Mau ikutan nimbrung tukar pikiran neh.... Sebagai alumni saya juga merasakan hal yang sama, kurikulum yang sama, dosen yang sama dan perlakuan yang sama juga di adm kampus. Cuman bedanya disini, ada orang2 yang punya prinsip tidak mau seperti ini aja, kita sudah baca buku komputer, majalah dan forum diskusi warkop bahwa yang kita punya di Ilkom itu yah ga cukup buat bekal, jadinya ya harus usaha sendiri dong..,kita kan bukan anak SD lagi, mesti dikasi tau sana sini.
Ilkom USU ga mungkin gonta2 ganti kurikulum sesuka hatinya, kan berdasarkan keputusan dirjen Dikti. Saya yakin, para bapak2 dosen disana juga pasti tau, buat apa orang belajar COBOL lagi misalnya, dimana bahasa program ini sudah masuk museum..,tapi itu yang disodorkan sama mereka ya mau tak mau wajib masuk kelas. Ada banyak nama2 yang hanya modal lulusan D3 Ilkom bisa masuk dunia kerja dan dapat tempat yang layak, ngga perlu namanya disebutin, pertanyaanya darimana orang2 ini bisa berhasil? kan dapat perlakuan yang sama aja koq di kampus. Jangan jadi orang yang tukang mengeluh sana sini, kalo nunggu2 uluran tangan, kapan lagi negara kita ini menyamai singapura...hehehehhehe Peace..., Rinto Exandi
