin. Pertanyaannya:
>niat baik apa software POS itu nge-log PIN kita?
>Alternatif kedua, MITM (man-in-the-middle) attack? Kalau teman-teman akrab
>dengan skema master-session atau
><http://engineers.ihs.com/abstracts/ansi-x924.jsp>DUPKT yang banyak
>dipakai di mesin card-processor semacam <http://www.hypercom.com/>Hypercom
>di toserba-toserba kita, rasanya sih rada susah. Nggak bisa langsung
>begitu aja wiretap seperti nguping pembicaraan telpon. Tapi tahu nggak,
>ada orang yang bisa bikin
><http://www.cl.cam.ac.uk/~mkb23/interceptor/>prototype device yang jadi
>man-in-the-middle di antara kartu dengan terminal!
>
><http://photos1.blogger.com/blogger/3625/376/1600/interceptor.jpg>
>980597.jpg
>Once alat itu "duduk" di situ, ia bisa listening PIN, nggak peduli
>kartunya tipe smartcard yang pake chip (kayak
><http://www.kompas.com/kompas-cetak/0603/14/finansial/2504012.htm>peraturan
>  barunya BI yang bikin heboh bank-bank itu)
>Oke, prens, now you know how it works , mungkin kita musti jaga jarak
>sedikit kalau mau belanja pake kartu debit.




----------------------------------------------------------------------------
----






----------------------------------------------------------------------------
----






----------------------------------------------------------------------------
----






----------------------------------------------------------------------------
----





[Non-text portions of this message have been removed]



YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke