---- Forwarded Message ----
From: Ilyas <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, June 27, 2007 7:25:44 AM
Subject: Fw: Ayat Suci dalam Kromosom Manusia - (038)
AYAT
SUCI DALAM KROMOSOM MANUSIA
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan
Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Alquran
dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah
lulusan Summa Cumlaude dari Duke University . Walaupun ia ilmuwan
muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan
untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi,
kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci
yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari
ilmuwan dan pecinta kitab suci.
Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan
adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang
dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya
adalah Surat "Fussilat"
ayat 53 yang juga dikuatkan dengan
hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari
Kanada. Penemuanny tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat
Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu
biologi. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: "...Sanuriihim
ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu
ul-haqq..."
Yang
artinya; "Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada
alam
dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah
kebenaran".
Hipotesis
awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata "ayatinaa" yang
memiliki
makna "Ayat Allah", dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda
kekuasaanNya
ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat
Allah
ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia
beranggapan
bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen
manusia.
Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir
tanpa
memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk
DNA
atau DNA sampah. Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh
sekali
dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut
merupakan
untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda
kebesaran
Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah;
Afala
tafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal
pikiran?).
Setelah
bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli
dalam
analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari
pemerintah.
Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan
pada
manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan
huruf
Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada cromosome manusia.
Sampai
kombinasi tersebut menghasilkan
ayat-ayat
Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999 pukul 2 pagi,
ia
menemukan ayat yang pertama "Bismillahir Rahman ir Rahiim. Iqra
bismirrabbika
ladzi Khalq"; "bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan"
.
Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A'laq
yang merupakan surat
pertama
yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya
setelah
penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara
cepat.
Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.
Dalam
wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan:
"Saya
yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya
untuk
ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan
Martin
seorang ahli genetika yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya
menyurati
dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam
yaitu
Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari
Universitas
Berlin .
Ahmad
Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuanny a dalam beberapa lembar
kertas
yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome
manusia
yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan
menghasilkan
huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah
yang
sangat mengagumkan.
Di
akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga penerbitan buku saya
"Alquran
dan Genetik", semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah
jalan
hidup yang lengkap. Kita
tidak bisa lagi memisahkanagama dari ilmu
politik,
pendidikan atau seni. Semoga non muslim menyadari bahwa tidak ada
gunanya
mempertentangkan ilmu dengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu
keperawatan.
Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami
prinsip-prinsip
ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini
dapat
dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang
beragama
Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah.
Memfasilitasi
serta memberi dukungan secara moral dan finansial.
====
TERBUKANYA
TABIR HATI AHLI FARMAKOLOGI THAILAND
Profesor
Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai
Thailand, baru-baru ini
menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah
Profesor
Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi
terkemuka
dari Kanada yang mengutip surat
An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan
bahwa
luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan
sakit
karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke
Thailand Tajaten
menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya
mahasiswanya
sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.
Bunyi
dari surat
An-Nisa tersebut antara lain sebagai berkut;
"Sesungguhnya
orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami
masukkan
mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus,
kami
ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan
pedihnya
azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagiMaha Bijaksana."
Ditinjau
secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global
yaitu;
Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak
mengandung
ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi
Combustio
grade III (luka bakar yang telah menembus sub cutis) salah satu
tandanya
yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena
sudah
tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent
yang
mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali
kulit
yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya
tersebut
dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut. Mahabesar Allah yang
telah
menyisipkan firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya
lewat
sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana
makhalqta
hada batila, Ya...Allah tidak ada sedikit pun yang engkau
ciptakan
itu sia-sia.
===
DARI
BAHTERA MENUJU ISLAM
Seorang
pakar kelautan menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Alquran
yang
telah memberikan jawaban dari pencariannya selama ini. Prof. Jackues
Yves
Costeau seorang oceanografer, yang sering muncul di televisi pada
acara
Discovey, ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di
tengah
kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda kadar kimia, warna dan
rasanya
serta tidak bercampur dengan air laut yang lainnya.
Bertahun-tahun
ia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban
misteri
tersebut. Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor muslim,
kemudian
ia menjelaskan tentang ayat Alquran Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan
surat Al-Furqon ayat 53.
Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi
pada
muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah
Mr. Costeau sampai ia masuk Islam. Kutipan ayat tersebut
antara
lain sebagai berikut:
Dan
Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan, yang ini tawar
lagi
segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antar-keduanya
dinding
dan batas yang menghalang (QS Al-Furqon: 53).
Berdasarkan
contoh kasus di atas, dapat memberikan gambaran pada kita bahwa
ayat
suci Alquran mampu menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi,
Oceanografi,
Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan Unpad"
edisi
4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak ayat- ayat Alquran yang
menerangkan
fenomena evolution and genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS
al-A'raf
53, QS Yusuf 3, QS Hud 7, tetapi karena keterbatasan ruangan pada
kolom
ini, serta dengan segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang
dimiliki
penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita berharap dan
hanya
Allah-lah yang Mahaluas dan Mahatinggi ilmunya. Wallahu a'lam.***
NB:
Sekedar
Tips agar pesan ini lebih menarik untuk dibaca:
Bila
akan memforward email ini, tolong ganti angka ( 001) di belakang
Subject
menjadi ( 002 ). Ini sekedar monitor bila satu ketika Anda mendapat
email
ini lagi dari teman yang lain maka Anda akan tahu sudah berapa kali
email
ini menyebar dan berapa banyak teman yang telah bersama-sama
berdakwah.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com