Assalamu'alaikum Nah teman - teman sekalian bukan saya ingin menguliahi cukuplah hanya dikampus aja tetapi IPDN hanya contoh kecil potret kultur dan moral bangsa ini.. didaerah orangn kelaparan busung lapar eh pejabat malah enak minta laptop harga 28 juta (percaya ga kalo budget laptop Pemda DKI 28juta dan disetujui, DPR kmaren cuma diangkat media aja) nah kita sendiri bagaimana berkaca dunks... udah apa aja yang kita buat untuk sesama ngomong sih mudah... contoh paling mudah.. tetangga kalian... atau ibu kalian... coba lihat kita lebih senang menuruti kemauan pribadi atau pacar ketimbang ibu adek ayah kakak dan abang kita
kita sering sekali kalah dalam pertarungan dengan keinginan tidak waras kita.... semua harus sadar bahwa kita semua bukan malaykat yang bisa melakukan hal2 dalam sekejab mata yang terpancar dari wajahnya cahaya kebajikan setiap lakunya adalah kebahagiaan untuk yang lain kita manusia biasa... karena biasa kita sering berkata... perbuatan kita karena silap, atau karena keterbatasan kita semua yang terjadi di sekitar kita.. harusnya jadi pelajaran nah kita sebagai manusia biasa harusnya mengingatkan bukan menghakimi karena kita manusia biasa ----------------------------------------------------------------- maaf sekedar wacana ----------------------------------------------------------------- abdullah ismet (adhie) kom A 2000 www.cikal.net On 4/11/07, Dolly Aswin Harahap <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > On 4/11/07, Thomas Milala <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bagi yang belum melihat aksi - aksi jagoan IPDN bisa dilihat disini > > http://layartancap.com/video/Tragedi-IPDN/1169/ > > Suatu sore di sebuah kampung sekelompok ibu-ibu berkerumun sedang belanja > > sayur sambil ngobrol seru, nampak wajah mereka sangat serius. Asyik > > sekali..pikir saya pasti sedang ngegosipin artis sinetron. Namun dilihat > > dari raut mukanya tampaknya mereka kesal sekali, diam-diam saya mendekat > > bukan maksud mau nguping tetapi penasaran aja dengan tema yang sedang > > dibicarakan. > > Ooh.. aku baru tau nampaknya mereka sedang ngobrolin tayangan berita > > sebuah stasiun TV tentang kasus penganiayaan di IPDN. Berikut sedikit > > petikan pembicaraan yang seru dan meledak-ledak dari para "pengamat > berita" > > ini.... > > > > " tuh kan apa gue bilang IPDN itu, Institut Penganiayaan Dalam Negeri... ! > > masak anak orang dihabisin hanya gara-gara telat datang ke acara yang > nggak > > jelas, dasar gak tau diri !". > > " Bukan nyak tapi IPDN itu, Institut Pembantaian Dalam Negeri..!" sahut > > ibu penjual sayur tak mau kalah. > > "Kalo nurut saya sih masih jadi pelajar aja kayak gitu ntar kalo udah jadi > > pejabat pasti jadi diktator, makanya IPDN itu, Institut Pengkaderan > Diktator > > Negara..!" seru ibu yang sedari tadi bolak balikin sayur bayam. > > " Betul juga jeng Neni tapi saya paling gak suka sama kelakuan mereka yang > > suka maen keroyok kalo berani kenapa gak satu lawan satu tuh kayak di > pilem > > koboy makanya dinamain aja IPDN, Institut Paling Demen Ngeroyok..!! " seru > > ibu gendut itu gemas sambil membanting labu siam diantara sayur yang makin > > berserakan. > > "Iya betul tuh sekalian aja dinamain IPDN, Ikatan Praja Doyan Nonjok ...!" > > sambar bu RT sambil bersungut-sungut. > > "IPDN, Injak Pukul Dorong Nah ... mati..!! celetuk ibu bertubuh kerempeng > > itu sambil praktekkan gaya silatnya. > > "Inginnya Pendidikan Dapetnya Nisan nah itulah IPDN kasihan orang tua yang > > udah susah payah kirim anaknya kesana pulang-pulang bikin batu nisan... > !!" > > tukas bu Neni makin kesal. > > " Yang kayak gini neh pasti kerjaan para pejabat yang gak punya tanggung > > jawab dan wawasan kebangsaan, mestinya kan mereka sebagai pengontrol dan > > pengawas tetapi kenapa korban udah berjatuhan kayak gini kok didiemiin aja > > dari dulu, kayaknya sih sengaja biar budaya pejabat junior harus takut > > dengan senior tetap hidup, kan ntar gampang diajak kongkalikong kali ya ? > > namanya juga IPDN, Ideologi Pejabat Durjana Negara", sahut ibu setengah > baya > > berkerudung itu. > > "Yah IPDN, Inilah Pendidikan Dalam Negeri kita.. pantas aja korupsi gak > > habis-habis wong mentalnya aja udah kayak mafia. > > > > Tiba-tiba nenek tua yang sedari tadi diam saja tergopoh-gopoh keluar dari > > kerumunan menuju kearah rumah bu RT, sambil iseng saya pun bertanya, "nek > > kalo menurut nenek IPDN itu apa ?". > > Nenek itu melotot kesal kearahku sambil berteriak, "Ingin Pipis Dulu Nak > > .. > > !!". > > Ups..! > > > > > > > > > > -- > layartancap.com bagi - bagi hadiah > http://blog.layartancap.com/?p=14 >
