PT PLN Tidak AdilMedan, WASPADA Online
PT PLN dinilai anggota DPRDSU telah memperlakukan masyarakat
dengan sangat tidak adil. Pada kondisi sekarang ini, PLN hanya menuntut
pengertian dari masyarakat akan kesulitan yang mereka hadapi. Sedangkan keluhan
masyarakat diabaikan begitu saja. Sekretaris Komisi D DPRDSU Isfan F.
Fachruddin, SE, berbicara kepada Waspada melalui telefon selular, Rabu (9/11).
Katanya, dia sangat prihatin melihat kondisi masyarakat Sumut sekarang ini.
Posisinya benar-benar sangat dirugikan, katanya.
Isfan memuji sikap masyarakat Sumut yang sangat memahami posisi PT PLN yang
dikabarkan kesulitan menyediakan kebutuhan listrik. Buktinya, masyarakat
menerima saja pemadaman listrik yang dilakukan, walaupun juga dibohongi.
Janjinya hanya 4 jam sehari, tapi faktanya menjadi dua kali lipat.
Sebaliknya dengan PLN, menurut Isfan, tidak sedikitpun memahami perasaan
masyarakat. PLN menghilangkan begitu saja hak-hak masyarakat sebagai konsumen,
sehingga mengalami kerugian yang tidak sedikit. Bukan saja material, tapi juga
psikologis. Apakah itu dari kecurangan tarif listrik, kerusakan alat-alat
elektronik, sampai masalah-masalah yang bersifat kejiwaan.
Isfan berkeyakinan, PT PLN melakukan kecurangan dalam penghitungan arus listrik
yang digunakan masyarakat. Buktinya, walaupun sering terjadi pemadaman,
rekening listrik yang dibayar tidak berkurang.
Katanya, tidak ada logikanya rekening listrik masyarakat tetap. Pemadaman yang
dilakukan PLN bukan 4 jam sebulan, tapi 4 jam sehari. Bahkan lebih. Bila
dihitung satu bulan, rata-rata terjadi pengurangan arus listrik kepada
masyarakat 120 jam.
Kenyataan di lapangan, menurut Isfan, tidak pernah ditemui ada masyarakat yang
membayar rekening listrik menurun. Sama saja seperti pada waktu kondisi normal,
atau yang paling dekat pada waktu ada event piala dunia atau saat bulan
Ramadhan. Ini sangat tidak mungkin, katanya.
Sikap PT PLN Sumut lainnya yang sangat mengecewakan, menurut Isfan, adalah
tentang tidak pernah adanya penjelasan menyangkut perbaikan yang dilakukan.
Katanya, PLN hanya meminta masyarakat maklum dilakukan pemadaman listrik karena
ada perbaikan atau perawatan mesin. Tapi tidak transparan menjelaskan
perkembangan pekerjaan mereka.
Hal seperti inilah yang disebutnya sebagai sikap tidak fair PLN. Seharusnya,
menjadi kewajiban PLN memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang apa saja
yang telah mereka lakukan sebagai jaminan pelayanan kepada konsumen.
Sebagai perusahaan yang melayani kebutuhan publik, seharusnya PT PLN tidak
boleh bersikap begitu. PLN bertugas memberikan pelayanan yang baik kepada
konsumennya. Bukan seperti sekarang ini selalu mengecewakan konsumen. (m17)
(sn)
vberror13 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Aku baca :
" PT PLN (Persero) dengan visi diakui sebagai Perusahaan
Kelas Dunia yang bertumbuh-kembang, Unggul dan
Terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani,"
ahhhha hahaahahhha nggak salah tuh ?
Memang PLN perlu betul tenaga baru untuk menjalankan organisasi "Kelas
Kampung" itu. Tenaga yang ada sekarang tidak mampu menyediakan Listrik
yang cukup untuk sebuah Kota bernama Medan. Masa satu hari bisa 3 kali
mati lampu ?
bleh.
Aku tidak perduli apakah hal itu dikarenakan kurangnya pembangkit
listrik (bila ini benar, maka terbukti pegawai sekarang tidak pandai
berhitung -ahhhahahah), atau karena supply BBM yang kurang (ini malah
membuktikan bahwa pegawai PLN sekarang sangat tidak kreatif) atau
alasan apa pun. Yang jelas, pegawai sekarang memang tidak mampu
menyediakan tenaga listrik yang cukup. bahasa kasarnya: sangat tolol.
---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get
things done faster.